Cerita Dewasa Narti menikmati kenikmatan sentuhan tangan Warto ke dalam seksnya

Cerita Dewasa Narti 
Rajangocok.com

RajaNgocok — Cerita Dewasa Narti mendapat kesenangan melepaskan tangan Warto ke dalam kelaminnya — Adalah warto seorang pria lajang asli banyumas yang berprofesi sebagai penarik gerobak sayur disebuah pasar tradisional dibilangan jakarta selatan.

Berperawakan sedang ukuran rata-rata, tinggi tidak, pendek tidak, jelek nggak, cakeppun ngga, kulit sawo lebih disukai agak hitam, karena profesi sebagai penarik gerobak postur tubuh menjadi ideal tanpa kebugaran, maklum penerik gerobak lebih banyak menggunaka Sehingga secara tidak sengaja otot akan terbangun dengan sendirinya.

Jam kerja warto jam 3 sore sampai jam 12 malam melayani para pedagang — pedagang membawa barang dagangan atau pembeli membawa pulang barang belanjaan. Dari sekian banyak langganan warto ada pedagang sayur dan bumbu dapur bernama narti yang begitu dekat dengan warto karena semakin pangkalan gerobak warto tergantung pada konter atau terus lapak dagangan mbok narti. Hubungan bisnis mereka tergolong dekat sampai-sampai pembayaran ongkos gerobak dibayar bulan oleh mbok narti.

Mbok narti berasal dari salah satu desa di Indramayu, kulit hitam berwajah manis, dengan tinggi sementara memiliki buahdada ideal yang sering membuat mas warto melihat dengan sudut pandang, ukuran cukup mantap sekitar 34 atau 35. Telah bersuami sesuai mas tarsica yang tinggal dikampung dilihat sawah dan bebek hasil berjualan narti di kota. Narti pun berhasil jika Warto sering dilanggar, tetapi dia tidak begitu mempedulikan malah semakin sulit mengekspos bagian-bagian yang bisa mengundang hasrat birahi Warto, malah kadang-kadang tatapan Warto dan Narti yang sedang mencari tahu apa yang terjadi.

Pada suatu pagi, Warto menerima telpon dari pamannya di kampung yang mengabarkan bahwa Bude membutuhkan biaya untuk berobat karena sakit. Bude Sakem adalah orang yang menbesarkan Warto, dia ditinggal oleh orang tuanya, transmigrasi ke Lampung. Warto memang dekat dengan budenya yang hanya ini karena ia ingin membalas jasa budenya. Warto bingung karena saat ini ia tidak memiliki uang. Uang dikantong hanya cukup untuk makan siang nanti.

Dalam kebingunganya Warto teringat relasinya dipasar yah Narti, ia akan meminta bantuan uang, atau paling tidak ia mencoba meminta bayaran gerobak dimuka agar ia dapat segera mengirim uang sebagaimana kebudenya yang sedang sakit di kampung. Bergegas ia menuju rumah petakan Narti yang terletak di belakang pasar tempat ia berdagang. Kontrakan Narti merupakan rumah petakan kumuh dibuat dari tripleks dan dicet apadanya, rapat dan berhimpatan satu dengan lainnya. Berhasil dihuni oleh sesama pedagang dipasar.

Tidak sesuai lama Warto tiba dipetakan Narti, suasana petakan sepi karena jam segini sekitar jam 9 sampai jam 11 mahal penghuni pergi ke pasar induk kramat jati untuk membeli barang dagangan. ceritasexdewasa.org Warto sedikit cemas, jangan-jangan Narti juga pergi belanja ke pasar induk. Dengan ragu-ragu Warto mencoba mengetuk pintu petakan Narti, sepi tidak mendengar jawaban, kembali Warto menjadi ragu apakah Narti ada di petakan. Dia kembali mencoba mengetuk pintu, tidak juga ada jawaban, kompilasi Warto mulai merasa puas, terdengar suara penghuni sebelah petakan, seorang nenek tua, ibu dari pedagang di pasar yang juga Warto mencari mengatakan Narti sedang mandi di MCK dekat musola dekat 25 meter dari petakan Narti.

”Tunggu aja di dalam mas, mbak Narti nanti lagi juga selesai” ujar nenek tetangga Narti.
”Baik nek, tak tunggu di sini aja” jawab Warto dengan logat jawanya yang dihaluskan karena menghormati nenek.

Dengan perasaan galau Warto menunggu Narti, tidak lama lagi Warto menunggu terlihat Narti tergopong berjalan sambil berlari bagian dadanya yang nampak tercetak dua bukit kembar karena Narti tidak menggunakan handuk yang menggunakan pengiring tidur tadi.

“Weh ADA mas Warto, ada apa mas tumben kesini, ADA Perlu sama aku” Narti nyerocos Sambil Tetap bejalan Menuju Pintu petakannya
“Ya .. mbak .. aku ADA Perlu nih” Narti menyuruh Warto MASUK kepetakannya, KARENA besarbesaran TIDAK enak Bicara PENGOPERASIAN, ia berpikir tidak mungkin mas Warto pagi-pagi begini kepetakannya jika tidak perlu Narti melihat wajah Warto tampak sedih.
”Ada apa Mas, enak sekali lagi nih” tanya Narti
”Aku butuh uang Mbak budeku dikampung sakit, dia minta aku beli uang untuk ongkos berobat”, mata Warto tidak lepas dari tulisan dada yang sangat jelas didada Narti.

Dasar, wong lagi bingung kok, tetap ke ”susuku” pikir Narti.

”Sakit apa” Narti mencoba menyakinkan, dengan tidak berusaha lagi membuat cetakan susunya seperti saat ini berjalan dari MCK menuju petakannya.

Pikirnya toh mas Warto sering juga menatapnya pada saat ini berdagang.

“Saya nggak tau, tapi mereka meminta saya mengirim uang untuk berobat, mba boleh saya minta bayaran gerobak untuk bulan depan mbak” dengan setengah menunduk Warto meminta maksudnya kepada Narti.
”Mas Warto butuh jumlah” tanya Narti
”Ya jumlah bayaran upah saya aja, mba, 185 ribu” jawab Warto dengan tetap menunduk.
”Sebentar ya mas” Narti beranjak ke balik hordeng biliknya, entah apa yang akan dilakukan Warto bertanya-tanya

Sejenak Warto dapat menilik benda-benda yang ada di petakan Narti, sebuah termos, 2 buah gelas kaca yang sudah tidak bening lagi, sebuah kasur butut dan radio kecil serta sebuah changer hp masih menempel di stop kontak. Dan apa itu, sebuah BH dan celana dalam yang mulai terurai benangnya milik Narti tergantung di jemuran di dalam petakan, mungkin malu jika di jemur di luar. Warto menggunakan BH ini karena sering digunakan oleh Narti.
”Ini mas 200 ribu, aku buletin uangnya, sekalian aku bantu mas yang lagi ketimpa musibah, mudah-mudahnya bude Sakem cepat pulih” suara Narti mendorong Warto yang sedang menjelajah sekitang petakan Narti.
”Aduh terima kasih mbak” mata Warto menerima sinar karena Narti berkenan menolongnya.
”Uang ini saya titipkan pada Yanto, tukang ketoprak tetangga yang akan sakit nanti pulang kampung”.
”Ya sudah cepat ke sana, nanti keburu Yanto tidak ada” ucap Narti
”Tanpa ba-bi-bu Warto segera kerumah Yanto, situkang ketoprak yang akan pulang kampung.
”Yan… ini aku titip buat bude Sakem yang sedang sakit 190 ribu rupiah, yang 10 ribu untuk nambahin ongkos kamu, sekalian salam dan katakan aku belum bisa pulang”

Adalah menjadi kebiasaan dilingkungan Warto, saling menitip, uang, ada, kerabat, tetangga, atau teman, yang akan pulang kampung. Warto juga telah beberapa kali dititipi oleh Yanto. Memang mereka tidak mengenal adanya transfer uang lewat bank.

”Baik nanti aku sampaikan Ke… wis kamu ndak usah bingung, semoga nggak ada apa-apa” ucap Yanto.

“Terima kasih. Terima kasih. Hati-hati ya.”

Kembali terbayang wajah bude Sakem, wajah yang teduh dan rela mengatur dan menganggapnya sebagai anak, wajah yang penuh kedamaian. Bagiamana budenya mengajarnya setiap malam, bagaiamana budenya menemani saat ia makan, semua kembali terbayang. Tapi karena faktor usia, saat ini ia tergolek lemah di kampung.

Tiba-tiba ingatannya kembali ke Narti, ia belum menerima apa pun yang dikembalikan terima kasih setelah ia menjadi dewa penolong diterima. Warto kembali menuju petakan Narti, untuk meminta terima kasih atas pertolongan yang telah ia berikan.

Tidak berapa lama Warto telah tiba tiba dimuka petakan Narti, Warto langsung menyeruak masuk tanpa mengetuk lebih dulu. Terbelalak Warto melihat pemandangan yang terlihat di dalam, saat itu Narti sedang mengeringkan badannya dengan daster tipis sebagai handuk. Narti hanya menggunakan handuk untuk membantu pembunuhannya, sedangkan dua buah bukit kembarnya ditutup dengan BH warna putih yang telah menjadi krim yang dapat digunakan untuk menampung isinya. Warto tidak pernah membayangkan jika payudara Narti begitu indahnya besar, putih dan masih seperti orang belum bersuami, mungkin karena jarang disentuh oleh kebebasan

Mereka berdua terkesima, Warto terbelalak menyaksikan pemandangan ini sedangkan Narti hanya diam seribu basa karena tidak tau apa yang harus dilihat.

Tiba-tiba kedua mata mereka saling bertemu satu sama lain, saling bertatapan dengan tetap tanpa suara, saat itu naluri sebagai manusia yang berbicara, Warto mendekat sementara Narti masih tetap diam, bahasa
.
Narti merasakan hangatnya birahi Warto, akhirnya ia merasakan nikmatnya air tawar dikeningnya, ia memejamkan mata tak tau harus menikmati atau apa yang harus dilakukan sesaat, karena lembutnya kecupan Warto, birahinyapun mulai terusik, seperti halnya kecupan Warto sampai pada bibirnya.

Hangat sekali kecupan Warto, kecupan yang memang telah lama tidak ia rasakan, lidah Warto lincah bermain di dalam mulutnya yang mau tidak mau harus diundang untuk menyiapkan permainan lidah dan bibir Warto.

Tangan kanan Warto mulai membaca bagian belakang Narti yang memang tidak terbungkus apa-apa yang hanya seutas tali BH yang masih terikat di sana, diusapnya lembut ikat pinggang dan pantat Narti, kemudian tangan kulai mulai menelusur diperut

Ehhhh ………… ..Narti berguman menikmati usapan dan belaian serta kecupan bibir Warto, ditambah lagi tangan kiri Warto lebih lanjut memperbaikinya dua bukit kembar miliknya yang masih terbungkus BH, yang ingin mendapatkan kenikmatan. Tangan kanan Warto naik dari pantat menuju pengait tali BH Narti dan dengan sentuhan halus, BH itu sudah terlepas dan meluncur sampai tertahan oleh handuk penutup melepaskan Narti.

Tampaklah oleh Warto dua bukit kembar milik Narti yang kini bebas melepaskan tanpa penghalang. Warto semakin bersemangat dari semula mengusap, membelai kemudian kini sudah sampai pada saat meremas, apa saja yang ia remas berakhir, perut, pinggul hingga payudara Narti tidak luput dari remasannya. Narti tidak berdaya, ia benar-benar dimabuk nafsu yang dibangkitkan oleh Warto dan penarik gerobak langganannya. Ia tidak ingat lagi pelajaran dikampung, ia lupa segalanya.

Sedikit demi sedikit Warto mendorong tubuh Narti ke Arah kasur butut milik Narti yang hanya sesuai dengan dorongan tubuh Warto hingga ia menurunkan efisiensi dan duduk dikasur. Warto mengikuti gerakan Narti menuju tempat tidur mulutnya kini bermain lincah memainkan puting susu Narti. Seakan tidak puas hanya mengecup dan diselesaikannya tanggan kirinyapun ikut membantu meremas-remas bukit kembar milik Narti.

Dengan dorongan Warto sekarang tubuh Narti sudah tergolek dikasur tanpa penutup dada hanya handuk yang tidak mampu lagi mendukung keselamatannya karena tersingkap oleh gesekan-gesekan tubuh mereka.

Kebiasaan Narti, sehabis mandi hanya menggunakan handuk sebagai penutup barang miliknya paling pantas tanpa celana dalam, sedangkan bagian dada hanya dibungkus BH (mending BH-nya bagus). Kebiasaan seperti ini kerap ia lakukan sambil beraktivitas di petakannya.

Kebiasaan seperti ini memudahkan Warto untuk melakukan aksinya. Kembali ia mengecup bibir Narti yang memang sudah menunggu aksi Warto berikutnya. Gejolak birahi yang dirasakan segera menghempas segalanya. Statusnya sebagai istri dari Tarsica, seorang petani dan pemelihara bebek di kampung tidak lagi mengingat. Apalagi tangan kanan Warto mulai dibuka handuk lusuh satu-satunya yang masih ia kenakan sebagai penutupanannya.

Dengan sekali tarik, tampaklah oleh Warto, pembunuhan Narti dihadapannya, rambut yang terkumpul berwarna hitam tampak acak-acakan dan terawat, perawatan vagina milik Narti. Pantulan cahaya matahari yang menerobos lewat celah dinding petakan Narti membantu memberikan penerangan bagi Warto untuk melepaskan kesulitan meluncurkan Narti. Ia kagum dengan Narti, Narti yang tampak menonjol, kue apem yang adonananya sempurna. Agen Judi Online

cerita seks— Narti agak risik melihat Warto melihat vaginanya seperti ingin melihat sepenuhnya, Narti mengapai tonjolan diselangkangan Warto yang memang sejak tadi menuntuk untuk dijamah, Warto terhenyak dengan pengadukan tangan Narti yang dikemukaannya, juga hal itu mungkin ingin dilihat lagi, karena Kenikmatan dan kesenangan yang ia rasakan sangatlah menghanyutkan, menghabiskan, dan membantu. Warto tak sabar segera memelorotkan celana CD-nya, agar kenikmatan yang ia rasakan semakin terasa. Kaos berlambang salah satu Caleg Partai tertentu yang ia gunakan juga tak luput ia lepaskan

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI :

Cerita Dewasa Romansa Hangat Di Antara Kita

Cerita Dewasa Romansa Hangat Di Antara Kita | Rajangocok.com

RajaNgocok – Cerita Dewasa Romansa Hangat Di Antara Kita – Saat ini Lia yang sedang berlibur di tempat wisata yang terkenal dengan wisata bahari dan pantainya di sebelah timur pulau Bali, tanpa sengaja ikut dengan yang ingin menjadi pemain musik di kafe.

Pertemuan itu sendiri terjadi di warnet, yang diputar saat itu aku sedang diputar beberapa lagu-lagu karanganku sendiri yang sengaja aku simpan di folder mailku.

Lia saat itu sedang mencari informasi tentang tujuan wisata yang ada di daerah itu, namun sampai saat ini Lia tidak menemukan apa yang dia cari. Dengan sangat sopan dan ramah, Lia memulai pembicaraan dengan meminta tempat-tempat yang bagus buat berkunjung.

“Maaf apakah kamu tahu tempat-tempat wisata unggulan daerah ini?” Tanya Lia tiba-tiba.

Aku sedang menunggu menunggu 2 meja darinya terkejut oleh pertanyaan spontan itu.

“Kamu bertanya kepada saya?” Tanyaku kemudian.
“Iya, maaf saat memulai kamu!” Ujarnya kemudian.

Dengan sedikit gugup, kemudian aku menjawab pertanyaan Lia, karena saat itu juga aku masih serius dengan file-file aku.

“Di daerah ini yang menjadi primadona wisatanya adalah gunungnya, wisata pantai yang menawarkan pemandangan bawah air yang terkenal dengan karang birunya, setelah itu wisata budaya yang menampilkan objek wisata rumah adat daerah ini,” terangku kemudian.

Mungkin karena penjelasan ku cukup menarik buat Lia, dengan raut muka yang ramah, kemudian dia duduk di sebelah mejaku yang tanpa dia sengaja juga dia telah melihat monitor di depanku yang saat ini terpampang file dari lirik lagu-lagu karanganku yang saat itu aku cetak.

“Kamu mengarang lagu sendiri yah?” Tanya Lia lagi.
“Iya, coba aja aku pemain musik di cafe dan suka menulis lirik lagu,” terangku lagi.
“Boleh aku baca lirik lagu-lagu kamu?” Sahut Lia kemudian.
“Tolong, dengan senang hati,” lanjutku dengan kursi menarik di sebelahku dan menyodorkan kepada Lia, yang saat ini sedang dibuka di sampingku.

Setelah beberapa saat Lia membaca semua lirik lagu-lagu aku dengan serius, tak lama Lia berkata, “Kamu menulis kisah pribadi kamu menjadi lirik lagu yah?” Tanya Lia lagi. Yang kemudian aku timpali dengan tersenyum kepada Lia.

“Semua lirik lagu-laguku memang dari pengalaman pribadi, karena aku ingin apa yang menjadi kisah hidupku bisa aku rekam dalam bentuk seni dan akan menjadi kenangan yang sangat berharga bagiku yang dibeli,” jelasku lebih jauh.
“Oh iya, kita sudah lama ngobrol nih tapi belum mengenal nama masing-masing kita” sahut Lia spontan. Lia mengawalinya dengan menyodorkan undangan ..
“Lia ..” katanya pendek. Yang kemudian mengalihkan aku utuk melakukan hal yang sama.
“Adietya,” sahutku juga.

Dari perkenalan yang singkat itu, kami sudah saling kenal seperti layaknya teman lama. Saat itu juga dia memutuskan pergi paginya untuk mengisi acara liburannya dengan snorkeling di sebuah pulau kecil yang sepi dan berpasir putih.

Waktu menunjukkan pukul 08.00 WITA, sesuai janjiku dengan Lia. Aku sudah berdiri di depan kamarnya dan kemudian aku mengetuk pintunya. Tak lama ada sahutan dari dalam.

“Pagi Adiet .. Tunggu bentar yah, aku sudah siap kok,” Dalam hitungan menit, Lia sudah keluar dari kamarnya.
“Ayo kita berangkat!” Katanya kemudian.

Dengan berjalan menyusuri pantai kita menuju ke perahu motor yang sudah aku pesan semalam. Sebelum naik ke atas kapal motor, aku mengambil peralatan snorkeling untuk kita berdua terdiri dari dua pasang masker berikut finnya. Dalam perjalanan menuju pulau kecil yang hanya membutuhkan waktu 45 menit, aku menjelaskan pemandangan sekitar kita saat itu. Di sebelah kiri ada pemandangan Gunung Agung dari kejauhan, namun cukup jelas karena cuaca begitu bagus pagi itu.

Sesampainya di tujuan aku dan Lia dari perahu motor dan kita lanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri hamparan pasir putih. Aku sudah membuka kaos saat di perahu motor tadi, dan hanya mengenakan celana renang kompilasi menuju lokasi snorkeling. Tak lama setelah sampai di bawah pohon cemara, Lia membuka kaosnya dan terpampanglah suatau pemandangan yang membuat jantungku berdetak sesaat.

Saat itu Lia mengenakan bikini warna tua yang kontras dengan warna kulitnya yang putih mulus. Mataku tertuju di tonjolan dadanya yang aku perkirakan mengumpulkan 36b. Kemudian pandanganku beralih kebawah ke arah pahanya yang mulus di atas dengan membuka kaki jenjangnya, membuat pesona tubuh Lia semakin sempurna. Aku hanya bisa menghabiskan ludah saat ini dan berhayal seandainya aku bisa memeluk tubuh yang seksi itu sungguh beruntung sendiri.

“Hai .. kenapa melamun?” Tegurnya terkejutku.
“Aku sudah siap nih” sahut Lia melanjutkan.
“Sila kalau begitu” ujarku menimpali tegurannya.

Ini adalah pengalaman pertama bagi Lia untuk snorkeling, dan sebelumnya Lia meminta di ajarin sampai bisa. Hal yang paling sulit adalah saat bernafas melalui mulut, karena seluruh wajah tertutup oleh topeng, kecuali bagian mulut. Bandar Judi Online

cerita seks – Dengan penuh kesabaran aku mengajari cara-cara snorkeling yang umum dilakukan. Pertama aku membantunya memasang masker yang mana saat ini aku berdiri sangat dekat dengan nya, aroma khas tubuh Lia tercium sesaat, kompilasi aku membetulkan rambut anak yang membuat raut berubah.

DISINI BACA CERITA KELANJUTANNYA:

Cerita Dewasa Terbaru Oral Seks Sambil Nyetir

Cerita Dewasa Terbaru Oral Seks Sambil Nyetir | 
Rajangocok.com

RajaNgocok — Cerita Dewasa Terbaru Oral Seks Sambil Nyetir — Sebut saja namaku Evan, Aku adalah pria lajang / bujang, Disini aku akan membahas Cerita sex-ku yang sangat menarik. Cerita ini bermula dari ajakan temanku untuk pangkas rambut di sebuah salon yang bertempat di Universitas ternama di Jakarta pada awal bulan oktober lalu. Dari ajakan temanku itu sekarang aku-pun tahu itu semua wanita yang bekerja di salon itu bisa dikencani.

Pada saat diharapkan pada hari akhir pekan, kami membantah untuk ketemuan di salon X pada pukul 01:00 siang. Saat itu aku-pun segera melanjutkan pergi ke salon itu berhasil untuk memangkas rambutku. Setelah beberapa waktu, akhrnya aku-pun sampai disalon itu. Saat itu aku melihat jam tanganku menunjukkan menendang 1 kurang 5 menit, dan saat itu aku juga memutuskan untuk masuk kesalon itu.

Salon Sewajarnya, saat itu suasana di salon itu terasa normal sekali dan tidak ada hal yang sedikit ganjil. Saat aku masuk, saat itu aku-pun menuju pada receptionis. Disana aku-pun mengatakan itu aku berniat untuk pangkas rambut. Dari balik meja resepsionis itu seorang wanita cantik meminta tolong, agar aku menunggu para pekerja sedang menunggu melayani para pelangganya.

Saat itu sembari menunggu antrian, aku-pun mencari untuk melihat-lihat salon itu dan sembari mencari temanku yang sebelumnya sudah berjanjian denganku. Namun saat itu temanku tidak ada. Kuakui bahwa hampir semua wanita bekerja di salon ini rata-rata cantik, putih dan memiliki tubuh yang seksi. Ditambah lagi rata-rata mereka masih muda, jika aku perkirakan diambilnya sekitar 20–27 tahun.

Melihat para wanita salon itu aku jadi teringat dengan omongan temanku, itu para wanita salon ini bisa diajak kencan. Berhubung aku baru pertama kali ke salon itu ragu, karena salon itu benar-benar seperti salon biasa tidak nampak jika ada ++ nya. Kira-kira setelah beberapa saat aku menungguantrian, pada akhirnya aku mendapat gilirianku. Saat itu penerimaan mengatakan itu sekarang giliranku untuk pangkas rambut.

Receptionis saat itu menunjuk kekursi yang kosong dan aku pindah menuju ke kursi itu. kemudian setelah aku duduk, tidak lama kemudian seorang wanita salon yang muda nan cantik datang kearahku dan memegang rambutku,

“Mau model Mas, potong rambutnya?,” Sembari melihatku lewat cermin, dengan masih memegang rambutku.
“Eummm apa yah Mba ‘, apa aja deh Mba” yang penting rapi, ”ucapku sekena-nya.

Lalu layaknya di salon pada umumnya, aku-pun kemudian diberi penutup untuk rambut yang dipangkas tidak untuk bajuku. Pada awalnya suasana terasa kaku, namun saat itu aku mencoba untuk mencairkan suasana agar terasa santai,

“Ngomong-ngomong, udah berapa lama Mba ‘kerja di sini ?,” tanyaku basa-basi.

“Baru kog Mas, baru 5 bulan, ngomong-ngomong Mas baru pertama kali dicukur di sini ?,” ucapnya sembari memangkas rambutku.

“Iya nih Mba ‘, pindah aku kemarin lewat dan lihat ada salon, ya udah deh akhirnya aku mau coba di sini, lagian aku juga lagi janjian sama temen buwat ketemu di sini Mba’, Eh … malah sampai sekarang belum pernah juga datang?” jawabku.

“Ouhhh …” jawabnya singkat dan berkesan cuek.
Tidak lama setelah itu pada akhirnya temanku-pun datang juga,

“Woy …” suara temanku semabri menepuk pundakku dari belakang.

“Lama banget sih loe, kemana aja loe?,” Tanyaku.

“Sory bray, tadi di jalan macet, yaudah gue pangkas rambut dulu yah bray…” jawabnya sambil berlalu.

Temanku-pun berlalu begitu saja. Saat itu-pun pangkas rambut sembari mengobrol. Cerita singkat dari obrolan-obrolan itu kami-pun mulai bersantai. Dari obrolan kami, aku tahu dia bernama Cindy, dan dia membuka baru bertemu 21 tahun. Cindy tinggal di kost-kostsan sekitar salon itu. Kini akupun sudah selesai, kemudian aku-pun memberikan tips sekedarnya, sembari aku meminta dia mau aku ajak keluar.

Saat itu Cindy-pun menyetujui dan dia menulis nomor handphone-nya pada selembar kertas kecil. Setelah selsai aku tidak pulang begitu saja, saat itu aku masih mnunggu Roni temanku tadi. Sembari menunggu Roni, aku-pun mengobrol dengan Cindy, saat itu aku sudah diperkenalkan oleh beberapa teman-temanya. Teman Cindy juga memang cantik, namun menurutku Cindy-lah yang paling cantik.

Singkat cerita pada akhirnya kami-pun ketemuan pada hari Senin di tempat yang sudah kami sepakati sebelumnya. Setelah makan siang, kami menonton Bioskop.Saat itu Cindy terlihat cantik sekali.Dalam hati aku berkata, cantik sekali Cindy hari ini. Saat itu cindy yang mengenakan kaos ketat berwarna biru muda ditambah dengan rompi yang dikancingkan dan dipadu dengan celana jeans ketat serta sandal yang tebal. Kami serius mengikuti alur cerita film itu, hingga akhirnya semua penonton dikagetkan oleh suatu sisi.

Cindy tampak kaget, terlihat dari bergetarnya tubuh dia. Entah ada setan apa, oleh reflek aku memegang tangan kanannya. Lama sekali aku memegang dibuka dengan sesekali meremasnya dan dia diam saja. Singkat cerita, aku mengantarkan dia pulang ke kostnya, di tengah jalan Cindy memohon kepadaku untuk tidak langsung pulang tapi putar-putar dulu. Kukabulkan permintaannya karena aku sendiri sedang bebas. Bandar Judi Online

Cerita seks — Lalu aku memutuskan untuk naik tol dan memutar-putar kota Jakarta. Sambil menikmati musik, kami saling berdiam diri, hingga akhirnya Cindy mengatakan,

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI:

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Gadis Dewasa Yang Setiap Hari Nya Sangek

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Gadis Dewasa Yang Setiap Hari Sangek | Rajangocok.com

RajaNgocok — Cerita Dewasa Bercinta Dengan Gadis Dewasa Yang Setiap Hari Nya Sangek — Perkenalkan nama saya Algan, saya terima dari bandung dan dari kecil saya tinggal bersama ibu dan ayah saya, saat ini saya masih sekolah kelas 3 SMA di salah satu sekolah negeri di kota bandung, sehari2 saya hanya sekolah, pulang, bantu2 ibu dan main bersama teman2 sebaya, bantu PR dan nonton TV atau Game utama seperti layaknya remaja pad aumumny.

pengalaman saya dalam hal seks bermula saat ibu saya mengajak saya berlibur di desa kelahiran ibu, tentu saja tempat kelahiran saya juga karna saya pindah ke bandung saat saya setuju 5 tahun atau saat saya mau masuktaman kanak-, hari ini adalah hari libur semester semester dan saya liburan sangat panjang karna dipindahkan sekolah saya direhab ulang agar gedung2 yang rusak menjadi lebih baik dan tidak merugikan siswa siswi saat proses belajar

Hari ini hari jum`at saya dan ibu saya berangkat menggunakan bus antar kota menuju desa di tengah, nama desanya adalah desa Pucukwaru di desa ini semua penduduknya masih sangat tradisional sekali, di desa ini masih ada roda kendaraan atau mobil jadi dari terminal ke desa saya harus menggunakan jas aojek, jauh terminal dengan desa kira2 satu jam lebih, jauh dan sulit memang, namun orang2 dan desa membuat saya betah tinggal lama di desa ini, karna memang sekarang sudah ada listrik,

jadi TV, DVD, GAME dan lain-lain dapat saya nikmati di sini, bahkan telepon juga untuk internet juga lumayan aman, malam sekitar pukul 9 saya sampai di desa tersebut, saya dan ibu yang membawa barang lebih suka pakaian ganti dan buah2an untuk oleh2 pun ditonton senang oleh bulik saya, yaitu bulik Yarmi istri dari pamanku atau paklik, dia adalah adik dari ibuku yang nomer dua, sedangkan adik ibuku yang terakhir juga wanita yang terdaftar bulik lalu, saya dan ibu langsung masuk kerumah yang lumayan besar walau bangunan sudah cukup tua belum terawat dan bersih, n tampak bulik yarmi adalah gambar yang rajin, maklum lah orang desa yang utun pasti rajin2.

Lama kami berempat saya, ibu, bulik yarmi dan palik seno bercanda dan saling bercerita hingga larut malam dan ibu menerima ngantuk, kami semuapun juga ngantuk, kami pergi tidur masing2, ibuku pilih tidur dikamar, paklik sama bulik tidur dikamar tidur dikamar tidur di depan TV karna ada luar dan enak buat tidur, malas juga harus pindah kekamar karna udah sangat capek.

Dingin nya angin malam dan nyamuk2 membuat saya terbangun di malam hari sekitar pukul 2 dini hari, saya dengan malas melawan ibuku pindah ke kamar tidur ibu bareng yang miring, namun roknya tersingkap sehingga menampakan paha mulus dan celana ibu yang putih besar dan bulat, lama aku menikmati pemandangan ibu,

tak terasa titis saya menegang dan ngaceng sengaceng2nya, namun dia adalah ibu saya dan saya hanya bisa membahasnya saja, saya tidak mau dan tidak perlu menantang, sampai saya kembali tertidur di ngaceng, pagi hari lagi ngaceng saya, mau siapa, mungkin ibu saya mengecek apakah Sudah dewasa udah dewasa Saya beranjak Dari Tidur Saya, Saya Melihat hal Mengajukan Sudah TIDAK ADA di Sebelah Saya, Saya also mendengar sepeda motor yang paklik Saya Yang Seorang Pedagang Pergi Pergi berjualan di Pasar kota, Saya Yang Masih LEBIH ngantuk samar2 mendengar Suara wanita2 berbicara di belakang, kedengarannya suara ibu dan bulik yarmi mengobrol di belakang mungkin di kamar mandi,

brrruuutttttt “lalu saya dan bulik juga ibu sama2 sama tertawa mendengar kentut ibu yang berlebih dan dikeluarkan” eh kamu, kentutnya kok bisa kayak gitu, nanti kalo tai nya morat-marit tercecer kemana2 gimana? hahahaha ”canda bulik saya, saya hanya tersenyum sambil membayangkan dubur ibu saat mengeluarkan tai dan kentut, Agen Judi Online

Cerita seks – saya yang masih ngaceng jadi makin ngaceng, iseng saya menunduk melihat bulik yang sedang jongkok hanya pakai daster pendek tanpa lengan saya melihat dada bulik yang tidak memakai kutang, karna memang tidak ada tali kutang di pundak bulik jadi saya yakin bulik tidak mencari kutang , tampak putih sekali payudara bulik, pentilnya pun kelihatan sangat besar, dasar bulik orang desa yang lugu, saya melihat di ketiak atau ketek bulik ditumbuhi bulu yang sngat lebat dan hitam, mungkin bulik dicukurnya, padahal ibu saya juga punya bulu ketek setebal bulu ketek bulik , tambah ngaceng saja aku lihat itu, lagi asik2nya menghayal tiba2 ibu terima dari dalam wc.

CERITA KELANJUTANNYA DISINI

Cerita Dewasa Nikmatnya Memek Cikgu

Cerita Dewasa Nikmatnya Memek Cikgu | Rajangocok.com

RajaNgocok — Cerita Dewasa Nikmatnya Memek Cikgu — peristiwa ni berlaku baru baru ni aje masa aku tengah belajar Form 6 di sebuah negeri di Semenanjung Malaysia. Aku harap cerita aku dapat le menghiburkan korang semua. Cikgu Syiken ni ajar BM di kelas aku. Aku memang tak tahan ngan body dia. Tetek selambak besar. Bila dia berjalan je, bergoyang goyang kiri kanan. Punggung toksah cakap le. Besar cam bumper Satria. Time dia mengajar je mesti konek aku stim. Apa taknya, mata aku sayik kat tetek dia aje. Cikgu takde le tua sangat. Umur dia 37 tahun. Asal Johor. Anak tiga. Dia stay kat negeri aku baru tiga bulan. Suami masih lagi kat Johor ngan anak anak dia.

Dia tinggal sorang kat rumah sewa. Aku pulak memang jenis baik ngan cikgu. Dapat gak aku jadi dia punya murid kesayangan dia. Nak dijadikan cerita, time balik sekolah tu hujan lebat. Member aku plak dah ponteng. Tak dapat aku tumpang kereta member aku. Camna nih, hujan lebat gile ni. Takkan takde orang aku boleh tumpang.

” Hey Man, awak tak balik lagi? Mana member awak tu?”
“Dia dah blah cikgu, sorang la saya ni”
“Jom la tumpang saya dulu, nanti lepas hujan saya hantar awak balik, ok?”

Camna ni? Rumah aku ngan rumah dia memang jauh berbeza. Bukan duduk satu taman perumahan pun. Tiba tiba aku teringat yang dia ni tinggal sorang. Untung untung boleh aku rasa pantat dia hari ni.

“Baiklah, saya ikut cikgu.”

Cikgu Syiken tersenyum panjang bila kau bagi jawapan positif. Aku terlihat betisnya yang putih melepak masa dia singkap kain nak masuk kereta. Mata aku memang tak lepas. Kena pulak pakai kebaya ketat. Apa lagi, gunung dua buah tu memang tersembul le. Bergoyang takyah cakap le. Jalan plak berlenggang.

“Hei, tengok apa tu? Nakal betul awak ni Man.” Aku tesenyum malu. Kereta Cikgu Syiken meluncur laju membelah hujan. Masa perjalanan tu aku tanya macam macam kat dia. Tetiba je soalan cepu mas keluar. “Cikgu boleh tahan ke camni?”

“Maksud Man, tahan camna tu?”
“Alah, suami ngan anak anak jauh. Tak rindu ngan diorang.”
“Apa nak buat Man. Terpaksa, lagi pun diorang akan berpindah kat sini dalam masa dua bulan lagi. Tahan je la. Dulu tidur berdua, sekarang sorang”. Berderau darah aku aku bila Cikgu Syiken cakap camtu. Ah, apa hal pun aku nak juga rasa pantat dia hari ni. Mana tahan tengok barang dia. Nak jugak pegang.

“Peluk bantal panjang je la”

Kami pun sampai ke destinasi. Aku terus keluar dan mengiringi Cikgu Syiken masuk ke rumah teres dua tingkat miliknya.

” Man duduk dulu ye, Cikgu nak masuk bilik jap”
“Oklah”

Cikgu Syiken jalan berlenggang masuk ke biliknya. Aku pulak mengelamun sorang. Aku pun bangun nak pergi tandas. Masa tu aku tengok pintu bilik Cikgu Syiken terbukak sikit. Mak aihh, first time aku tengok pompuan bogel secara live. Dia tengah lap badan dia. Tetek memang besar. Punggung pulak bulat dan licin. Dia mengelap celah kangkangnya sambil main ngan jari. Tiba tiba Cikgu Syiken terpandang aku.

“Eh, Man ingat sapa tadi. Masuklah.”

Aku pun perlahan lahan menghampiri Cikgu SYiken yang masih bertelanjang bulat. Dia pegang tangan aku dan meletakkan ke atas teteknya. Bandar Judi Online

Cerita Seks — “Cikgu tahu Man selalu tengok tetek cikgu. Hah, pegang lah puas.” Aku macam tak caya je. Apa lagi pulunlah. Aku hisap putingnya dengan rakus sekali. Hujan masih mencurah curah. Aku masih lagi pakai baju seragam sekolah. Aku stop kejap. Bukak baju aku pastu sambung. Aku tengok dia rilek aje aku hisap tetek dia. Dia suruh aku stop. Pastu dia bukak seluar aku.

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI : 

Cerita Dewasa Ngentot dengan mak Fani

Cerita Dewasa Ngentot dengan mak Fani | Rajangocok.com

RajaNgocok— Cerita Dewasa Ngentot dengan mak Fani — kisah ini bermula dengan persiapan kelahiran anak pertamaku. Isteriku, Nana, yang kunikahi hampir dua tahun lalu, akhirnya menjadi perempuan sempurna sebagai ibu yang melahirkan sendiri anaknya.

Namun, dengan pertimbangan belum berpengalaman melahirkan, ia ingin kedua orang tuanya, bapak dan ibu mertuaku, menemaninya selama proses kelahiran. Ringkas cerita, tempat tinggal pun kedatangan tamu. Untuk menghormati orang tua, kami menjemput pasangan itu. Tak ada kejadian istimewa ketika kami menjemput. Layaknya anak kepada orang tua, kami berusaha melayani sebaik-baiknya.

Sampai tibalah saatnya Nana meahirkan bayinya dan harus tinggal di rumah sakit bersalin, kerennya sih Rumah Sakit Ibu dan Anak. Dokter kandungan yang memeriksa isteriku menyatakan sebaiknya Nana tinggal di RS agar pemulihan kesehatan dan perawatan bayinya. Kami yang semula berempat terpaksa meninggalkan Nana di RS dan kembali ke rumah bertiga saja. Aku dan kedua mertuaku.

Nah, ketika kami tiba di rumah, aku duduk di sofa sambil tidur-tiduran, Sementara mertuaku menyibukkan diri, berusaha kerasan di tempat anaknya. Bapak mertuaku tampak sibuk dengan buku teka-teki silang yang entah dari mana ia dapatkan. Ibu mertuaku pun menyambar koran dan duduk di kursi sebelah sofa di ruang tamu. Posisinya agak menghadap aku, dengan sofa dan kursi membentuk huruf L. Sofa tempatku berbaring adalah bagian atas L, dan kursi tempat mertuaku membentuk bagian bawah Fani.

Saat itu aku terserang kantuk sebenarnya. Jadi, aku bergeser ke samping dan membuka mata. Ibu mertuaku, namanya Fani, yang biasa ku panggil Mak Fani, kelihatan serius membaca koran sampai menutup wajah dan tubuh bagian atasnya. Maka aku hanya bisa melihat dia dari pinggang ke bawah. Saat itulah aku tersadar! Dia mengenakan salah satu rok lipit panjang, yang telah turun sampai ke lutut dan cukup longgar. Jelas, ketika ia duduk roknya naik sedikit di atas lutut dan agak longgar. Hal pertama yang aku lihat adalah sepasang betis yang memukau! Maksudku ramping dan cantik, seperti yang terlihat di sinetron TV itu! Inilah rahasia pertama yang aku temui pada Mak Fani.

Siapa yang mengenal Mak Fani, tidak akan pernah melihat bagian atas lututnya. Tapi kali ini mataku menjelajahi kakinya dan melihat bahwa cara ia duduk membuatku dapat melihat seluruh pahanya dengan jelas! Putih krem dan tampak sehalus sutera berlanjut hingga menghilang dalam kegelapan. Aku merasa penisku terjepit di celana! Aku tahu aku sudah kehilangan seks yang sehat, tetapi kaki dan paha perempuan akan membuat laki-laki berdarah merah menarik napas! Aku terus menatap kaki seksi itu dan mulai berfantasi apa rasanya berada di antara keduanya! Maksudku, ini adalah ibu isteriku dan ia membangkitkan birahiku!

Aku yakin dia tidak tahu apa yang sedang terjadi dan tak sadar membuatku terpesonaa. Dia masih sibuk dengan koran, jadi aku meringkuk, berusaha menyembunyikan penis kerasku ke dalam bantal. Tak lama kemudian aku mendengar dia memanggil nama aku lembut dan bertanya apakah sudah saatnya makan malam? Aku bilang akan segera bangun, tetapi dia mengatakan santai-santai saja, karena ia ingin berganti pakaian dulu sepulang dari RS. Dia bangkit pergi sementara aku menunggu penisku normal dulu agar bisa bergerak. Akhirnya aku sudah kembali normal dan berjalan ke dapur, melewati Pak Hasan, mertua Fani kiku yang masih tenggelam dalam TTS dan tidak menunjukkan tanda-tanda bergerak.

Karena tak memiliki pembantu dan memang piawai memasak, aku ke dapur menyiapkan makan malam untuk kami bertiga. Saat itulah aku mendengar Mak Fani masuk ke dapur, tempat aku menemukan rahasia kedua. Mak Fani telah berganti pakaian menggunakan celana kulot krem dan polo shirt berhias bordir . Aku tidak banyak perhatian langsung pada kulot karena polo shirtnya cukup ketat memamerkan sepasang payudara indah! Setidaknya berukuran 36, bulat dan penuh dan jauh lebih besar daripada milik anak-anaknya yang tiga orang perempuan semua itu.

Desakan di celana mulai lagi ketika aku melihatnya bergerak di dapur. Aku harus berhati-hati menyembunyikan tonjolan penis ini.

Kami lantas mulai menyiapkan makanan dan aku tidak bisa apa-apa kecuali mengawasi goyangan buah dada setiap kali ia memotong sayuran. Namun gairah birahiku kian memuncak ketika pikiranku melayang kembali ke paha dan kaki yang terlihat beberapa saat sebelumnya. Aku berjalan ke tempat cuci piring untuk memeriksa apakah aliran airnya lancar. Saat aku menoleh bagian bawah aku agak terkesiap melihat bokongnya. Maksudku, itu tidak sebagus punya Nana, dan menunjukkan tanda-tanda setengah baya sedikit melebar, tapi tampak montok, bulat dan seksi. Dengan mudah aku membayangkan tanganku meremasnya! Aku belum bisa percaya tergetar oleh Mak Fani, tanpa dia ketahui! Kami selesaikan sajian makan malam itu berdua: aku berusaha menyembunyikan penis keras, sementara Mak Fani tidak mampu mengalihkan mataku jauh dari gundukan yang merangsang! Pak Hasan segera bergabung dan kami cepat selesai memasak dan beralih di meja makan.

Aku tidak bisa mengambil risiko ketahuan, jadi mataku terus di piringku sementara kami bertiga mengobrol ringan. Aku selesai pertama dan bilang kecapekan serta berniat mandi langsung menuju tempat tidur.

Ketika aku membuka pakaian di kamar mandi, gambaran tubuh Mak Fani memenuhi kepalaku. Penisku tegang setegang-tegangnya dan berdenyut saat aku menyabuninya. Pada gosokan kesekian pikiranku kembali membayangkan halus paha dan kaki Mak Fani, hingga aku meledak dalam getar orgasme luar biasa! Aku harus bersandar ke dinding ketika air maniku menyembur. Setelah itu aku cepat-cepat menyelesaikan mandi dan pergi tidur. Beberapa kali aku terbangun dan membayangkan mengisap payudaranya, membelai pahanya, mencengkeram bokongnya. Ketika aku melihat ke bawah batang di selengkanganku mengeras. Tak tahan, kembali aku beronani, kali ini di tempat tidur.

Aku tertidur kembali dan ketika aku terbangun sebelah kamarku sudah dibanjiri cahaya dan jam kesukaan aku menunjukkan pukul 10 kurang sedikit. Aku duduk, perasaan seperti aku baru saja pergi tidur, dan teringat telah menghabiskan malam dalam gairah memuncak sehingga basah celana dalamku. Aku terhuyung-huyung ke kamar mandi. Bagaimanapun, Mak Fani tampaknya belum menyadari birahiku. Usai mandi, aku mengeringkan diri dan dengan penuh semangat bersiap-siap untuk kembali ke RS untuk melihat Nana. Aku mencium aroma kopi yang sedang diseduh di dapur dan mendatanginya. Mak Fani memanggilku dari ruang makan “Kamal, ya?” (Dia selalu memanggil aku Kamal, begitu tepat)

“Ya”, jawabku.

“Oh, bagus, dia berkata, Aku sedang menunggumu bangun. Bapak telah pergi keluar untuk sedikit untuk mencari beberapa buku TTS. Ia harus segera kembali dan kemudian kita akan pergi melihat Nana”

Aku bisa mendengar koran berdesir dan berpikir ia telah terjebak dalam hidungnya lagi. Aku memutuskan untuk pergi duduk di ruang tamu dan menangkap berita sebelum pergi. Kita hidup dan r. makan yang terbuka untuk satu sama lain dan aku sekilas melihat Mak Fani keluar dari sudut mataku, duduk di meja ruang dinning membaca koran Minggu. Ketika aku duduk di kursi aku menyalakan t.v. dan dibalik itu ke salah satu program Minggu pagi. Ketika aku menghirup kopiku Aku melirik Mak Fani, masih terpesona dalam membaca. aku agak terkejut melihat bahwa ia masih mengenakan gaun tidur sutra putih. Mak Fani tua koq, pikirku, sampai aku membiarkan mataku melayang ke bawah. Dia telah menyilangkan kaki dan memperlihatkan sedikit bagian atas lututnya. Penisku mulai bergerak saat aku menatap kaki Mak Fani. Semua membuat aku tegang dan aku hanya duduk minum kopi sambil menatap kaki! Akhirnya aku memaksa bangun dan pergi dari dapur untuk meletakkan cangkir ke dalam bak cuci. Tepat ketika aku hendak pergi, Mak Fani berjalan dalam membawa piringnya ke tempat cuci piring.

Dia tersenyum sopan, dan bertanya “Apa mau berangkat sekarang?”

“Eh, Ya”, kataku, agak malu karena aku baru saja mengintipnya.

“Iya deh”, dia berkata, “Mak dan Bapak akan segera menyusul” dan memutar keran air untuk mencuci piring.

Aku hampir sampai ke pintu ketika ia memanggil namaku

“Kamal, di mana Nana menyimpan sabun?”

“Eh”, pikirku sambil berjalan kembali ke dapur, “Apakah Mak lihat di bawah bak cuci piring?”

Ketika aku masuk, aku melihat Mak Fani, satu tangan di bak cuci piring yang lain di pintu, agak sedikit membungkuk melihat ke kolong. Saat aku semakin dekat aku melihat bahwa dalam posisinya sekarang bagian depan bajunya memperlihatkan puncak-puncak payudaranya. Tampak seolah-olah buah dada itu seperti memberontak keluar dari kurungan. Payudaranya memang agak kendur, tapi ketika kondisiku sekian lama libur birahi, keduanya tampak sangat merangsang! Aku juga bisa melihat tonjolan putingnya dari baju Mak Fani. Penisku langsung keras saat aku melawan dorongan untuk mendekatkan wajahku di antara payudaranya! Agen Judi Online

Cerita Seks — Mak Fani menyadarkan aku ketika mengatakan “Nggak ada tuh Mal”

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI :

Cerita Dewasa MAMA MELAKUKANNYA DEMI UANG

Cerita Dewasa MAMA MELAKUKANNYA DEMI UANG | Rajangocok.com

RajaNgocokCerita Dewasa MAMA MELAKUKANNYA DEMI UANG — Aku tinggal bersama mama dikota Jakarta ini, Usiaku masih cukup muda baru 16 tahun dan masih menempuh pendidikan sekolah. Aku bersekolah disebuah sekolah yang cukup baik dikota ini. Sudah 3 tahun aku tinggal bersama mama. Semenjak mama memulai usaha barunya yaitu membuka usaha jahit dan laundry. Pertama kali memulai usaha 3 tahun lalu,usaha jahit dan laundry mama cukup berkembang dan menghasilkan rejeki yang sangat cukup menghidupi aku dan mama. Uang yang dikirim dari papaku hanya kami tabung untuk keperluan suatu saat. Lama kelamaan usaha semakin maju

Mamaku seorang janda. Sudah 3 tahun mama berpisah dengan papa karena ketidak cocokan. Mama sebenarnya masih cantik dan memiliki sifat yang baik dan rasa kasih sayang yang tinggi kepada keluarganya. Tapi entah mengapa papa dan mama tidak pernah akur. Mereka memutuskan berpisah dan aku tinggal bersama mama. Usia mama kini 52 tahun. Tapi ia tetap tampak cantik dan masih tubuhnya masih tetap indah. Wajah tampak awet muda,tidak ada tanda-tanda penuaan pada tubuh mama. Boleh diakui,banyak lelaki yang mendekati mama. Tapi tak ada yang jadi.

Padahal para lelaki itu hidup makmur. Namun mama tetap menolaknya. Sifat mama yang baik membuat mama sangat disenangi oleh para tetangga. Apalagi kami sudah dianggap seperti saudara oleh pak Meka,sang pemilik rumah kontrakan yang kami kontrak. Pak Meka berumur diatas mama sedikit. Ia pengusaha sukses dan juga seorang Pejabat. Dialah orang yang sering menolong aku dan mama. Istri pak Meka tinggal dikota Bandung menemani anaknya si Tanto dan feny yang sedang kuliah dan setiap 3 hari sekali pulang. Bu Teta(istri pak Meka) juga sangat baik kepada kami. Mama sering dipanggil bu Teta untuk memijat/kusuk ibu teta. Bu teta sangat senang dengan pijatan mama begitu juga dengan pak Meka.

Tapi aku dan mama sadar,kami bukan siapa-siapa. Tak pernah kami meminta sesuatu dari pak Meka,tapi mereka selalu memberi. Dan pak Meka dan Bu Teta sempat menjodohkan mama dengan seorang pria yang memiliki hubungan sedarah dengan pak Meka. Pria itu berusia dibawah mama sedikit sekitar 49 keatas,cukup makmur dan tampan. Namanya Sakti. Mama sempat beberapa kali jalan dengan Sakti. Tapi mama menolak lamaranya entah kenapa. “jangan bodoh kamu eli(mamaku)… kamu seorang janda dan hidupmu juga pas-pasan. Kalau kamu menikah dengan dia,hidup kamu bisa terbantu dan anak kamu memiliki pendidikan yang bagus”kata ibu Teta kepada mama malam itu. “tapi bu,saya masih trauma dan belum siap untuk kembali menjalin hubungan perkawinan,takut kandas lagi… “kata mama. Beberapa saran diberikan ibu Teta kepada mama. Tapi tak satupun dapat merubah pendirian mama. Gagalah perjodohan itu. Semenjak itu pak Meka dan bu Teta tak memberikan jodoh lagi kepada mama.

Waktu berjalan,usaha mama lambat laun sedikit berkembang. Mama bagiku tampak cantik dan indah. Jujur,aku sendiri sangat mencintainya dan ingin menyetubuhinya. Tapi aku takut,jadi sejauh ini aku hanya berani memegang payudaranya atau pantatnya apabila ia sedang tidur. Nafsu syahwatku kuluapkan dengan cara mengintip mama sedang mandi dan menembakan maniku di bh atau cd yang akan mama pakai. Dan beberapa bulan lalu ketika harga minyak naik,usaha mama jatuh.

Mama berusaha meminjam uang dari pak Meka demi menjaga usaha laundry dan jahit. Pak Meka meminjakn mama uang sebesar 5jt untuk menjaga agar usaha mama tidak tutup. Krisi ekonomi sangat berdampak bagi usaha mama. Pendapatan turun drastis dan utang itu sulit dibayar. Aku berusaha membantu dengan mencari uang tambahan. Aku pergi kesebuah restoran dan bekerja sebagai pencuci piring dengan gaji 20rb setiap malam. Dan usai sekolah aku ngamen dengan pendapatan 15rb setelah dipotong uang preman. Namun uang itu hanya mencukupi untuk membayar makan aku dan mama setiap hari.

Pak Meka pun mulai menagih utang itu setelah mama menunggak membayar uang sewa kontrakan 2 bulan dan mama menutup usaha jahitnya. Kudengar suara mama malam itu dari ruang tamu. “tolong pak,saya masih kesulitan… untuk makan saja masih kurang”kata mama yang malam itu memakai daster kuning bergambar bunga-bunga. Daster itu begitu tipis sehingga tubuh mama dapat diterawang. Bh hitam mama tampak membayang. Aku saja terangsang apalagi pak Meka yang duduk dihadapanya. “pokoknya saya tidak mau tahu,lusa saya akan menagih lagi”kata pak MEka. Malam itu juga aku menghubungi papa tanpa sepengetahuan mama.

Papa mengirimkan uang sebesar 10jt untuk melunasi utang-utang mama. Keesokan harinya usai sekolah,aku mengambil uang itu di Bank dan segera pulang. Sekitar jam 4 aku sampai ditempat usaha laundry dan jahit mama. Kutanya pada penjaga,katanya mama tadi dipanggil sama pak Meka. Aku langsung pulang ke rumah. Sesampai dirumah aku masuk menuju kamar mama. Belum aku masuk aku sudah dikejutkan oleh sesuatu yang tak biasa kuliahat. Biasanya pak Meka dipijit dirumahnya,tapi kali ini dikamar mama. Dari pintu yang tak tertutup rapat aku melihat dengan jelas.

Pak Meka yang hanya mengenakan sarung telungkup diatas kasur. Sementara mama duduk disampingnya sambil mengkusuk punggung pak Meka. Sore itu mama terlihat sangat menggairahkan. Mama mengikat rambutnya yang panjang sebahu sehingga menampakan lehernya yang indah dan basah. Tubuh mama pun terbentuk dari daster coklat panjang yang dikenakanya. Wuh… sangat-sangat menggairahkan sore itu. “jadi kapan kau akan membayar utang-mu Ely… “kata pak Meka. “beri saya waktu seminggu pak”jawab mama dengan lembut sambil tanganya terus memijat punggung pak Meka. “kau lihat,aku sudah sakit sekarang… cepat lah bayar biar aku bisa berobat”kata pak Meka. “baik pak,akan saya usahakan”jawab mama. Aku terus mengintip dari celah pintu. “aku berikan kau keringanan,kau mau?”tawar pak Meka. “apa itu pak”tanya mama. “istriku sedang pergi melihat anakku di bandung tadi pagi,3 hari lagi ia balik… maukah kau melayaniku?kalau mau utang-mu bisa berkurang”kata pak Meka terang-terangan. Aku terkejut mendegarnya.

Mama terdiam dan berhenti memijat pak Meka. Ia tertunduk lesu. “bagaimana ely?”tanya pak meka yang bangun dan menatap wajah mama. Mama tak memberi jawaban dan diam memandang kebawah. Aku tak tahu apa yang mama pikirkan. Tangan pak meka mengelus kepala mama. Mama menatap pak Meka dan menarik nafas dalam-dalam lalu menanggukan kepalanya. AKu terkejut dan seperti tersambar petir. Mama menerima tawaran pekerjaan gila itu. Tawa pak Meka langsung terdengar. “ha… ha… pilihan yang tepat ely,ayo lekas buka bajumu tunggu apa lagi,nanti anakmu pulang”kata pak Meka. Lelaki tua berbadan gendut itu melepas sarungnya dan terlentang diatas kasur.

Mama berdiri dan tanganya perlahan membuka daster coklatnya. Dengan ragu-ragu mama melepas daster itu. Tubuh mama tampak sangat indah dan sangat menggairahkan. Tak kalah dengan para artis atau istri pejabat yang sering melakukan perawatan. Kedua payudaranya yang terbungkus bh pink terlihat sangat padat,bulat dan kenyal. CD putih menutupi bagian intimnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Lalu mama melepas bh pink dan bh itu jatuh kelantai. Kedua payudara mama langsung menggantung bebas. Begitu indah kedua payudara itu dengan pentil yang berwarna kecoklatan. Air liurku langsung membasahi bibirku.

Payudara mama sangat menggoda membuat penisku semakin mengeras. Mata pak Meka terbuka lebar melihat kedua benda yang padat,bulat dan kenyal itu. Mama perlahan membuka cd-ny sambil memejamkan matanya rapat-rapat. Bulu-bulu perlahan tampak begitu lebat dan akhirnya tampaklah vagina mama. CD putih itu jatuh kelantai dan mama segera menutup bibir vaginanya yang berwarna merah dengan telapak tangan kananya. Mama berjalan naik ke atas kasur. “ayo sayang”kata pak Meka. Pak Meka langsung mengecup bibir mama. Bibir mama yang berwarna merah menempel dibibir lelaki tua itu. Dan mama tetap memejamkan matanya.

Tangan pak Meka tak diam,kedua tanganya menggerayangi payudara mama yang padat bulat dan kenyal. Payudara mama diremas-remas oleh pak meka. Puting susu mama dijepit oleh jari pak meka yang membuat mama bergoyang. Dengan lihai pak Meka meremas-remas payudara mama. Ia cabut bibirnya dari bibir mama. Lalu ia kecup leher mama. cupph… cuph… pak Meka mengecup leher mama tiga kali. “akhh… “desah mama ketika pak Meka mengecup lehernya. Pak meka turun kebagian payudara mama yang sangat padat. Matanya memandangi sepasang payudara milik seorang janda yang memiliki tubuh terawat.

Payudara itu terus diremas-remas oleh tangan pak Meka. Mama memejamkan matanya dan terus mendesah akibat rangsangan yang dialirkan oleh pak Meka. “oh ely,tubuhmu sungguh indah… kau memang janda tapi tubuhmu sungguh berkelas”puji pak meka. Lalu Pak meka mendekati bibirnya kepayudara mama. cupph… pak meka mengemut-emut puting susu mama sebelah kanan. Mulut pak menghisap puting susu mama yang berwarna kecoklatan. uh… aku tak dapat membayangkan rasa nikmat yang didapat pak Meka.

Secara bergantian lelaki tua itu menghisap payudara mama. Ia bagai bayi yang haus. Mama memejamkan matanya dan sesekali mengintip apa yang dilakukan oleh lelaki itu. Suara desahan pun tak pernah berhenti keluar dari bibir mama. Puas menjilati puting susu mama,pak meka mengubah posisinya. Mama diterlentangkanya diatas kasur. Pak meka melepas sarungnya. BUrungnya yang diselimuti bulu-bulu yang sangat lebat mengacung panjang. Penis yang berwarna hitam tampak begitu sangar.

Aku saja merinding melihatnya. “ayo ely,isap kontolku ini”kata pak Meka. Tanpa berpikir panjang tangan kiri mama meraih penis itu. Dikocoknya dengan sangat pelan penis berukuran 16cm dengan diameter 5,3cm. Pak meka meremas-remas payudara mama sambil memejamkan matanya. Akhh… desah pak meka ketika merasakan kepala penisnya masuk kedalam mulut mama. Mama menghisap kepala penis pak meka yang berwarna gelap itu. Lidahnya ia mainkan dikepala penis lelaki tua itu. Sesekali mama menghisap kepala penis itu,suara rintihan nikmat keluar dari mulut pak Meka.

“coba lebih dalam ely”kata pak Meka. Perlahan mama memasukan penis itu kedalam mulutnya. ****** pak Meka sangat besar untuk ukuran mulut mama. Perlahan setengah penis itu masuk kedalam mulut mama. Lalu mama menghisap penis itu. Rambut mama bergerak naik turun seiring isapan mama dipenis pak meka. Terlihat mama sangat jago mengoral penis pak Meka. “akh ely… “desah pak Meka. AKu lupa siapa diri ini,aku malah menikmati permainan mereka. Hisapan mama membuatku sangat iri,seharusnya aku yang mendapatkan itu.

Mama menghentikan aksinya dan mengatur nafas. Pak Meka mengelus kepala mama sambil memberikan pujian. “ely,kau cantik,memesona,sungguh handal dan hebat dalam hal begini,seharusnya suamimu berpikir untuk menceraikanmu,dia begitu bodoh”kata pak meka. Mama tersenyum diatas kasur. Pak meka mendekati paha mama dan bersiap memasukan penisnya ke Vagina mama. Pak meka menggesek-gesekan kepala penisnya di bibir vagina mama. “akhh… sh… pak masukan… aku sudah tak tahan”rintih mama. Kata-kata mama tak membuatku terkejut karena mama pasti haus akan kenikmatan birahi itu setelah 3 tahun menjanda.

Pak meka menusukan kepala penisnya divagina mama. slurrp… seluruh penis mama masuk kedalam vagina mama. “ouch sempit ly!”seru pak meka ketika seluruh penisnya masuk kedalam vagina mama. Perlahan pak Meka mulai memompa mama. Penisnya yang sangat besar keluar masuk pepek mama dan suara desahan yang keluar dari bibir mama membuatku terangsang. Sambil menutup matanya mama menikmati apa yang dilakukanya. Wajah lelaki tua itu terlihat kenikmatan merasakan nikmatnya vagina mama. Dengan tempo yang agak lambat ia memompa mama sambil menikmati otot-otot vagina mama yang memijat penisnya. Bandar Judi Online

cerita seks — Tanpa disengaja,akupun mulai membuka celanaku dan mengocok dengan pelan penisku yang dari tadi sudah terangsang melihat perselingkuhan mama itu. Suara desahan mama membuat kocokan penisku sedikit kencang. tiba-tiba kulihat tubuh mama mengenjang dan mama teriak kuat. “akhhhhhhhh….. “mama teriak. Pak meka menghentikan pompaanya dan mengatur nafasnya. Sementara mama tergeletak dengan nafas yang tidak beraturan dan tampak lemas. Pak meka tanpa mencabut penisnya menundukan kepalanya dan lidahnya dengan nakal menjilati leher mama dan menggigit leher mama. ahh… desah mama. Kemudian pak Meka mencium bibir mama. Bibir mama yang tipis itu lagi-lagi dilahapnya dengan ganas.

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI :

Cerita Dewasa Terbaru Adik Mamaku Mengajariku Bersetubuh Secara Professional

Cerita Dewasa Terbaru Adik Mamaku Mengajariku Bersetubuh Secara Professional | Rajangocok.com

RajaNgocok— Cerita Dewasa Terbaru Adik Mamaku Mengajariku Bersetubuh Secara Professional — ketika itu aku baru berumur 12 tahun, sebagai anak tunggal. Sewaktu orang tuaku sedang pergi keluar negeri. Teman baik ibuku, Tante Ina, yang berumur 26 tahun, diminta oleh orang tuaku untuk tinggal dirumah menjagaiku. Karena suaminya harus keluar kota, Tante Ina akan menginap dirumahku sendirian. Tante Ina badannya agak tinggi, rambutnya dipotong pendek sebahu, kulitnya putih bersih, wajahnya ayu, pakain dan gayanya seksi. Tentu saja saya sangat setuju sekali untuk ditemani oleh Tante Ina.

Biasanya, setiap ada kesempatan aku suka memainkan kemaluanku sendirian. Tapi belum pernah sampai keluar, waktu itu aku masih belum mengerti apa2, hanya karena rasanya enak. Mengambil kesempatan rumah lagi kosong dan Tante Ina juga belum datang. Setelah pulang sekolah, aku kekamar tidurku sendirian me-mijit2 kemaluan ku sembari menghayalkan tubuh Tante Ina yang seksi. Kubayangkan seperti yang pernah ku lihat di majalah porno dari teman2 ku disekolah. Selagi asyiknya bermain sendirian tanpa ku sadari Tante Ina sudah tiba dirumahku dan tiba2 membuka pintu kamar ku yang lupa ku kunci.

Dia sedikit tercengang waktu melihat ku berbaring diatas ranjang telanjang bulat, sembari memegangi kemaluan ku yang berdiri. Aduh malunya setengah mati, ketangkap basah lagi mainin burung. Segera ku tutupi kemaluan ku dengan bantal, wajahku putih pucat. Melihat ku ketakutan, Tante Ina hanya tersenyum dan berkata “Eh, kamu sudah pulang sekolah J.D., Tante juga baru saja datang”.

Aku tidak berani menjawabnya. “Tidak usah takut dan malu sama Tante, itu hal biasa untuk anak2 mainin burung nya sendiri” ujarnya. Aku tetap tidak berani berkutik dari tempat tidur karena sangat malu. Tante Ina lalu menambah, “Kamu terusin saja mainnya, Tante hanya mau membersihkan kamar kamu saja, kok”.

“Tidak apa2kan kalau Tante turut melihat permainanmu”, sembari melirik menggoda, dia kembali berkata “Kalau kamu mau, Tante bisa tulungin kamu, Tante mengerti kok dengan permainanmu J.D.”, tambahnya sembari mendekatiku. “Tapi kamu tidak boleh bilang siapa2 yah, ini akan menjadi rahasia kita berdua saja”. Aku tetap tidak dapat menjawab apa2, hanya mengangguk kecil walaupun aku tidak begitu mengerti apa maksudnya.

Tante Ina pergi kekamar mandi mengambil Baby Oil dan segera kembali kekamarku. Lalu dia berlutut dihadapan ku. Bantalku diangkat per-lahan2, dan saking takutnya kemaluan ku segera mengecil dan segera ku tutupi dengan kedua telapak tangan ku. “Kemari dong, kasih Tante lihat permainanmu, Tante janji akan ber-hati2 deh”, katanya sembari membujukku.

Tangan ku dibuka dan mata Tante Ina mulai turun kebawah kearah selangkanganku dan memperhatikan kemaluan ku yang mengecil dengan teliti. Dengan per-lahan2 dia memegang kemaluan ku dengan kedua jarinya dan menuruni kepalanya, dengan tangan yang satu lagi dia meneteskan Baby Oil itu dikelapa kemaluan ku, senyumnya tidak pernah melepaskan wajahnya yang cantik. “Tante pakein ini supaya rada licin, kamu pasti suka deh” katanya sembari mengedipkan sebelah matanya.

Malunya setengah mati, belum ada orang yang pernah melihat kemaluan ku, apa lagi memegangnya. Hatiku berdebar dengan kencang dan wajahku merah karena malu. Tapi sentuhan tangannya terasa halus dan hangat. “Jangan takut J.D., kamu rebahan saja”, ujarnya membujuk ku. Setelah sedikit tenang mendengar suaranya yang halus dan memastikan, aku mulai dapat menikmati elusan tangannya yang lembut.

Tangannya sangat mahir memainkan kemaluanku, setiap sentuhannya membuat kemaluan ku bergetar dengan kenikmatan dan jauh lebih enak dari sentuhan tanganku sendiri. “Lihat itu sudah mulai membesar kembali”, kemudian Tante Ina melumuri Baby Oil itu keseluruh batang kemaluan ku yang mulai menegang dan kedua bijinya. Kemudian Tante Ina mulai mengocokin kemaluan ku digenggamannya per-lahan2 sambil membuka lebar kedua pahaku dan mengusapi biji ku yang mulai panas membara.

Kemaluan ku terasa kencang sekali, berdiri tegak seenaknya dihadapan muka Tante Ina yang cantik. Perlahan Tante Ina mendekati mukanya kearah selangkangan ku, seperti sedang mempelajarinya. Terasa napasnya yang hangat berhembus dipaha dan dibijiku dengan halus. Aku hampir tidak bisa percaya, Tante Ina yang baru saja ku khayalkan, sekarang sedang berjongkok diantara selangkanganku.

Setelah kira2 lima menit kemudian, aku tidak dapat menahan rasa geli dari godaan jari2 tangannya. Pinggulku tidak bisa berdiam tenang saja diranjang dan mulai mengikuti setiap irama kocokan tangan Tante Ina yang licin dan berminyak. Belum pernah aku merasa seperti begitu, semua kenikmatan duniawi ini seperti berpusat tepat di-tengah2 selangkanganku.

Mendadak Tante Ina kembali berkata ” Ini pasti kamu sudah hampir keluar, dari pada nanti kotorin ranjang Tante hisap saja yah”. Aku tidak mengerti apa yang dia maksud. Dengan tiba2 Tante Ina mengeluarkan lidahnya dan menjilat kepala kemaluan ku lalu menyusupinya perlahan kedalam mulutnya.

Hampir saja aku melompat dari atas ranjang. Karena bingung dan kaget, aku tidak tahu harus membikin apa, kecuali menekan pantatku keras kedalam ranjang. Tangannya segera disusupkan kebawah pinggulku dan mengangkatnya dengan perlahan dari atas ranjang. Kemaluanku terangkat tinggi seperti hendak diperagakan dihadapan mukanya. Kembali lidahnya menjilat kepala kemaluan ku dengan halus, sembari me-nyedot kedalam mulutnya.

Bibirnya merah merekah tampak sangat seksi menutupi seluruh kemaluan ku. Mulut dan lidahnya terasa sangat hangat dan basah. Lidahnya dipermainkan dengan sangat mahir. Matanya tetap memandang mataku seperti untuk meyakinkanku. Tangannya kembali menggenggam kedua bijiku. Kepalanya tampak turun naik disepanjang kemaluan ku, aku berasa geli setengah mati. Ini jauh lebih nikmat daripada memakai tangannya.

Sekali2 Tante Ina juga menghisap kedua bijiku bergantian dengan gigitan2 kecil. Dan perlahan turun kebawah menjilat lubang pantatku dan membuat lingkaran kecil dengan ujung lidahnya yang terasa sangat liar dan hangat.

Aku hanya dapat berpegangan erat kebantal ku, sembari mencoba menahan rintihanku. Kudekap mukaku dengan bantal, setiap sedotan kurasa seperti yang aku hendak menjerit. Napasku tidak dapat diatur lagi, pinggulku menegang, kepalaku mulai pening dari kenikmatan yang berkonsentrasi tepat diantara selangkanganku. Mendadak kurasa kemaluan ku seperti akan meledak.Agen Domino 99 Terpercaya

Karena rasa takut dan panik, kutarik pinggulku kebelakang. Dengan seketika, kemaluan ku seperti mempunyai hidup sendiri, berdenyut dan menyemprot cairan putih yang lengket dan hangat kemuka dan kerambut Tante Ina. Seluruh badanku bergetar dari kenikmatan yang tidak pernah kualami sebelumnya. Aku tidak sanggup untuk menahan kejadian ini. Aku merasa telah berbuat sesuatu kesalahan yang sangat besar.

Dengan napas yang ter-engah2, aku meminta maaf kepada Tante Ina atas kejadian tersebut dan tidak berani untuk menatap wajahnya. Tetapi Tante Ina hanya tersenyum lebar, dan berkata “Tidak apa2 kok, ini memang harus begini”, kembali dia menjilati cairan lengket itu yang mulai meleleh dari ujung bibirnya dan kembali menjilati semua sisa cairan itu dari kemaluan ku sehingga bersih. “Tante suka kok, rasanya sedap”, tambahnya.

Dengan penuh pengertian Tante Ina menerangkan bahwa cairan itu adalah air mani dan itu wajar untuk dikeluarkan sekali2. Kemudian dengan penuh kehalusan dia membersihkanku dengan handuk kecil basah dan mencium ku dengan lembut dikeningku.

Setelah semuanya mulai mereda, dengan malu2 aku bertanya “Apakah perempuan juga melakukan hal seperti ini?”. Tante Ina menjawab “Yah, kadang2 kita orang perempuan juga melakukan itu, tapi caranya agak berbeda”. Dan Tante Ina berkata yang kalau aku mau, dia dapat menunjukkannya. Tentu saja aku bilang yang aku mau menyaksikannya.

Jari2 tangan Tante Ina yang lentik dengan perlahan mulai membuka kancing2 bajunya, memperagakan tubuhnya yang putih. Waktu kutangnya dibuka buah dadanya melejit keluar dan tampak besar membusung dibandingkan dengan perutnya yang mengecil ramping. Kedua buah dadanya bergelayutan dan bergoyang dengan indah.

Dengan halus Tante Ina memegang kedua tanganku dan meletakannya diatas buah dadanya. Rasanya empuk, kejal dan halus sekali, ujungnya agak keras. Putingnya warna coklat tua dan agak besar. Tante Ina memintaku untuk menyentuhnya. Karena belum ada pengalaman apa2, aku pencet2 saja dengan kasar. Tante Ina kembali tersenyum dan mengajariku untuk mengelusnya per-lahan2. Bandar Judi Online

Cerita seks — Putingnya agak sensitif, jadi kita harus lebih perlahan disana, katanya. Tanganku mulai me-raba2 tubuh Tante Ina yang putih bersih itu. Kulitnya terasa sangat halus dan panas membara dibawah telapak tanganku. Napasnya memburu setiap kusentuh bagian yang tertentu. Aku mulai mempelajari tempat2 yang disukainya.

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI :

Cerita Dewasa Jadi Korban Rayuan Adik Suamiku

Cerita Dewasa Jadi Korban Rayuan Adik Suamiku | Rajangocok.com

RajaNgocokCerita Dewasa Jadi Korban Rayuan Adik Suamiku – Nama saya Diana. Saya sedang bingung sekali saat ini. Saya tidak tahu harus melakukan apa. Karenanya saya akan mencoba menceritakan sedikit pengalaman hidup saya yang baru saya hadapi baru-baru ini.

Saya menginap 27 tahun. Saya sudah berkeluarga dan sudah memiliki anak satu. Saya menikah dengan seorang pria bernama Niko. Niko adalah suami yang baik. Kami hidup berkecukupan. Niko adalah pengusaha yang sedang meniti karir.

Karena kesibukannya, dia sering pergi keluar kota. Dia kasihan kepada saya yang tinggal sendiri dirumah bersama anak saya yang menghadiri 2 tahun. Karenanya ia lantas mengundang adiknya yang termuda bernama Roy yang dibuka 23 tahun untuk tinggal bersama kami. Roy adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di sebuah PTS. Kehidupan rumah tangga saya bahagia, hingga acara terakhir yang saya alami.

Selama kami menikah Kehidupan seksual kami menurut saya normal saja. Saya tidak tahu apa yang harus diselesaikan dengan orgasme. Tahulah, saya dari keluarga yang kolot. Memang di SMA saya mendapat pelajaran seks, tetapi itu hanya sebatas teori saja. Saya tidak tahu apa yang dinamakan orgasme.

Saya memang menikmati seks. Saat kami melakukan aku memperbaiki nikmat. Namun tidak berlangsung lama. Suami saya mengeluarkan spermanya hanya dalam 5 menit. Kemudian kami berbaring saja. Selama ini saya sangka selama seks. Sampai anak kami lahir dan sekarang sudah mencapai dua tahun. Dia seorang anak laki-laki yang lucu.

Di rumah kami tidak memiliki pembantu. Karenanya, saya yang mengelola semua rumah yang dikelola oleh Roy. Roy adalah pria yang rajin. Secara fisik dia lebih ganteng dari suami saya. Saat kompilasi saya kamar Roy, tidak sengaja saya melihat buku Penthouse miliknya. Saya terkejut mengerti Roy yang saya kira alim ternyata menyenangi membaca majalah ‘begituan’.

Lebih terkejut lagi kompilasi saya membaca isinya. Di Penthouse ada bagian bernama Penthouse Letter yang isinya adalah cerita tentang fantasi atau pengalaman seks seseorang. Saya seorang tamatan perguruan tinggi juga yang memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang cukup baik.

Saya tidak menyangka itu disebut seks oral. Dimana pria me’makan ‘bagian yang paling intim dari seorang wanita. Dan wanita melakukan hal yang sama pada mereka. Sejak saat itu, saya sering diam di kamar Roy untuk pergi-curi baca cerita yang ada di majalah tersebut.

Saat aku sedang sibuk membaca majalah itu, bukan aku sadari Roy datang ke kamar. Ia kemudian menyapa saya. Saya malu setengah mati. Saya salting dibuatnya. Tapi Roy tampak tenang saja. Saat saya keluar dari kamar ia menerima saya.

Saya duduk di sofa di ruang TV. Ia mengambil minum dua gelas, kemudian duduk disamping saya. Ia memberikan satu gelas kepada saya. Saya heran, saya tidak menyadari bahwa saya sangat senang saat itu. Kemudian ia mengundang saya berbicara tentang seks. Saya malu-malu meladeninya. Tapi ia sangat pengertian. Dengan sabar ia menjelaskan jika ada yang masih belum saya ketahui.

Tanpa disadari ia telah membuat saya merasa aneh. Gembira saya rasa. Semua yang saya cari. Saya berusaha menolak. Saya mengatakan itu adalah istri yang setia. Ia kemudian memberikan argumentasi bahwa seseorang baru menganggap tidak setia saat melakukan coitus. Yaitu dimana sang pria dan wanita melakukan hubungan seks dengan penis pada liang kewanitaan.

Ia kemudian mencium bagian kemaluan saya. Saya mendorong disetujui. Tangannya lalu menyingkap daster saya, sementara tangan yang lain menarik lepas celana dalam saya. Ia lalu melakukan oral seks pada saya. Saya masih mencoba untuk mencoba mendukung dengan tangan saya. Namun demikian. Saya hanya bisa diam. Saya ingin meronta, tetapi saya merasakan hal yang sangat lain.

Tidak lama saya mengalami sesuatu yang belum pernah saya alami seumur hidup saya. Saya mengerang pelan. Kemudian dengan lembut menyuruhnya untuk berhenti. Ia masih belum mau melepaskan saya. Tapi kemudian anak saya menangis, saya meronta dan pindah ingin melihat anak saya. Barulah ia melepaskan pegangannya. Saya berlari menenangkan anak saya dengan beragam perasaan bercampur menjadi satu.

Saat aku kembali, dia hanya tersenyum. Saya tidak tahu harus bagaimana. Ingin saya menamparnya ketika mengingat itu benar? Namun niat itu saya urungkan. Toh ia tidak memperkosa saya. Saya lalu duduk di sofa kali ini. Lama saya berdiam diri.

Ia yang kemudian memulai memulai. Katanya itulah saya adalah seorang wanita baru. Ya, saya memang merasakan itu saya seakan-akan wanita baru saat itu. Perasaan saya bahagia Jika tidak ingat suami saya. Ia mengatakan bahwa perasaan yang saya alami adalah orgasme. Saya baru meragukan saat saya sudah sangat ragu saat terindah disetiap kesempatan bersama suami saya.

Hari kemudian berlalu seperti biasa. Sampai pada saat suami saya pergi ke luar kota lagi dan anak saya sedang tidur. Saya akui saya memulai dengan sebab sekarang saya sangat ingin itu terulang kembali. Toh, ia tidak melakukan hal yang lain.

Saya duduk di sofa dan menunggu dia keluar kamar. Tapi dia sedang sibuk belajar di kamar. Mungkin dia akan menghadapi mid-test atau semacamnya. Saya lalu mencari yang bisa dibicarakan. Saya kemudian memutuskan untuk mengantarkan minuman ke kamar.

Disana ia duduk di tempat tidur sambil membaca buku kuliahnya. Saya katakankan dia jangan lupa istirahat sambil meletakkan minuman diatas meja belajarnya. Ketika saya meminta izin keluar, ia meminta dia sudah selesai belajar dan memang harus beristirahat sejenak. Ia lalu mengajak saya ngobrol. Saya duduk ditempat tidur lalu mulai berbicara.

Tidak saya sadari mungkin karena saya lelah seharian, saya sambil berbicara lantas merebahkan diri diatas tempat tidurnya. Ia mengembalikan bicaranya. Terkadang menjawab memegang tangan saya sambil berbicara. Saat itu pikiran saya mulai melayang teringat kejadian beberapa hari yang lalu.

Melihat saya terdiam dia mulai mencium tangan saya. Saat aku sadar, telah berhasil pada kedua belah paha aku, sementara sudah selesai di antara selangkangan aku. Oh, sangat nikmatnya. Kali ini saya tidak melawan sama sekali. Saya menutup mata dan menikmati momen tersebut.

Nafas aku semakin memburu saat aku merasakan itu aku selamat klimaks. Tiba-tiba saya mengalami Selamat terangkat. Saya membuka mata. Mata saya terbelalak saat memandang ia belum mengenakan bajunya. Mungkin ia melepaskannya diam-diam saat aku menutup mata tadi.

Tidak tahu apa yang harus dilakukan saya hanya menganga saja seperti orang bodoh. Saya lihat ia sudah tegang. Oh, tambah saya ingin semua berakhir nikmat seperti minggu lalu. Tangan kirinya kembali bermain diselangkangan saya sementara diselesaikan perlahan-lahan

Perasaan nikmat kembali bangkit. Tangan kanannya lalu melolosi daster saya. Saya telanjang bulat sekarang kecuali bra saya. Tangan kirinya meremasi buah dada saya. Saya mengerang sakit. Tangan saya mendorong advokasi, saya katakan apa sih maunya. Dia hanya tersenyum.

Saya mendorongnya pelan dan berusaha untuk bangun. Mungkin karena intuisinya mengatakan bahwa aku tidak akan melawan lagi, ia meminggirkan badannya. Dengan cepat saya membuka kutang saya, lalu rebah kembali. Ia tersenyum setengah tertawa. Dengan sigap ia sudah berada di atas tubuh saya kembali dan mulai mengisikan susu saya sambil tangan kanannya kembali memberi tahu seluruh selangkangan saya dan tangan kirinya mengusapi seluruh tubuh saya.

Selama kehidupan perkawinan saya dengan Niko, ia tidak pernah melakukan hal-hal seperti ini saat kami melakukan hubungan seks. Seakan-akan seks itu adalah buka, mulai, keluar, selesai. Saya merasakan diri saya bagaikan mutiara dihadapan Roy.

Kemudian Roy mulai mencium bibir saya. Saya balas dengan penuh gairah. Sekujur tubuh saya terasa panas sekarang. Kemudian saya rasakan alatnya mulai mencari-cari jalan masuk. Dengan tangan kanan saya, saya bantu ia menerima. Saat semua sudah di tempat, ia mulai mengayuh perahu cinta kami dengan gembira.

Kedua mendesak tidak henti-hentinya mengusapi tubuh dan dada saya. Saya hanya bisa memejamkan mata saya. Aduh, nikmatnya bukan kepalang. Tangannya lalu mengalungkan kedua tangan saya pada lehernya. Saya Membuka mata saya. Ia menatap mata saya dengan sejuta arti. Kali ini saya tersenyum. Ia balas tersenyum. Mungkin karena gemas melihat saya, bibirnya lantas kembali memagut.

Oh, aku merasakan berhasil telah tiba. Kedua tangan saya menarik agar lebih merapat. Dia mengerti situasi saya saat itu. Ini dibuktikannya dengan memutakhirkan permainan. Ahh, saya mengerang pelan. Kemudian saya mendengar nafasnya menjadi berat dan melepaskan erangan saya menerima sumbangan saya melepaskan cairan hangat.

Sejak saat itu, saya dan dia selalu menunggu kesempatan di mana suami saya pergi keluar kota untuk dapat menerima kembali tindak terkutuk itu. Betapa nafsu telah mengalahkan segalanya. Setiap kali akan bercinta, saya selalu memaksakan untuk melakukan seks oral untuk saya. Tanpa itu, saya tidak bisa hidup lagi. Saya benar-benar memintanya.

Dia juga sangat pengertian. Dia melakukan hubungan seks, dia tetap melakukan hubungan seks oral untuk saya. Saya benar-benar sangat sempurna olehnya.

Ceritanya dulu suami saya Niko punya komputer. Kemudian oleh Roy disetujui agar diterima internet. Menurutnya juga bisa dipakai untuk berbisnis. Suami saya setuju saja. Pernah Roy melihat saya melihati Niko saat dia menggunakan internet, kemudian dia bertanya kepada saya, apa saya kepingin tahu.

Niko yang mendengarkan lalu menyuruh Roy untuk mengajari saya menggunakan komputer dan internet. Pertama-tama saya suka karena banyak yang menarik. Hanya tinggal tekan tombol saja. Bagus sekali. Tapi saya mulai lagi karena saya tidak mengerti lagi mau ngapain lagi.

Saat mengaku Roy lalu menunjukkan ada yang disebut Newsgroup di internet. Saat pertama kali baca saya terkejut sekali. Banyak berita dan pendapat yang menarik. Namun waktu saya tidak terlalu banyak. Saya harus mengurus anak saya. Dia baru dua tahun. Saya sayang sekali disetujui. Terima kasih sudah tersenyum.

Saya tidak mengerti program ini. Hanya Roy ajarkan jika mau menulis tekan tombol ini. Terus begini, terus begini, dan seterusnya. Tapi saya tidak punya cerita-cerita sama dia kalau kemarin saya sudah kirim berita ke Newsgroup. Takut dia marah sama saya. Saya hanya bingung mau cerita sama siapa. Masalahnya saya benar-benar sudah terjerumus. Saya tidak tahu bagaimana harus menghentikannya.

Kini saya bagaikan memiliki dua suami. Saya memutuskan dengan baik oleh perantara. Saya sangat senang saya. Saya juga sangat menghargai suami saya. Namun, saya tidak bisa melupakan kenikmatan yang telah diperkenalkan oleh Roy kepada saya.

Suami saya tidak pernah curiga sebab Roy tidak berubah saat suami saya ada di rumah. SEBELUM Niko sudah keluar kota, dia diperlakukan saya telah diajarkan. Dia bahkan tidak pernah mencoba untuk dilakukan di kamar kami Saya menolak dengan keras. Biar apa pun aku akan sangat membantu bila ditanyakan tentang tempatku dan Niko menjalin hubungan yang berdasarkan cinta.

Saya katakan dengan tegas kepada Roy bahwa dia harus menuruti saya. Dia hanya mengangguk saja. Saya yang bertanggung jawab atas alasannya. Saya tidak pernah menyadari bahwa saya salah. Benar-benar salah.

Suatu kali saya disuruh untuk melakukan oral seks. Saya benar-benar terkejut. Saya tidak dapat membayangkan apa yang harus saya lakukan atas ‘alat’nya. Saya menolak, tetapi dia terus mengganti saya. Karena aku tetap tidak mau menuruti kemauannya, maka akhirnya ia menyerah.

Kejadian ini berlangsung beberapa kali, dengan akhir dia mengalah. Sampai terjadi pada suatu hari di mana saat ini saya menolak kembali dia ditolak untuk tidak melakukan seks oral untuk saya. Saya bisa menikmati hubungan seks kami jika dia melakukan seks oral untuk saya sebelumnya. Agen Judi Online

Cerita Seks – Saya tolak, karena saya pikir dia tidak serius. Saya pikir itu dia masih meminta seks. Ternyata dia benar-benar melakukan tantangannya. Dia bahkan tidak mau melakukan hubungan seks lagi dengan saya. Saya bingung sekali. Saya membutuhkan cara untuk melepaskan diri dari kerumitan sehari-hari. Bagi saya, seks merupakan alat yang dapat membantu saya menghilangkan beban pikiran.

BINA CERITA KELANJUTANYA DISINI:

Cerita Dewasa Anak Tante yang kuhamili

Cerita Dewasa Anak Tante yang kuhamili| Rajangocok.com

RajaNgocok – Cerita Dewasa Anak Tante yang kuhamili – Cerita ini merupakan kejadian nyata yang pernah kualami, Perkenalkan nama saya adalah feri,saya seorang pria dengan umur 21 thn. kejadian tak pernah kulupakan seumur hidupku terjadi saat saya berumur 14 thn.saya merupakan anak pertama dari 3 bersaudara,dan semua saudara kandung saya laki-laki semua.Tetapi pada tahun 2004 salah satu sepupu perempuan saya,yg merupakan anak tante saya sendiri tinggal dirumahku.Karena dia ingin sekolah sma dikotaku. dia bernama anti,dia gadis yang bisa dibilang lumayan cantik.dengan tinggi badan 167 cm,kulit putih rambut lurus.pokoknya yang liat dia dijamin bakal naksir.

RajaNgocok — Cerita Dewasa Anak Tante yang kuhamili — Cerita ini merupakan kejadian nyata yang pernah kualami, Perkenalkan nama saya adalah feri,saya seorang pria dengan umur 21 thn. kejadian tak pernah kulupakan seumur hidupku terjadi saat saya berumur 14 thn.saya merupakan anak pertama dari 3 bersaudara,dan semua saudara kandung saya laki-laki semua.Tetapi pada tahun 2004 salah satu sepupu perempuan saya,yg merupakan anak tante saya sendiri tinggal dirumahku.Karena dia ingin sekolah sma dikotaku. dia bernama anti,dia gadis yang bisa dibilang lumayan cantik.dengan tinggi badan 167 cm,kulit putih rambut lurus.pokoknya yang liat dia dijamin bakal naksir.

Setelah beberapa bulan berjalan,ternyata dia jadi idola para cowok disekolahnya.sering dia dianter pulang sama cowok dan biasanya sampai si cowok maen kerumahku.singkat cerita,saat itu rumahku dalam keadaan sepi karena ortuku sama adik-adikku pergi untuk menghadiri acara pernikahan saudara diluar kota.saat itu aku sedang tidur dikamar dan tiba-tiba terdengar ada suara motor yang parkir diteras depan rumahku.terus aku intip dari jendela kamarku.ternyata itu suara motor cowoknya anti yang sedang mengantar pulang anti.sampai dirumah ternyata si cowok itu gak langsung pulang dan mampir dirumahku.aku terus mengintip dia dan akhirnya mereka masuk ke ruang tamu.

erus aku intip apa yang mereka lakukan.dan ternyata sekarang sepupuku itu lagi mesra-mesraan.aku liat mereka sedang ciuman bibir dan terus aku lihat sampai si cowok itu berhasil membuka bra sepupuku itu.aku kaget setengah mati,ternyata sepupuku yang terlihat pendiam,alim mau begituan juga.mungkin sepupuku itu berfikir bahwa dirumah tidak ada orang sama sekali dan dia gak menyadari kalau aku dirumah.setelah puas menghisap puting anti,cowok itu kemudian mulai membuka rok anti.aku sendiri ikut terangsang melihat adegan nyata itu.bodi anti yang semok,puting anti yang masih merah merona dan paha anti yang putih mulus membuat penisku pun ikut berdiri.tanpa sadar aku mengocok penisku sendiri sambil melihat adegan itu.aku liat si anti mulai kelojotan menahan kenikmatan karena vaginanya dijilat cowoknya. pada saat itu anti sudah tidak memakai pakaian sehelai pun.dan akhirnya cowoknya anti mulai mengarahkan penisnya kevagina anti.perlahan tapi pasti penisnya mulai memasuki vagina anti.dan akhirnya masuk semua penisnya kevagina sepupuku itu.pada saat itu pun aku sangat bernafsu dan semakin cepat mengocok penisku sendiri.akhirnya keluar sperma ku dan kusudahi aksi ngintipku itu.aku pun kembali kekamar dan tidur.

Semenjak kejadian itu,aku sering membayangkan bisa menikmati tubuh sepupuku itu.berbagai rencana telah aku rencanakan,tetapi belum ada yang pas.aku pun sering menyelinap masuk kekamar sepupuku pada saat tengah malam.saat dia sedang tidur pulas,aku hanya berani memandangi wajah cantiknya sambil ngocok penisku.aku sama sekali tidak berani menyentuh dia karena takut terbangun.apa jadinya kalau dia terbangun saat aku bertindak begituan sama dia,bisa-bisa dia teriak dan keluargaku tau,kan bisa jadi kasus yang memalukan.Sampai suatu hari aku menemukan ide untuk bisa menikmati tubuh sepupuku itu.yaitu dengan cara membeli obat tidur yang dosisnya cukup tinggi.jadi saat aku menggrayangi tubuh anti,dia gak bakalan bangun dan tak sadar.

Singkat cerita aku telah membeli obat tidur itu.Rencana itu sudah aku rencanakan jauh-jauh hari.Saat ortu dan adik-adikku tidak ada dirumah aku siap melancarkan niat bejatku itu.saat itu hanyalah aku dan anti yang berada dirumah.saat anti sedang makan,aku mendekati dia.aku basa-basi dengannya, ” mbak,tolong bikinin aku telor goreng sih”.terus anti menjawab “bikin telor goreng aja nyuruh mbak,mang kamu bikin sendiri gak bisa apa fer??”. ” yeh lagi males nih mbak,,lagian aku juga ingin mencicipi telor goreng bikinan mbak” kataku.”iya deh mbak bikinin”.

Akhirnya anti meninggalkan piringnya yang belum selesai makannya.waktu liat piring anti,aku gak sia-siakan kesempatan ini.aku campurkan obat tidur dosis tinggi itu kepiring anti.beberapa saat kemudian anti kembali,” tuh telor pesanmu dah jadi”,” makasi ya mbak” kataku.Anti pun melanjutkan sisa makannya dengan tidak sadar bahwa makanannya telah aku beri obat tidur.setelah selesai makan,anti pun menuju kamar dengan sempoyongan.mungkin karena reaksi obat tidur itu.aku pun mengikuti perlahan dari belakang dan ternyata dia dah tidur lelap di atas ranjang.terus aku masuk kekamarnya.

Karena aku masih ragu dengan kehebatan obat itu. untuk membuktikannya aku coba membangunkan anti dengan cara aku tampar mukanya dan ternyata tidak ada tanda-tanda dia mau bangun.aku pun mengunci kamar dan mulai melakukan aksiku.kucopot satu persatu pakaianku,sampai akhirnya aku pun bugil.terus aku mulai berani menyentuh tubuh sepupuku itu.perlahan-lahan aku mulai menggesekan batang kemaluan ditelapak kakinya.kontolku pun langsung berdiri tegak,layaknya roket yang siap diluncurkan.aku mencium kening sepupuku itu dan berbisik “maafin aku ya mbak,tapi aku butuh tubuh mbak”.anti pun masih tertidur pulas.terus aku cium bibirnya dengan nafsu.mulai melepaskan baju dan bra nya. Agen Judi Online

cerita seks — Aku hisap putingnya dan mengocok penisku diantara kedua payudaranya dengan nafsu.terus aku buka rok dan cd nya.dan akhirnya sepupuku itu tidak memakai pakaian sehelai benang pun.aku jilat vaginanya,trasa wangi.mungkin karena dia rajin merawat vaginanya.setelah puas menjilati vagina anti,aku pun sudah tidak sabar lagi untuk menikmati lubang kenikmatan anak tanteku itu.aku angkat kedua pahanya,terus aku ganjel pantatnya dengan bantal supaya posisi vaginanya agak tinggi.

BACA CERITA KELAJUTANNYA DISINI : 

Design a site like this with WordPress.com
Get started