Cerita Dewasa Terbaru Bu Eka Tukang Lulur Istriku Begitu Bergairah

Cerita Dewasa Terbaru Bu Eka Tukang Lulur Istriku Begitu Bergairah | Rajangocok.com

RajaNgocok — Cerita Dewasa Terbaru Bu Eka Tukang Lulur Istriku Begitu Bergairah — Kring.., kring..!, Telepon di ruang kerjaku berdering. “Hallo, pap. Mamah pulangnya agak malam, Istri pemilik usaha ini, minta di temani jalan.” Dan bla-bla-bla, istriku ngoceh terus. Tapi yang penting buatku, katanya dia tidak enak dan kasihan sama Bu Eka (tukang lulur). Daripada ngebatalin, ya udah.., akhirnya aku yang menggantikan istriku luluran.

Jam 04.00 sore aku sampai di rumah. Rupanya Bu Eka belum datang. Jadi aku sempat makan sedikit. Belum habis makanannya, Bu Eka sudah berada di muka pintu gerbang. Karena sudah biasa, dia langsung masuk dan membereskan kamar olah raga (biasanya di pakai istriku untuk senam dan luluran). Sebelumnya pembantuku, Ning namanya sudah aku beritahu, kalau istriku tidak luluran, yang luluran aku. Sambil membawa air putih, pembantuku menyampaikan, kalau Bu Eka sudah menungguku untuk luluran.

“Sore Bu..”, sapaku sambil membuka baju dan celana panjang. Tinggal memakai celana dalam saja. Mestinya seperti istriku, kalau luluran tidak memakai apa-apa. Tetapi karena aku cowok dan baru kali ini luluran, tidak enak juga rasanya, kalau ikutan polos. Bisa dibilang baru kali ini aku ngobrol banyak dengan Bu Eka. Katanya, dia sudah lama menjadi tukang lulur. Kira-kira 10 tahun dan menjadi tulang punggung keluarga. Dia bercerai dengan suaminya sudah 5 tahunan dengan menanggung 2 anak remaja. Sambil tiduran (karena di lulur), aku perhatikan Bu Eka. Umurnya kira-kira 45 thn. Kulitnya putih (turunan chinese), tingginya kira-kira 165 cm, beratnya 60 kg, dan berwajah menarik. Sekali-kali Bu Eka menunduk, sambil menggosok badanku dengan lulur, wah.., tangan Bu Eka ini termasuk lembut juga. Mungkin karena tiap hari ngelulurin, jadi lembut kali. Aku benar-benar tidak menyangka kalau Bu Eka memiliki payudara yang besar. BH-nya berukuran kira-kira 38D. Sampai-sampai brung di bawah pusarku bergetar, terangsang. Ingin rasanya memasukkannya ke dalam lubang kemaluan Bu Eka. Tapi aku tidak mempunyai keberanian untik itu, takut ketahuan istri, bisa gawat! Sambil nyoba-nyoba aku pancing-pancing Bu Eka.

“Bu.., pernah nggak ngelulur laki-laki?”, sambil bertanya aku sibakkan celana dalam. Maksudnya supaya dia ngelulur juga selangkaanku.
 “Sering Pak, Malah ada anak remaja, beberapa langganan saya suaminya juga sering luluran”.
 “Nggak malu Bu? Kalau sampe ada yang buka celana, trus ibu pasti liat barang terlarang khan?”, Coba-coba kupancing dia. Nah.., kelihatannya dia sudah mulai terbawa suasana hot.
 Sambil ketawa dia bilang, “Ya.., nggak dong Pak, khan ngeliat aja, nggak di apain, paling dipegang aja”. Nah.., feelingku mulai merasa ini bisa dimainkan juga. Pikiran kotorku mulai beraksi.
 “Kalau gitu, saya buka celana dalamnya ya.., bu? Biar bisa di lulur di selangkangan, kan dakinya banyak di situ”. Tanpa banyak ba.., bi.., bu.., celana dalam kulepas, kini aku bugil di depan Bu Eka, dengan penisku yang mendongak ke atas. Berdiri tegak dengan jantannya. Kulihat ekspresi mukanya sedikit, entah kaget atau takjub, melihat penisku yang besar dan panjang.

“Lho.., kog? Udah gede.., Pak, adik kecilnya” katanya, tapi matanya tetap tidak berkedip memandang penisku. Mulai terbakar birahinya. Bandara Judi Online

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI : 

Cerita Dewasa Tante Betty Menggodaku

Cerita Dewasa Tante Betty Menggodaku | Rajangocok.com

RajaNgocokCerita Dewasa Tante Betty Menggodaku Suasana rumah Tante Betty petang masih lengang. Hanya tampak satu sepeda motor milik Randy dan mobil Kijang terbaru yang baru saja garasi. Randy dan kakaknya, Susan, berlibur di rumah Tante Betty untuk mengisi liburan kenaikan kelas. Tante Betty sebagai wanita sukses sering kesepian karena ia belum bersuami. Ia sangat senang mengunjungi ponakan-ponakannya mengunjungi rumah, menunggu sampai menginap seperti yang dilakukan anak-anak dari kakak pertama dan semuanya itu.

Susan baru saja pulang dari rumah. Melihat tempat tinggal sedang tidur sedang masuk kamar. Matanya tampak sembab menandakan ia baru saja menangis. Meskipun jauh-jauh hari Susan sudah mengalami perubahan sikap Ari, namun tetap saja kaget dengan keputusan kekasihnya itu untuk tidak memutuskan hubungan mereka lagi. Selain itu di telepon tadi, Ari yang mengatakan bahwa mereka tidak cocok untuk dibuat-buat saja. Tapi Susan juga bukan gadis yang lemah. Baginya, tidak ada alasan untuk menjadi gadis yang diusung cengeng yang telah menginjak kebebasan belas.
Pintu kamar Susan tiba-tiba saja terbuka. Kepala Randy muncul dari balik pintu sambil tersenyum.

? Baru datang, Kak ??, tanya Randy sambil ngeloyor masuk sementara kakaknya sedang berganti pakaian. Randy Berjalan acuh tak acuh.
? Iya ..?, Jawab Susan singkat. Pikirannya masih sumpek dengan kejadian tadi siang. Segera saja direbahkan badannya di kasur setelah ganti baju perginya dengan daster tipis.
? Kok, lesu gitu .., Kenapa ??, Randy yang baru kelas dua SMP itu menghampiri Susan. Ia juga kemudian merebahkan badannya disamping kakaknya tersebut. Susan hanya diam saja seolah tidak mendengar pertanyaan adiknya. Matanya menerawang melihat langit-langit kamar. Randy pun akhirnya memperhatikan sepupunya tersebut. Susan memang benar-benar cantik. Kadang-kadang ia lebih senang kalau Susan bukan saudaranya. Mungkin karena memuji ia tanpa sadar mengagumi tubuh Susan. Entah Akhir-akhir ini minatnya terhadap wanita semakin meningkat. Ia bahkan lebih suka sekali melihat-lihat pose wanita di majalah kosmopolitan milik kakaknya itu. Lebih baik jadi terangsang dan siap di kamar mandi.

Sret ..?, Sepersekian posisi kedua tangan Susan bergerak memangku posisi sendiri dan tanpa lengan sadari di dadanya menjadi terbuka. Melihat hal demikian Randy jadi sedikit canggung. Ia kebingungan sekaligus menyukai pemandangan itu. Randy agak berdebar-debar kompilasi ia lebih jelas melihat lekuk buah dada kakaknya yang tampak ranum dan indah. Apalagi tampak tonjolan puting di balik daster tipis itu. Batang kon ** lnya terasa sedikit mengeras.
Karena mendorong hasratnya, Randy memberanikan diri membuka landai tubuh Susan. Ia merangkul nilai kakaknya tersebut. Selamat menikmati. Air telanjang mulai keluar dan ia segera membalikkan badan membelakangi adiknya. Ia tidak mau menangis di hadapan Randy. Posisi demikian membuat Randy bisa merangkul Susan dengan leluasa dari belakang.
? Kamu cantik deh .., malam ini ..?, Ucap Randy tanpa sadar. Susan pun hanya diam saja. Yang ia butuhkan saat ini adalah orang yang menyayanginya.
Randy kemudian berputar kembali ke putaran Susan. Gadis yang sedang tidur bersedih itu sedikit bergerak lebih dekat ke badannya ke dalam pelukan Randy. Ia ingin ada orang yang ingin dia disaat-saat seperti ini. Respon Susan membuat Randy berani bergerak dengan lembut untuk membantah buah dada sepupunya. Susan hanya memejamkan mata saja. Posisi tubuh yang berhimpitan membuat pikiran Randy semakin tidak menentu. Apalagi batang kon ** lnya yang berhimpitan dengan pantat Susan. Perlahan ia mulai meremas dengan buah dada halus sepupunya tersebut. Agen Judi online

cerita seks — Susan pun dalam kesulitan sedang tenang Menjadi sangat tenang karena adiknya suka mengerti kesedihannya. Ia tahan terhadap seorang sepupu. Ia juga bisa memakai telapak tangan Randy membelai-belai buah dadanya yang memang tidak memakai beha. Belaian Randy pada bagian yang sensitif tersebut membuat jantung Susan sedikit berdebar-debar. Tapi ia menganggap wajar, terima kasih sayang sepupunya tersebut.

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI:

Cerita Dewasa Perempuan simpanan ku yang bohai

Cerita Dewasa Perempuan simpanan ku yang bohai | Rajangocok.com

RajaNgocok — Cerita Dewasa Perempuan simpanan ku yang bohai — Ini asli cerita nyata kualami sendiri dan bukan karangan atau fiksi, Namaku daniel dan karyawan biro perjalanan di Jakarta. Waktu itu aq sedang bersantai di hotel di bilangan semanggi, menggunakan jatah menginap di hotel ini yang belum saya gunakan.

Malam hari setelah selesai makan malam aq duduk-duduk santai menikmati duduk di kedai kopi. Kulihat seorang cewek sedang duduk di sebelah temani secangkir kopi, sambil duduk-sambil melirik jam tanganya dan berkali-kali menengok ke arah pintu masuk. Rupanya dia sedang menunggu seseorang, pikirku.

Cewek itu berwajah manis, rambut sebahu, bibir sensual, berkulit sawo matang dan dadanya cukup berisi meskipun tidak terlalu besar. Sekian lama kuperhatikan (dia pun kadang melirik melihatku) aq rasanya nakisr juga deh. Dia adalah wanita muda yang tampan, hampir
1 jam lebih, dan tak lama kemudian kulihat dia dipanggil pelayan untuk membayar minumnya. Rupanya dia sudah akan beranjak pergi, barangkali kesal karena yang ditunggunya tak kunjung tiba. Sungguh sayang kalau tak sempat berkenalan, pikirku. Maka aku segera mengambil inisistif menghampirinya dan menyapanya:
“Malam, boleh kenalan nggak?” Tanyaku
Dia tersenyum dan menjawab

“Tentu boleh dong …” kuulurkan tanganku sambil menyebut namaku
“Daniel” dia menyambutnya dan berkata
“Aq puspa”
“Terima kasih mau kenalan, tapi kayaknya Puspa sudah nunggu seseorang ya?” Tanyaku.
“Iya Kak, janjian ma temen, katanya mau ketemu di sini, tapi di bohong ditungguin dari tadi nggak nongol-nongol. Dasar cowok brengsek, bikin kesal aja ”katanya dengan muka cemberut.
“Ya sudah, nggak usah kesal, mau nggak diminta aq temeni ya, mau mau buru-buru pulang ya?” Tanyaku.
“Nggak juga kok Kak .. Puspa sih lagi nggak ada acara, senang juga kalau kita ngobrol-ngobrol” harap menyambut tawaranku.
Selesai membayar minumannya, Puspa pindah duduk di mejaku. Kami ngobol sana sini layakanya orang yang baru kenalan.
“Papaku orang Ambon dan mama menado, tapi mama sudah meninggal dua tahun yang lalu. Aq tinggal sama Papa dan istri barunya, Tapi aq nggak cocok denganya dan sering ribut. Jadi aq sudah nggak betah tinggal denganya dan sekarang hampir 1 minggu aq tidur ditempat temanku di daerah cikini. Kak Daniel kayaknya baik deh, Puspa senang banget kalau punya Kakak seperti Kak Daniel. Puspa nggak punya kakak laki-laki, kakak beradik Puspa semua lima orang cewek semua ”katanya

“Kakak Puspa namanya Dista tinggal di belanda sama dengan orang bule, dan 1 adik Puspa bernama Karin. Adik Puspa yang ada di Jakarta yaitu Salma yang udah menikah, dan Tiara yang masih kecil, baru 13 thn ”Kami berdua terus ngobrol dan semakin hangat dan akrab mengasyikkan. Puspa rupanya sudah melupakan kekesalannya soal teman cowoknya yang tidak memenuhi janji.
“Oh iya, Puspa sudah makan belum? Ini kan sudah jam 9 malam ”tanyaku.
“Puspa masih kenyang kok” sahutnya.
Lalu ku usulkan
“Gimana kalau kita pesan makanan, apa aja buat temen ngbrol” tanyaku lagi.
“Tapi ini kan sudah malem di sini band dan penyanyi sudah mulai ribut, nggak enak juga ngbrolnya Kak. Berisik ”kata Puspa
“Kalau begitu kita pindah tempat aja ya, cari cari tempat makan yang enak dan nyaman” kataku
Dia diam saja nggak menjawab.

“Oke” kataku. ”Gimana kalau kita ngobrolnya di kamarku aja, kita pesan makanan dan minuman” kataku sambil berdoa, mudah-mengajak dia mengiyakanya
Soalnya aq sudah nggak sabar banget pengen lebih intim lagi bersamanya. Eh .. rupanya Puspa menyambutnya dengan baik.
“Iya kak, laki-laki juga mau pergi lagi ya. Oke deh kak, kita lanjut ngobrol di kamar kakak aja, biar bisa lebih santai.
Tak lama kemdian setelah minum aq, ku ajak dia naik lift sampai di lantai enam, terus ke kamarku, kamar 412.
“Wahh, enak banget kamarnya kak” katanya
“Sekarang kita pesan makanan dan minuman dulu deh, biar cepat di antar. Pupsa mau pesan apa? Aq sih mau pesan lamb chop ama bintang dingin ”kataku.
“Emm ,, enaknya pesen apa ya? gumanya. Jus pupsa melon aja kak, dan kalau bisa sama spagheti. Pupsa suka banget. “
Maka aku segera menelpon layanan kamar untuk pesan makanan dan minuman
“ Kak, Pupsa mau ke kamar mandi bentar ya… pengen pipis ”katanya.
Aq mengangguk sambil melangkah untuk membantu mengangkat lampu kamar mandi.
Tak lama kemudian, Puspa keluar dari kamar mandi dan menghampiri rak di mana tersedia termos elektrik dengan gelas-gelas dan kopi _ teh dan gula.
“Puspa bikinin kopi ya Kak” katanya
Aq mengiyakan dan Puspa meminta termos listrik dan tak lama kemdian 2 cangkir kopi sudah di seduhnya. Sementara itu aq sedang duduk bersandarkan bantal di atas tempat tidur sambil menonton tv. Puspa meghampiriku, lalu dia berkata,
“Puspa ikutan dong” dan dia langsung meloncat naik ke atas tidur dan duduk disampingku, ambil bantal lalu diganjalkan ke punggungnya.

Bau wangi tubuhnya langsung menyergap penciumanku, membuat kemaluanku terangsang dan mulai mengeras. Kugenggam tanganya dan kuicum punggung tanganya dengan lembut. Puspa tersenyum dan mendekat ke wahaku lalu mencium pipiku. Tiba-tiba di berkata.
“Kak Daniel sayang nggak sama Pupsa” tanyanya.
Aq tiba-tiba bingung juga dengan pertanyaanya karena baru beberapa menit kenalan, tapi dalam hatiku aq suka juga pada cewek ini. Aq mengangguk sambil tersenyum
“Yang Puspa butuhin kasih sayang kak” Puspa nggak butuh apa-apa dari kak Daniel, asal kak Daniel sayang sama aq” sambungnya.
“Kak Daniel juga suka sama Puspa, dan rasanya kita akan terus bersama deh” kataku.
Pupsa berkata lagi,
“Janji ya kak, Puspa aka jadi kekasih Kak Daniel, dan Puspa juga sayang sama kak Daniel” katanya. “Tapi, Puspa merasa nggak pantes deh sama kak Daniel dan belum tentu kak Daniel mau sama Puspa. Puspa merasa kotor, selama ini main sex bebas. Tapi biar giamana pun Puspa bukan cewek bisnis lho” katanya. ” Tapi, pokoknya sekarang Puspa mau jadi milik kak Daniel, dan Puspa janji nggak akan sama cowok lain lagi. Puspa udah mantep sama kak Daniel” sambungnya.
Kali ini Puspa sudah bangkit dan duduk menunggangi badanku yang setengah berbaring, sambil bibirnya melumat bibirku yang tentu saja ku sambut dengan semangat. Kubalas lumatanya dan kukulum lembut lidahnya yang menggairahkan. Hembusan nafasnya yang keluar dari hidungnya terasa harum ,erangsang. Yang tentunya membuat kemaluanku tegang mengeras habis-habissan sehingga kelihatan menonjol dari balik celanaku. Rupanya Puspa juga merasakannya, lalu dia berkata,
“Penis kak Daniel kok udah keras ya… hehehe..” yang langsung ku balas
“Kemaluan Puspa juga pasti sudah becek deh… yakin” kataku.
Tubuhku mulai terasa kepanansan, meskipun ac menghembus udara sejuk.
Tiba-tiba bel pintu berdering, room boy mengantarkan pesanan kami. Aq bangkit dan beranjak membukakan pintu sementara Puspa merapikan duduknya. Setelah makanan dan minuman tersaji di meja, aq berkata,
“Puspa, kita makan dulu yuk, keburu dingin kan nggak enak nanti: Puspa mengangguk sambil berkata,
“Kak Daniel udah lapar lagi ya? Tadi kan katanya udah makan”
“Nggak terlalu sih, tapi kan Puspa yang belum makan. Kak Daniel temenin deh. Laginya lamb chop ini kan nggak terlalu berat, dan kalau di tambah bir akan cukup nerkhasiat buat nanti” kataku
Puspa tersenyum sambil berkata,
“Emangnya kak Daniel nanti mau ngapain sih?” ..
“Ahh nggak ngapa-ngapain. Tapi kayaknya Puspa cerdas juga deh, dah bisa nebak” jawabku yang di balasnya dengan senyuman nakal.
“Sekarang, sebelum makan Puspa mau lepas baju dulu… panas banget” gumamnya sambil berjalan ke kamar mandi.
Begitu Puspa melangkah keluar dari kamar mandi gairahku terusik kembali dan langsung melambung melihat pemandangan yang begitu indah menggairahkan kalbu. Puspa hanya mengenakan BH dan celana dalam model thong warna hitam yang minim dan handuk di tenteng di tanganya. Wow… Bodynya sungguh indah luar biasa.
Puspa langsung duduk di kursi menghadap meja makanan, terus handuk yang di tentengnya di sampirkan menutup punggungnya untuk menahan hembusan angin sejuk dari AC.
“Wahh, sekarang kak Daniel jadi ikut kepanasan liat Puspa begitu” kataku sambil bangkit lalu ku lepas kaos dan celanaku dan kugantungkan di tempatnya.
Lalu aq ke kamar mandi, pengen pipis, terus ku cuci batang penisku pakai sabun. Habis itu aq keluar kamar mandi dengan bugil menghampiri Puspa. Puspa langsung terbelalak melihat batang penisku yang tegang mengeras sehingga terlihat bentuknya yang agak bengkok ke atas.
“Waoww” serunya sambil meraih batang penisku. Agen Judi Online

cerita seks — “Penis kak Daniel mantap deh, keren, bengkok lagi… iihhhhh, Puspa pokoknya suka banget deh. Rambutnya keriting rapi, lagi… Puspa mau yang ini duluan ahh… Puspa pengen ngulum-ngulum dulu ya kak” katanya sambil langsung memungkuk mendekatkan mulutnya ke batang kemaluanku dan mengulumnya dangan penuh gairah. Tanganya Puspa yang satunya menggenggam memainakn kantung buah zakarku dengan halus dan hangat.

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI : 

Cerita Dewasa Sex panas full foto Nikmat tapi dosa

Cerita Dewasa Sex panas full foto Nikmat tapi dosa | Rajangocok.com

RajaNgakak — Cerita Dewasa Sex panas full foto Nikmat tapi dosa — Sore itu selepas pulang kantor, Dony nampaknya seperti linglung, Rupanya ia sedang kesal atas sikap rekan sekerjanya tadi ketika meeting dengan dewan direksi membahas program yang ia ajukan.

Pada saat tanya jawab, salah seorang manager dari bagian keuangan yang bernama Ratna mengajukan berbagai pertanyaan yang menyudutkan dan cenderung menjegal semua ide-idenya. Dony menganggap semua itu sama sekali tidak relevan dengan apa yang ia presentasikan. Ia heran kenapa wanita itu selalu saja beroposisi dengannya dan selalu mempersulit setiap urusan yang ada kaitannya dengan unit kerja wanita itu.

Dony sendiri tak tahu kenapa sebabnya ia bersikap seperti itu padanya. Ia mengira-ngira apakah ini karena ia tak pernah begitu memperhatikannya padahal lelaki-lelaki lain di kantorku berlomba-lomba untuk menarik perhatian wanita yang selalu berpenampilan trendy dan menjurus seksi ini. Dony pun tak memungkiri bahwa Ratna merupakan wanita yang menarik, cantik dan pintar. Awalnya Dony tertarik juga kepadanya namun setelah melihat orangnya agak sombong dan meremehkan lelaki-lelaki yang mencoba mendekatinya, ia jadi kurang respek hingga akhirnya lebih banyak menghindar darinya.

Pikiran Dony masih tak karuan, matanya menatap kosong ke arah jalanan dari balik kaca mobilnya. Ia bingung sendiri. Mobilnya meluncur dengan kecepatan sedang tanpa arah. Jalanan yang biasa ia lalui menuju rumah telah kelewatan sejak tadi. Pulang ke rumah juga mau ngapain, pikir Dony. Anak dan istri lagi pulang kampung selama liburan sekolah ini. Katanya ingin berlibur di rumah kakek dan neneknya.

Tiba-tiba Dony membelokkan mobinya ke arah suatu tempat yang nampaknya seperti sebuah hotel. Nampak di pelataran parkir berjejer mobil-mobil mewah. Dony segera memarkirkan mobilnya di sana lalu turun dan berjalan ke sebuah bar yang terletak di samping lobby hotel itu. Ia langsung masuk.

Terdengar suara hingar bingar musik yang memekakan telinga begitu pintu terbuka. Dony berjalan tanpa melirik ke kiri kanan dan langsung duduk di sebuah kursi bar.

“Gin tonic in the rock,” pintanya tanpa pikir panjang kepada bartender.

Ia sendiri sebenarnya kaget juga mendengar ucapan dari mulutnya, padahal sudah bertahun-tahun sejak sebelum menikah ia tak pernah lagi menyentuh minuman beralkohol. Tetapi kenapa tiba-tiba ia memesan minuman seperti itu?

“Malam Boss,” sapa bartender itu dengan ramah sambil menyodorkan minuman pesanannya.

“Malam,” balas Dony seraya meraih gelas dan langsung menenggaknya sampai habis lalu menyodorkan lagi kepada bartender untuk minta tambah.

Bartender itu tersenyum melihat tingkah Dony. Rupanya ia sudah terbiasa melihat tingkah orang-orang seperti Dony ini di barnya.

“Suntuk kayaknya malem ini ya Boss,” k`tanya mencoba untuk mengajak ngobrol, sesuai dengan tugasnya sebagai bartender yang umumnya merupakan tempat untuk curhat bagi tamu-tamu bar.

“Yaaaahhhh.., gua lagi empet nich. Dari pada pusing lebih baik happy-happy aja dech,” jawab Dony kembali meneguk gelas kedua. Kali ini minuman itu masih bersisa sedikit. Mukanya nampak mulai memerah, minuman beralkohol itu begitu cepat mempengaruhi kesadarannya.

Dony kembali ngobrol dengan bartender itu. Meskipun ucapan-ucapannya sudah ngaco, tetapi bartender itu masih tetap meladeninya dengan baik dan menambah kembali minuman di gelas Dony. Tanpa terasa telah 4 gelas diteguknya.

Obrolan mereka nampaknya semakin menghangat, terdengar gelak tawa mereka berkali-kali sehingga menarik perhatian orang-orang di sekelilingnya. Begitu melihat keadaan Dony, orang-orang itu tersenyum-senyum maklum. Tetapi ada seorang wanita cantik yang duduk di pojok kafe itu sejak tadi memperhatikan tingkah laku Dony. Ia lalu bangkit dari duduknya dan datang menghampiri.

“Hai, kayaknya asyik banget ngobrolnya. Boleh dong bergabung,” sapanya kepada Dony sambil menepuk-nepuk pundaknya dan duduk persis disampingnya.

Dony menengok kaget karena tepukan halus di pundaknya itu. Begitu matanya memandang wajah wanita itu, ia bertambah kaget. Sama sekali tak menyangka akan bertemu di tempat seperti ini..

“Oh! Hai,” balas Dony tidak bersemangat begitu mengetahui wanita yang datang itu adalah Ratna. Wanita yang menjadi penghalang programnya di kantor tadi siang.

Melihat sikap Dony yang tidak bersahabat seperti itu, si bartender malah keheranan. Padahal mereka tadi sedang membicarakan apa yang akan dilakukan seandainya ada cewek cantik yang mau bergabung dengan mereka. Kini justru setelah ada cewek cantik dan seksi seperti itu malah dicuekin. Ia geleng-geleng kepala oleh sikap Dony yang menurutnya aneh.

“Rupanya suka juga nongkrong di sini, ya?” Tanya Ratna memulai pembicaraan.

“Ya begitulah…,” jawab Dony datar sambil meminta tambah minumannya lagi.

“Jangan banyak-banyak, kamu sudah mabok lho,” katanya kemudian memperingatkan.

“Emang nape?” tanya Dony sembari mendelik.

Ratna hanya tersenyum saja mendengar gaya omongan Dony yang lain dari pada biasanya. Maklum lagi mabok, demikian kata Ratna dalam hati.

“Jangan frustrasi gitu dong,” ucap Ratna dengan lembut seraya mengelus pundak Dony.

Meski terdengar lembut ucapan itu, tapi di kuping Dony bagaikan suara geledek. Ia mulai mengungkit masalah yang sebenarnya ingin ia lupakan saat itu. Dipandangnya wajah Ratna dengan mata sedikit melotot.

“Hei, denger! Gua nich lagi happy-happy. Siapa bilang frustrasi? Nggak ada dech dalam kamus gua,” jawab Dony sengit.

Giliran Ratna yang kini sengit begitu mendengar jawaban angkuh seperti itu. Ia jadi terpancing untuk memperpanjang persoalan mereka di kantor. Mereka akhirnya berdebat sengit, kalau saja si bartender tidak menengahinya tentunya mereka akan bertengkar hebat.

“Udah lah Boss,” kata si bartender. “Nggak usah bertengkar, kita di sini khan buat senang-senang. Ngapain mesti ribut-ribut gitu, benar khan Non?” katanya kemudian kepada Ratna.

Dony diam tak menjawab. Dia hanya menunduk untuk kemudian meneguk kembali minumannya hingga habis. Ratna menghela nafas panjang untuk menenangkan dirinya yang sudah terpancing emosinya. Ia lalu memberi isyarat kepada si bartender untuk mengisi gelasnya dengan minuman yang sama. Ia pun menenggak minuman itu sekaligus seolah ingin mendinginkan hatinya yang panas. Sebenarnya ia tidak pernah minum minuman beralkohol seperti itu. Begitu minuman itu melewati tenggorokannya, ia rasakan tubuhnya menjadi panas. Ia kegerahan. Lalu ia melepaskan blazernya.

Si bartender melirik kagum menyaksikan tubuh indah yang hanya berbalut tank-top tipis yang menempel ketat itu. Bola matanya sedikit mendelik melihat kain tipis yang sudah basah oleh keringat mencetak jelas bentuk payudaranya yang membusung indah itu. Meski penerangan di bar itu amat temaram, pandangannya masih sempat melihat tonjolan kecil mencuat nakal dari balik tank-top itu. No bra, man! Jerit si bartender dalam hati dengan senang.

“Apa loe liat-liat!” gertak Ratna saat memergoki mata nakal si bartender itu menggerayang ke arah dadanya.

“Sorry Non,” katanya seraya mengalihkan pandangan dan bergeser ke dekat Dony lalu berbisik-bisik.

Mereka kemudian tertawa ngakak sambil sekali-sekali melirik ke arah Ratna. Melihat dirinya menjadi bahan tertawaan dan meski ia tidak mendengar apa yang mereka bisikkan, tetapi Ratna tahu persis apa yang sedang mereka tertawakan. Dengan kesal ia layangkan tinju ke arah pundak Dony.

“Eiiittt!” Dony buru-buru menangkap kepalan tangannya yang hendak mendarat di pundaknya. “Kok gua yang jadi sasaran?”

“Loe memang kurang ajar!” jerit Ratna dengan suara ditahan karena takut akan menjadi tontonan orang lain.

“Mestinya dia tuh..,” kata Dony menengok ke arah si bartender. “Eh kemana dia? Akh sialan!” lanjutnya ketika melihat si bartender itu sudah berada jauh di ujung bar sedang melayani tamu lain. Ia melirik sebentar sambil tersenyum-senyum.

“Kamu nich kenapa? Morang-maring nggak karuan,” lanjutnya. “Kita happy aja?”

“Bodo!” jawab Ratna ketus seraya menarik tangannya dari pegangan Dony.

Dony malah mempererat pegangannya. Ratna menarik-narik. Mereka akhirnya jadi tarik-tarikan. Tanpa sepengetahuan Ratna, mata Dony menangkap sesuatu yang begitu mengasyikan saat wanita itu berkutat melepaskan tangannya. Tubuhnya jadi berguncang-guncang sehingga membuat payudaranya yang nampak tidak memakai bra itu jadi ikut-ikutan berguncang. Berayun-ayun kesana kemari dengan indahnya. Dony menghela nafas untuk menenangkan goncangan di dadanya akibat pemandangan ini. Sementara matanya tak bisa dialihkan pandangannya dari sana. Pikirannya jadi menerawang dan berandai-andai seperti apa gerangan apabila bagian tersebut tak terhalang oleh kain tipis lagi. Bayangannya semakin jauh melayang.

“Idih matanya sama kurang ajarnya!” kata Ratna sambil menjewer telinga Dony.

“Aduh, aduh…iya, ya…., ya,” kata Dony kesakitan dan melepaskan pegangan tangannya.

Ratna segera menyilangkan kedua tangannya di atas dadanya. Dony mengalihkan pandangan matanya ke wajah Ratna. Nampak wajah itu memerah. Malu kali. Salah sendiri kenapa pake pakaian seperti itu, kata Dony dalam hati kesenangan. Namun ketika memandang wajah itu, Dony agak kesengsem juga. Dalam keadaan seperti itu kecantikannya semakin mempesona saja dimata Dony.

“Cantik sekali,” ucap Dony perlahan sekali. ucapan itu keluar begitu saja tanpa disadari.

Meski suara itu amat perlahan dan tertimpali oleh suara musik di ruangan, namun Ratna sempat mendengarnya juga. Hatinya senang juga mendengar pujian yang terucap tanpa sengaja itu. Berarti tidak dibuat-buat. Entah kenapa jantungnya sempat berguncang juga. Kok jadi gini sich, cetus Ratna dalam hati malu dengan perasaannya sendiri. Bandar Judi Online

Cerita Seks — “Berani amat ngomong gitu ama gua?” kata Ratna. Meski ucapannya masih kasar namun nadanya terdengar jauh lebih lembut dari sebelumnya.

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI: 

Cerita Dewasa Tante Nita Beda Dengan Tante Lain

Cerita Dewasa Tante Nita Beda Dengan Tante Lain| Rajangocok.com

RajaNgocok — Cerita Dewasa Tante Nita Beda Dengan Tante Lain — Kejadian hubungan saya dengan Tante Nita sudah lewat hampir 1 bulan, dan selama itu pula kami tidak pernah lagi melakukan hubungan badan. Dalam pikiran saya, mungkin Tante Nita sudah memahami kekhilafannya, dan saya juga harus bisa melupakan kejadian tersebut dan mempertimbangkan jika kejadian itu tidak pernah terjadi. Karena pada dasarnya saya juga merasa malu pada diri saya sendiri, tetapi dilain pihak saya juga senang nikmat persetubuhan kami. Mungkin perasaan ini jugalah yang ada di hati Tante Nita.

Seperti biasa, saya jika sedang bernafsu sering saya lampiaskan pada film porno dan tentu saja akan berakhir dengan perjanjian. Jika setiap habis menonton film porno, saya sering membayangkan sangat ingin menikmati tubuh Tante Nita kembali.

Pada suatu sore, kompilasi saya sedang menikmati film porno dan sangat ingin melakukan hubungan seks, (mungkin ada seseorang yang pernah menikmati nikmatnya hubungan seks, akan sulit untuk melupakannya) tiba-tiba berdering telepon dan segera membuatku terhentak seketika dan dengan banyak mengomel saya bangkit dan jawab teleponnya (pembicaraan yang dapat dilakukan jika kita sedang menikmati sesuatu, terus ada yang menarik)
Mencari Google Artikel Berat Saya Menjawab, “Halo .., mau cari siapa ..?”
Lalu terdengar Suara Seorang wanita, “Saya Ingin Mencari Endy, Endynya ADA ..?”
Mencari Google Artikel Sedikit rasa Ingin tahu, Saya jawab, “Yah , Saya Endy, ada siapa yach ..? ”

Kemudian terdengar suara yang agak genit tapi sangat mendengarkan, “Hayo .., sudah lupa yach sama saya, padahal belum juga satu bulan ..!”
Hati saya langsung berdebar-debar, lalu saya bertanya kembali, “Disana Tante Nita yach ..? “
Dan terdengar suara,“ Emangnya kamu pikir sapa, sembarangan aja ..! ”
Lalu aku pun berkata,” Ada yang butuh apa Tante ..? “
Dengan pelan tapi agak kesal, Tante Nita berkata,“ Kamu kayak nggak tau aja, rumah tante lagi sepi nih, selain itu tante lagi pengen nih, kamu bisa khan nolongin tante ..? ”
Dengan sedikit jahil aku bertanya lagi,” Nolongin apa tante ..? “
Tante Nita yang mungkin sudah kesal sekali, lalu bertanya, “Kamu ini bodoh atau pura-pura bodoh sich, udah hampir satu bulan nich .. kamu mau nggak mau kesenangan kayak waktu itu ..?”

Dalam hati, tentu saja saya sudah sangat berharap karena selain rangsangan dari film porno yang saya tonton, saya juga tidak puas akan dipelihara.
Lalu aku berkata, “Tante tunggu yach, aku segera kesana, paling cuman 10 menitan.”
Dan Tante Nita menjawab, “Yach udah .., capai yach, tante tunggu nih ..!”

Dalam 10 menit, saya sudah tiba di rumah Tante Nita, dan ternyata Tante Nita sudah menunggu saya di depan Wisma, terlihat Tante Nita memakai setelan piyama. Lalu kami pun masuk ke dalam rumah dengan nafas terengah-engah.
Saya berkata, “Tante ini bikin capek saya aja ..!”
Dan dengan agak manja, Tante Nita berkata, “Masak gitu aja capek, tapi kamu juga bisa enaknya khan, kamu ini juga kok juga panggil tante, khan udah dibilang panggil aja dengan Nita, gimana sech ..! ”
Dengan tertunduk saya berkata,“ Iya juga sech, saya lupa tante .. eh .. Nita maksud saya. ”

Lalu saya masuk ke dapur dan minum. Tante Nita punah. Sesudah meminum habis air dalam gelas, saya segera menarik Tante Nita dan memeluknya. Dengan manja Tante Nita berusaha melepaskan peluksan saya, tetapi saya segera mendaratkan ciuman saya ke bibirnya. Tante Nita terlihat sangat menikmatinya dan mulai membalas ciuman saya dengan mengigit pelan lidah saya, tetapi saya juga memenangkan balasan ciumannya. Agen Judi Online

cerita seks — Kami berciuman hampir 3 menit, lalu saya melepaskan ciuman saya dan bertanya, “Nit, saya bole nanya nggak ..?”
“Yach .., nanya aja, emang bertanya ..? jawab Tante Nita.
Lalu saya berkata kembali, “Kalo bole tau, kamu pake celana dalam warna apa hari ini ..?”
Dan Tante Nita berkata, “Eh kamu .. memalukan, masak nanya hal yang gituan ..?”
Saya berkata lagi, “Masak nggak bole sich ..? ”
Tante Nita berkata,“ Yach udah .., kamu lihat aja sendiri ..! ”
Lalu tangan saya mulai bergerilya di seluruh wilayah dengan melihat ke bawah dan dengan perlahan saya mulai membuka celana piyama dan telihat menggunakan Tante Nita beli CD warna putih dan terlihat bayangan kehitam-hitaman di sekitar lipatan diambil.

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI :

Cerita Dewasa Menikmati Rasa Bercumbu

Cerita Dewasa Menikmati Rasa Bercumbu | Rajangocok.com

RajaNgocok — Cerita Dewasa Menikmati Rasa Bercumbu — Peristiwa ini terjadi sekitar 2 tahun yang lalu di Amerika. Saya kuliah di universitas yang terkenal di dunia. Berhubung sekolahnya bagus, maka anak-anak Indonesia yang kuliah di sana rata-rata mahasiswa yang pintar. Cewek yang cantik hanya beberapa, itupun sudah ada cowoknya semua. Nah awalnya, ada cewek yang baru datang dari Jakarta bernama Vira (nama samaran). Saya sudah sering mendengar cerita dari teman-teman bahwa Vira ini cantik dan suka seksi, dikeluarkan di awal Musim gugur ini masih panas-panasnya.

Suatu hari di kampus, saya berpapasan dengan teman-teman cewek. Seperti biasa, saya cuma basa-basi saja karena saya memang terkenal cuek di depan cewek-cewek. Setelah basa-basi, saya bilang saya sudah terlambat masuk ke kelas. Saat membalik badan, eh hampir bertabrakan dengan cewek tinggi cantik yang lewat di belakangku. Yang lain langsung tertawa.

“Alahh Ricky pasti deh disengaja meminta kenalan”, kata cewek-cewek menggodaku. Ternyata itu disebut Vira.
“Alow .., saya Ricky”.
“Vira”, katanya cuek.

Setelah hari itu saya tidak akan pernah bertemu lagi dengan Vira. Sampai suatu hari kompilasi baru keluar dari ruang kelas, saat jalan pulang saya lihat Vira sedang duduk menunggu di luar gedung Inggris. Ah, peluang nih pikirku. Langsung saya hampiri dia. Wah gila deh .., pakaiannya membuatku tidak tahan. Baju minim bertali dan celana pendek berwarna coklat. Ketika saya didepannya, kelihatan payudaranya yang menonjol dengan tali BH hitamnya yang menambah penampilan seksi. Wah .., begini rupanya cewek-cewek Jakarta jaman sekarang. Setelah basa-basi sedikit, saya ikutan merokok bersama dia dan bercerita tentang diri kita.

Tiba-tiba dia bertanya, “Eh Ric .., loe kalau tidak ada kelas lagi jalan yuk .., Saya asli boring banget nih”. Terus bingung mau jalan ke mana, kita putuskan pergi ke kota H yang jaraknya 2 jam. Katanya dia mau ke mal, pingin belanja.
Hari itu kita jadi akrab sekali sampai bergandengan tangan di mal. Saya tidak tahu kenapa saya yang memulai nafsu jadi suka benar-benar membantah. Anaknya cuek, asik dan lucu lagi. Apalagi dia senang hanya jalan denganku yang termasuk anak “bawah” di kotaku. Mobil sudah butut, duit selalu pas-pasan. Wah .., untung deh kayaknya si Vira ini tidak matre.

Setelah setiap jadi teman dekat, setiap malam pulang dari billiard utama dia mengajakku ke tempat. Dia tinggal bersama tantenya yang sudah berkeluarga dan punya 2 anak. Waktu itu sekitar jam 2 malam. Jadi Om dan Tantenya sudah tidur. Dia langsung mengajakku ke dapurnya yang sangat besar.
“Mau bir Ky?”, Tawar Vira.
“Tidak usahlah Vir .., jika loe mau ya satu berdua saja”, jawabku (aku memang tidak begitu suka yang namanya minuman keras).
Terus waktu Vira datang membawa beernya .., dia langsung jongkok di depanku yang sedang duduk di kursi. Wah .., lagi-lagi dengan salah satu baju seksinya, pemandangan payudaranya konsisten di depan mataku. Tanpa sadar penisku sudah naik melihat tonjolan payudara yang putih itu. Karena posisiku yang lagi duduk, maka penisku yang berdiri menjadi agak nyangkut. Langsung saya membungkuk sedikit lepaskan tegangnya tidak begitu menyiksa.

“Ky .., loe tuh sudah. Aku anggap teman dekat Aku di sini. Terus terang .., loe tuh satu-satunya yang cuek saja kalau didepan SAYA .., makanya SAYA suka. Cowok lain kan rata-rata suka genit-genit gitu .., ah jantan banget deh Saya lihat cowok gituan ”, kata Vira sambil menatap tajam ke mataku.

“Jadi teman doang nihh?”, Kataku sambil ketawa kecil.
“Ini baru mau nanya .., loe sama SAYA saja mau gak?”, Kata Vira sambil tersenyum kecil.
“Ah canda loe .., aku tidak ada modal buat pacaran Vir”, aku menanggapinya sambil tersenyum juga.
“Sudah ah .., jika tidak mau sudah ya”, kata Vira dengan pura-pura cemberut.
Tidak tahu ada dorongan dari mana, tiba-tiba jari telunjukku bermain di bahunya. Terus jariku naik leher dan telinganya. Saya melihat Vira diam saja menikmati permainan kecilku.
Setelah beberapa saat aku bertanya, “Vir .., aku boleh cium loe tidak?”.
“Sekali saja ya Ky ..”, katanya dengan senyum nakalnya. Saya bungkukkan badan dan langsung saya cium bibirnya dengan lembut. Pertama kita main bibir saja, terus dia mulai memainkan lidah. Setelah beberapa saat dia pegang tanganku sambil menuntunnya ke kamarnya.
Dengan was-was saya tanya, “Eh, Oom, loe tidak bangun Vir?”.
“Makanya jangan ribut!”, Jawab Vira cuek.

Sampai di kamar, dia duduk di kasurnya yang lumayan besar. Saya jongkok senang dan mulai suka bibirnya lagi Kali ini tanganku mulai berjuang memegang payudaranya yang memegang 34B. Untuk ukuran yang tinggi, kurus, payudaranya termasuk besar dan pas sekali.
Tiba-tiba Vira mendorongku menghentikan ciuman dan berbisik, “Ky .., ada satu yang perlu loe tau .., Aku belum pernah lho yang aneh-aneh .., Paling jauh cuma ciuman”.
Dengan kaget saya langsung bilang, “Ya sudah deh Vir .., tidak usah hanya ginian”.
Dengan cepet Vira memotong omonganku, “Bukan gitu Ky .., Maksud Aku .., ya pelan-pelan saja, aku juga tidak mau ngel nge aku beginian sama semua cowok”.
“Aku tidak peduli juga dengan masa lalu loe Vir .., yang penting sekarang Aku senang sama loe .., Kalau loe dulu sering juga gak apa-apa kok .., kan asik loe udah pengalaman”, candaku sambil ketawa kecil takut Oom dan Tantenya terbangun.
“Menolak loe!”, Katanya ikutan ketawa kecil. Bandar Judi Online

cerita seks — Tidak lama, saya maju lagi dan mulai mencium Vira. Setelah beberapa menit saya buka bajunya. Tinggal BH sutra yang berwarna biru muda. Tanpa melepaskan BH-nya, payudaranya saya keluarin dan mulai saya pindah ciumin dan mainin kedua payudaranya. Terus terang, sebelum ini belum pernah saya lihat payudara sebagus ini. Penisku menjadi sangat tegang. Selain permainan yang pelan-pelan begini membuat kompleks semakin rumit dan menahan rasa nafsu yang menggebu-gebu membuatku semakin menikmati permainan ini.

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI :

Cerita Dewasa Murid entot ibu guru vagina guruku sedap sekali

Cerita Dewasa Murid entot ibu guru vagina guruku sedap sekali | Rajangocok.com

RajaNgocok — Cerita Dewasa Murid entot ibu guru vagina guruku sedap sekali — Kejadian ini tepatnya ketika aku masih duduk du bangku SMA, Sedang teman kencanku adalah seorang guru seni lukis di SMA-ku yang masih terbilang baru dan masih lajang. Saat itu umurku masih mengijak 17–18 tahun. Sedang guru lukisku itu adalah guru wanita paling muda, baru 25 tahun. Semula aku memanggilnya Bu Guru, layaknya seorang murid kepada gurunya. Tapi semenjak kami akrab dan dia mengajariku making love, lama-lama aku memanggilnya dengan sebutan Mbak. Tepatnya, Mbak Yani. Mau tahu ceritanya? Sore itu ada seorang anak kecil datang mencari ke rumah. Akudiminta datang ke rumah Mbak Yani, tetangga kampungku, untuk memperbaiki jaringan listrik rumahnya yang rusak.

“Cepat ya, Mas. Sudah ditunggu Mbak Yani,” ujar anak SD tetangga Mbak Yani.Dalam hati, aku sangat girang. Betapa tidak, guru seni lukisitu rupanya makin lengket denganku. Aku sendiri tak tahu, kenapa dia sering minta tolong untuk memperbaiki peralatanrumah tangganya. Yang jelas, semenjak dia mengajaku melukis pergi ke lereng gunung dan making love di semak-semak hutan, Mbak Yani makin sering mengajakku pergi. Dan sore inidia memintaku datang ke rumahnya lagi. Tanpa banyak pikir aku langsung berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Maklum, rumahnya terbilang cukup jauh, sekitar 5km dari rumahku. Setibanya di rumah Mbak Yani, suasana sepi. Keluarganya tampaknya sedang pergi.Betul, ketika aku mengetuk pintu, hanya Mbak Yani yang tampak.

“Ayo, cepet masuk. Semua keluargaku sedang pergi menghadiri acara hajatan saudar di luar kota,” sambut Mbak Yani sambil menggandeng tangganku. Darahku mendesir ketika membuntuti langkah Mbak Yani. Betapa tidak, pakaian yang dikenakan luar biasa sexy, hanya sejenis daster pendek hingga tonjolan payudara dan pahanya terasa menggoda. “Anu, Bud… Listrik rumahku mati melulu. Mungkin ada ada kabel yang konslet. Tolong betulin, ya… Kau tak keberatan kan?” pinta Mbak Yani kemudian. Tanpa banyak basa-basi Mbak Yani menggandengku masuk ke ruang tengah, kemudian masuk ke sebuah kamar. “Nah saya curiga jaringan di kamar ini yang rusak. Buruan kau teliti ya.

Nanti keburu mahrib.” Aku hanya menuruti segala permintaannya. Setelah merunutu jaringan kabel, akhirnya aku memutusukan untuk memanjat atap kamar melalui ranjang. Tapi aku tidak tahu persis, kamar itu tempat tidur siapa. Yang jelas, aku sangat yakin itu bukan kamarnya bapak-ibunya. Celakanya, ketika aku menelusuri kabel-kabel, aku belum menemukan kabel yang lecet. Semuanya beres. Kemudian aku pindah ke kamar sebelah. aku juga tak bisa menemukan kabel yang lecet. Kemudian pindah ke kamar lain lagi, sampai akhirnya aku harus meneliti kamar tidur Mbak Yani sendiri, sebuah kamar yang dipenuhi dengan aneka lukisan sensual. Celakanya lagi, ketika hari telah gelap, aku belum bisa menemukan kabel yang rusak. Akibatnya, rumah Mbak Yani tetap gelap total. Dan aku hanya mengandalkan bantuan sebuah senter serta lilin kecil yang dinyalakan Mbak Yani.

Lebih celaka lagi, tiba-tiba hujan deras mengguyur seantero kota. Tidak-bisa tidak, aku harus berhenti. Maunya aku ingin melanjutkan pekerjaan itu besok pagi. “Wah, maaf Mbak aku tak bisa menemukan kabel yang rusak. Ku pikir, kabel bagian puncak atap rumah yang kurang beres. Jadi besok aku harus bawa tangga khusus,” jelasku sambil melangkah keluar kamar. “Yah, tak apa-apa. Tapi sorry yah. Aku…. merepotkanmu,” balas Mbak Yanti. “Itu es tehnya diminum dulu.” Sementara menunggu hujan reda, kami berdua berakap-cakap berdua di ruang tengah. Cukup banyak cerita-cerita masalah pribadi yang kami tukar, termasuk hubunganku dengan Mbak Yani selama ini. Mbak Yani juga tidak ketinggalan menanyakan soal puisi indah tulisannya yang dia kirimkan padaku lewat kado ulang tahunku beberapa bulan lalu. Entah bagiamana awalnya, tahu-tahu nada percakapan kami berubah mesra dan menjurus ke arah yang menggairahkan jiwa. Bahkan, Mbak Yani tak segan-segan membelai wajahku, mengelu telingkau dan sebagianya.

Tak sadar, tubuh kami berdua jadi berhimpitan hingga menimbulkan rangsangan yang cukup berarti untukku. Apalagi setelah dadaku menempel erat pada payudaranya yang berukuran tidak begitu besar namun bentuknya indah dan kencang. Dan tak ayal lagi, penisku pun mulai berdiri mengencang. Aku tak sadar, bahwa aku sudah terangsang oleh guru sekolahku sendiri! Namun hawa nafsu birahi yang mulai melandaku sepertinya mengalahkan akal sehatku. Mbak Yani sendiri juga tampaknya memiliki pikiran yang sama saja. Ia tidak henti-hentinya mengulumi bibirku dengan nafsunya. Akhirnya, nafsuku sudah tak tertahankan lagi. Sementara bibirku dan Mbak Yani masih tetap saling memagut, tanganku mulai menggerayangi tubuh guru sekolahku itu. Kujamah gundukan daging kembar yang menghiasi dengan indahnya dada Mbak Yani yang masih berpakaian lengkap. Dengan segera kuremas-remas bagian tubuh yang sensitif tersebut. “Aaah… Budi… aah…” Mbak Yani mulai melenguh kenikmatan. Bibirnya masih tetap melahap bibirku.

Mengetahui Mbak Yani tidak menghalangiku, aku semakin berani. Remasan-remasan tanganku pada payudaranya semakin menjadi-jadi. Sungguh suatu kenikmatan yang baru pertama kali kualami meremas-remas benda kembar indah nan kenyal milik guru sekolahku itu. Melalui kain blus yang dikenakan Mbak Yani kuusap-usap ujung payudaranya yang begitu menggiurkan itu. Tubuh Mbak Yani mulai bergerak menggelinjang. “Uuuuhhh… Mbak…..” Aku mendesah saat merasakan ada jamahan yang mendarat di selangkanganku. Penisku pun bertambah menegang akibat sentuhan tangan Mbak Yani ini, membuatku bagian selangkangan celana panjangku tampak begitu menonjol. Mbak Yani juga merasakannya, membuatnya semakin bernafsu meremas-remas penisku itu dari balik celana panjangku. Nafsu birahi yang menggelora nampaknya semakin menenggelamkan kami berdua, sehingga membuat kami melupakan hubungan kami sebagai guru-murid. “Aaauuhh… Bud… uuuh….. Bandar Judi Online

cerita seks — ” Mbak Yani mendesis-desis dengan desahannya karena remasan-remasan tanganku di payudaranya bukannya berhenti, malah semakin merajalela. Matanya terpejam merasa kenikmatan yang begitu menghebat. Tanganku mulai membuka satu persatu kancing blus Mbak Yani dari yang paling atas hingga kancing terakhir. Lalu Mbak Yani sendiri yang menanggalkan blus yang dikenakannya itu. Aku terpana sesaat melihat tubuh guru sekolahku itu yang putih dan mulus dengan payudaranya yang membulat dan bertengger dengan begitu indahnya di dadanya yang masih tertutup beha katun berwarna krem kekuningan. Tetapi aku segera tersadar, bahwa pemandangan amboi di hadapannya itu memang tersedia untukku, terlepas itu milik guru sekolahku sendiri. Tidak ingin membuang-buang waktu, bibirku berhenti menciumi bibir Mbak Yani dan mulai bergerak ke bawah. Kucium dan kujilati leher jenjang Mbak Yani, membuatnya menggelinjal-gelinjal sambil merintih kecil. Sementara itu, tanganku kuselipkan ke balik beha Mbak Yani sehingga menungkupi seluruh permukaan payudara sebelah kanannya. Puting susunya yang tinggi dan mulai mengeras begitu menggelitik telapak tanganku. Segera kuelus-elus puting susu yang indah itu dengan telapak tanganku. Kepala Mbak Yani tersentak menghadap ke atas sambil memejamkan matanya. Tidak puas dengan itu, ibu jari dan telunjukku memilin-milin puting susu Mbak Yani yang langsung saja menjadi sangat keras. Memang baru kali ini aku menggeluti tubuh indah seorang wanita. Namun memang insting kelelakianku membuatku seakan-akan sudah mahir melakukannya.

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI : 

Cerita Dewasa BERCINTA DENGAN DOKTER TERAPI SEKS KU

Cerita Dewasa BERCINTA DENGAN DOKTER TERAPI SEKS KU | Rajangocok.com

RajaNgocok— Cerita Dewasa BERCINTA DENGAN DOKTER TERAPI SEKS KU— Kata orang, akulah orang yang paling bahagia di dunia, Bayangkan tinggal di Surabaya yang disebut-sebut merupakan kota besar kedua di Indonesia dengan uang banyak, memiliki puluhan perusahaan dan cabang- cabangnya di seluruh Indonesia, isteri cantik dan sexy, dan semua orang mengenalku dengan baik.

Tapi dalam hati kecilku, aku merasa ada sesuatu yang kurang. Setelah menikah kurang lebih 3 tahun, kami belum dikaruniai anak. Memang kelemahannya ada pada diriku. Walaupun aku ganteng dan berbadan tinggi besar dan tegap, aku selalu mengalami kegagalan saat berhubungan intim dengan isteri. Ya, sekitar dua tahun sebelum kami menikah, aku mengalami kecelakaan lalu lintas.

Motorku ditabrak dari belakang oleh sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi dan berusaha mendahului motor yang kukendarai. Saat itu ternyata ada mobil yang muncul dari arah berlawanan, sehingga untuk menghindari “adu kambing” truk itu membanting activity ke kiri dan menabrak motorku. Aku terjungkal dan terbanting ke aspal di siang bolong. Untunglah aku tidak cedera.

Hanya kedua tanganku sedikit tergores dan pantatku sakitnya bukan main. Rupanya aku jatuh terduduk di pinggir jalan aspal dekat trotoar jalan. Seorang bapak yang ikut menyaksikan kecelakaan itu segera memapahku berdiri dan membawaku ke rumah sakit terdekat.

Beberapa dokter telah kudatangi. Tapi kesembuhanku belum juga muncul. Tadinya muncul ide agar aku mencoba-coba untuk “jajan” di lokalisasi. “Ah..” pikirku lagi, “Nanti malah kena AIDS atau HIV. Lebih repot lagi kan?”

Nah, suatu hari aku mendengar dari teman karibku, Hartono, bahwa di Jakarta katanya ada seorang dokter spesialis yang bisa menyembuhkan kelainan-kelainan seks dengan biaya terjangkau dan tanpa efek samping. Lalu dengan persetujuan isteriku, aku pun mengambil cuti selama seminggu untuk berangkat ke sana.

Karena punya sanak famili yang tinggal di bagian barat Jakarta, aku pun tanpa kesulitan menemukan dokter yang kucari. Tempat prakteknya ternyata terletak di lantai 18 sebuah apartemen mewah di pusat kota. Aku tadinya merasa deg-degan dan agak malu untuk naik ke sana.

Bagaimana kalau dokter itu menyarankan yang tidak-tidak kepadaku? Lalu.. apakah hasilnya akan maksimal seperti yang kuharapkan? Berbagai pertanyaan lain terus saja bergema dalam hati kecilku.

Namun bila kuingat raut wajah Lilian yang cemberut dan penuh kekecewaan bila penisku tidak bisa tegang atau baru masuk ke permukaan vaginanya, aku sudah ejakulasi.. wah.. lebih baik aku mencoba saja ke sana deh, siapa tahu ada mujizat yang terjadi. Benar kan?

Saat aku sampai di ruangan kantor yang amat mewah itu, kulihat seorang gadis cantik yang masih berumur sekitar 22–23 tahun sedang menulis sesuatu dan kemudian memandangku dengan ramah. “Mau ikut terapi, Pak?” ia bertanya dengan seulas senyum di bibirnya yang mungil.

“Ya, maaf.. Dokternya ada?” tanyaku ragu-ragu. “Hari ini kebetulan Dokter Amy Yip sedang tidak ada pasien..” ujarnya. “Dokter Amy Yip… Kok kayak nama bintang blur mandarin sih, Mbak… apa ia berasal dari Hongkong?”

“Betul sekali… Memang namanya Yip Chi Mei, ia seorang dokter spesialis terapi seksual asal Indonesia lulusan Hongkong Medical College… dan ia lebih suka dipanggil dengan nama Dokter Amy Yip.” katanya memberi penjelasan.

Setelah mengisi formulir yang berisi data-data pribadi, aku langsung diantar ke tempat prakter dokter itu. Gadis yang belakangan kuketahui bernama Sally itu kemudian mengetuk pintu ruang praktek Dokter Amy Yip. Pintu pun dibuka dari dalam. Benar saja dugaanku. Di sana berdiri seorang wanita cantik mengenakan blazer hitam dan berumur sekitar 30 tahun. Ia berambut ikal sebahu. Oh ternyata ini dokternya!

“Maaf Dok… ini ada Bapak Kuntoro dari Surabaya ingin ikut terapi… ini data-data lengkapnya.” ujar Sally sambil memberikan formulir yang sudah kuisi dan mempersilakan aku masuk ke kantor itu. Sally pun berjalan kembali ke meja kerjanya di depan ruangan itu. “Silakan masuk, Pak…” ujar dokter cantik itu. “Baik, terima kasih.” jawabku singkat.

Setelah kami duduk di dalam ruang praktek itu, Dokter Amy Yip kemudian mulai menanyakan beberapa hal yang amat pribadi padaku. Karena kupikir ia seorang dokter yang harus tahu benar keadaan dari kehidupan seks rumah tanggaku, termasuk bagaimana aku berhubungan intim, aku pun membeberkan semuanya.

Salah satu pertanyaannya adalah, “Kira-kira Bapak bisa tahan berapa absolutist dalam berhubungan intim dengan isteri?” atau, “Gaya apa yang paling Bapak sukai bila berhubungan intim dengan isteri?”

Mendengar semua jawabanku, ia pun mengangguk-angguk tanda mengerti. Lalu dengan sorot mata tajam ia memandangku serta berkata, “Pak Kuntoro, saya rasa sebaiknya kita bisa mengadakan terapi seks sekarang juga.

Di sebelah sana ada ranjang yang bisa Bapak gunakan untuk itu… Di sana saya akan menguji ketahanan Bapak untuk tidak berejakulasi selama beberapa menit… kalo memungkinkan nanti kita bisa berhubungan intim guna proses penyembuhan lebih lanjut. Gimana Pak.. apa Bapak setuju?” “Wah… ini toh yang namanya terapi seks. Kalau begini sih pasti aku mau sekali,” pikirku dalam hati.

Tanpa pikir panjang lagi aku menyahut, “Baiklah… Terserah Dokter saja, gimana baiknya…” Dalam pikiranku tiba-tiba muncul bayangan gimana kira-kira bentuk tubuh Dokter Amy Yip ini nanti kalau ia telanjang. Pikiran seperti ini langsung saja membuat penisku tiba-tiba menegang dan keras.

Kemudian kami berjalan menuju ranjang terapi yang dimaksud. Setelah aku duduk dengan bersandarkan bantal, dokter cantik itu duduk dengan santai di hadapanku. Ia kemudian dengan sengaja membuka semua baju luarnya. Agen Judi Online

Cerita seks — Akhirnya yang tertinggal hanya BH dan celana dalamnya. “Pak Kuntoro, silakan Bapak meraba-raba saya… terserah Bapak mau meraba bagian tubuh saya yang mana… nanti kita lihat berapa menit waktu yang Bapak perlukan untuk ejakulasi…” perintahnya. Tentu saja aku mau melakukannya dengan senang hati. Wong yang di depanku, tubuh dokter itu begitu mulus dan putih.

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI :

cerita Dewasa Melepas Perawan Untuk Pacarku

Melepas Perawan Untuk Pacarku | Rajangocok.com

RajaNgocok — Melepas Perawan Untuk Pacarku — Hai, nama saya Noni. Sekarang saya masih kuliah di salah satu Universitas di Amerika. Cerita ngentot ini bermula dari 2 tahun yang lalu ketika saya dan Sinyo baru saja mulai pacaran. Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 3 SMU. Semula kita ragu untuk melanjutkan kisah asmara kita ini karena saya akan melanjutkan sekolahku ke Amerika.

Tapi kita sependapat untuk menjalani dulu keadaan ini. Pada waktu kelulusan, Sinyo bermaksud melanjutkan kuliahnya ke Bandung. Selama 2 minggu di Bandung Sinyo selalu mengeluh bahwa dia rindu denganku dan memintaku untuk menyusulnya ke Bandung.

Dengan alasan mau membuat visa ke Jakarta, akhirnya saya menyusul Sinyo ke Bandung. Di kost Sinyo, saya menyewa satu kamar untuk seminggu. Hari-hari pertama dilewatkan dengan canda tawa. Sebenarnya saya dan Sinyo suka melakukan petting. Tapi kita tidak pernah sampai melampaui batas.

Entah mengapa, pada hari ke-6, saat itu keadaan kost sedang sepi, terjadilah hal yang lain dari biasanya. Sementara kita menghabiskan waktu berdua di kamar. Waktu itu kita sedang bercengkerama.

Seperti biasa dia tidak bisa diam kalau sedang berbicara berdua denganku. Dia mulai mencium bibirku dengan mesra.

Tangannya mulai meraba buah dadaku dengan lembut. Perlahan, kancing bajuku dibukanya satu persatu. Sambil terus melumat bibirku, dia mulai melepaskan pengait BH-ku. Kemudian tampaklah buah dadaku yang walaupun tidak terlalu besar (34) namun cukup membuat Sinyo ketagihan untuk menciuminya.

Sinyo mulai menciumi dan meremas buah dadaku. Bila sudah begini, biasanya saya tidak akan tahan lama.

Kemudian saya menindih Sinyo dan mulai menggesek-gesekan kemaluanku pada kemaluannya. Walaupun kita masih sama-sama mengenakan celana jeans, gesekan-gesekan yang saya lakukan itu terasa nikmat sekali.

Saya membayangkan alangkah nikmatnya bila kemaluan Sinyo dimasukkan ke dalam liang kewanitaanku.

Sebenarnya saya termasuk orang yang berpendirian kuat untuk menyerahkan kesucianku pada malam pertama. Tapi saya merasa yakin bahwa Sinyolah yang akan menjadi calon suamiku. Dan mungkin karena saya terlalu mencintai Sinyo, sehingga saya rela menyerahkan kesucianku pada Sinyo. Kemudian saya berkata kepada Sinyo,
 “Kamu mau tidak melakukan itu dengan saya?”.

“Saya tidak mau, kamu nanti akan menyesal”.

“Saya siap, dan apapun resikonya saya tidak akan menyesal”.

“Kalau kau memang menginginkannya, bukalah celanamu untuk membuktikannya”.

Kemudian saya membuka semua celanaku sehingga saya sekarang tampil tanpa busana di depan Sinyo. Dia tampak terkejut dengan perbuatan nekat yang saya lakukan. Tapi kemudian dia menyadari bahwa saya bersungguh-sungguh.

Kemudian dia juga menanggalkan celananya dan tampaklah kemaluannya yang sudah berdiri tegak menantang. Dia mulai menciumi bibir dan buah dadaku. Seolah tanpa sadar, saya terus mendesah, sementara Sinyo semakin menciumiku dengan buas. Terasa ada cairan hangat yang mengalir keluar melalui liang kewanitaanku.

Kurang lebih 10 menit kemudian Sinyo bertanya,
 “Apakah kamu sudah siap?”.

“Ya, lakukan saja”.

Sinyo mulai mengambil posisi agar kemaluannya dapat masuk ke dalam liang surgaku dengan tepat. Sambil terus menciumiku, tangannya mulai meraba-raba, mencari lubang senggamaku. Setelah ketemu, dibimbingnya kemaluannya menuju liang kewanitaanku. Bandar Judi Online

Cerita seks — Dengan hati-hati ditekannya kemaluannya. Tapi kemaluannya selalu menemukan kesulitan dalam menembus kesucianku. Di samping itu, setiap kali dia berusaha memasukkannya, saya selalu meringis karena perih. Dia kelihatan mulai resah karena selama 10 menit belum bisa menembus pertahanan saya.

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI: 

Cerita Dewasa Pelampiasan Mertua

Cerita Dewasa Pelampiasan Mertua | Rajangocok.com

RajaNgocok — Cerita Dewasa Pelampiasan Mertua — Ini bermula ketika aku baru saja pulang dari kerja dan melihat ibu mertuaku yang sedang asik bermain, ini kisahku denganya mari kita simak..

Aku Dimas, 31 tahun. Menikah, punya 2 anak. Istriku sangat cantik. Banyak yang bilang mirip bintang sinetron ternama saat ini. Kami tinggal di Bandung. Yang akan aku ceritakan adalah hubunganku dengan mertua aku sendiri.

Mertua aku tinggal di kota P, masih wilayah Jawa Barat. Suatu waktu aku ada tugas kerja ke kota P tersebut. Aku pergi naik motor. Sesampainya di kota P, aku langsung menyelesaikan tugas dari kantor. Setelah selesai, aku sengaja singgah dulu ke rumah mertua untuk istirahat. Sesampai di rumah, mertua perempuanku datang menyambut.

“Kok sendirian Dimas? Mana anak istrimu?” tanya ibu mertuaku.

“aku ada tugas kantor disini, Ma. Jadi mereka tidak aku ajak. Lagian aku cuma sebentar kok, Ma. Hanya mau numpang mandi dan istirahat sebentar,” jawabku.

“O begitu.. Akan mama siapkan makanan buat kamu,” ujar ibu mertuaku.

Lalu aku mandi. Setelah itu aku segera ke meja makan karena sudah sangat lapar.

“Papa mana, Ma?” tanyaku.

“Papa lagi ke rumah temannya ngurusin obyekan,” jawan ibu mertuaku.

“Kamu mau pulang jam berapa, Dimas?” tanya ibu mertuaku.
 “Agak sorean, Ma. aku akan tidur sebentar. Badan pegal hampir 3 jam naik motor dari Bandung,” kataku.

“Kalau begitu ganti baju dulu dong. Nanti kusut kemeja kamu,” ujar ibu mertuaku sambil bangkit menuju kamarnya. Lalu dia datang lagi membawa kaos dan kain sarung.

“Ini punya Papa, pakailah nanti,” kata ibu mertuaku.

“Iya, Ma,” kataku sambil terus melanjutkan makan.

ibu mertuaku berumur 42 tahun. Sangat cantik mirip istriku. Badan ramping, buah dada besar walau agak turun karena usia. Pantatnya sangat padat. Setelah berganti pakaian, aku duduk di ruang tamu sambil nonton TV. Cerita Sex Sedarah Ibu Mertua

“Loh katanya mau tidur?” tanya ibu mertuaku sambil duduk di kursi yang sama tapi agak berjauhan.

“Sebentar lagi. Ma. Masih kenyang,” ujarku. Lalu kami nonton TV tanpa banyak bicara.

“Tahukah kamu, Dimas.. Bahwa mama sangat senang dengan kamu?” tanya ibu mertuaku kepadaku memecah kesunyian.

“Kenapa, Ma?” tanyaku.

“Dulu sejak pertama kali datang kesini mengantar istrimu pulang, mama langsung suka kamu. Ganteng, tinggi, sopan, dan ramah,” kata ibu mertuaku. Aku hanya tersenyum.

“Sekarang kamu sudah menikahi anak mama dan sudah punya anak 2, tapi kamu tetap sama seperti yang dulu..,” kata ibu mertuaku lagi.

“Mama sangat akung kamu, Dimas,” kata ibu mertuaku lagi.

“aku juga akung mama,” ujarku.

“Ada satu hal yang ingin mama lakukan, tapi tidak pernah berani karena takut jadi masalah..,” kata ibu mertuaku.

“Apa itu, Ma?” kataku.

“Mama ingin memeluk kamu walau sebentar..,” ujar ibu mertuaku sambil menatapku dengan mata sejuk.

“Kenapa begitu, Ma?” tanyaku lagi.

“Karena dulu mama sangat suka kamu. Sekarang ditambah lagi rasa akung,” kata ibu mertuaku.

Aku tatap mata ibu mertuaku. Kemudian aku tersenyum.

“aku yang akan peluk mama sebagai rasa akung aku ke mama,” ujarku sambil beringsut mendekati ibu mertuaku sampai badan kami bersentuhan.

Kemudian aku peluk ibu mertuaku erat. ibu mertuakupun balas memeluk aku dengan erat sepertinya tidak mau melepas lagi.

“Boleh mama cium kamu Dimas? Sebagai tanda akung?” tanya ibu mertuaku.

Aku agak kaget. Aku lepaskan pelukanku, lalu tersenyum dan mengangguk. ibu mertuaku tersenyum, lalu mencium pipi kiri, pipi kanan, kening. Lalu.. ibu mertuaku menatap mataku sesaat kemudian mengecup bibirku. Aku sangat kaget. Tapi aku tetap diam, dan ada sedikit rasa senang akan hal itu. Selang beberapa detik ibu mertuaku kembali mengecup bibirku.. Dan melumatnya sambil merangkulkan tangannya ke pundakku. Secara spontan aku membalas ciuman ibu mertuaku. Kami saling hisap, mainkan lidah.. Nafas ibu mertuaku terdengar agak cepat. Tangan ibu mertuaku masuk ke dalam kain sarung, lalu menyentuh kontolku dari luar CD. Tangannya lalu mengusap pelan lalu mulai meremas kontolku. Kontolku langsung tegang.

Tiba-tiba.. Kringg! Krinngg! Bunyi telepon mengagetkan kami. Kami langsung memisahkan diri. ibu mertuaku langsung bangkit menuju telepon. Entah apa yang dibicarakan. Karena merasa agak bersalah, aku segera masuk ke kamar, menutup pintu, lalu merebahkan diri di kasur. Terbayang terus peristiwa tadi berciuman dengan mama mertua sambil merasakan nikmatnya diremas kontol. Tiba-tiba terdengar pintu diketuk. Kemudian pintu terbuka. ibu mertuaku masuk. Agen Judi Online

Cerita seks — “Sudah mau tidur, Dimas?” tanya ibu mertuaku.

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI : 

Design a site like this with WordPress.com
Get started