
Cerita Dewasa Anak Gadis Rekan Bisnisku Sudah Kutiduri

RajaNgocok — Cerita Dewasa Anak Gadis Rekan Bisnisku Sudah Kutiduri — Untuk saat ini aku tidak mendapatkan mata kuliah lagi dan hanya mengerjakan skripsi saja. Oleh karena itu aku sering main ke tempat abangku di Jakarta. Aku adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi di Bandung, dan sekarang sudah tingkat akhir.
Usianya 40 tahun dan sebut saja namanya Firman. Ia pun mengundangku untuk main ke rumahnya dan dikenalkan pada anak-istrinya. Istrinya, Dian, 7 tahun lebih muda darinya, dan putrinya, Rina, duduk di kelas 2 SMP. Suatu hari aku ke Jakarta. Ketika aku sampai ke rumah kakakku, aku melihat ada tamu, rupanya ia adalah teman kuliah kakakku waktu dulu. Aku dikenalkan kakakku kepadanya. Rupanya ia sangat ramah kepadaku.
Kalau aku ke Jakarta aku sering main ke rumahnya. Dan pada hari Senin, aku ditugaskan oleh Firman untuk menjaga putri dan rumahnya karena ia akan pergi ke Malang, ke rumah sakit untuk menjenguk saudara istrinya. Menurutnya sakit demam berdarah dan dirawat selama 3 hari. oleh karena itu ia minta cuti di kantornya selama 1 minggu. Ia berangkat sama istrinya, sedangkan anaknya tidak ikut karena sekolah.
Setelah 3 hari di rumahnya, suatu kali aku pulang dari rumah kakakku, karena aku tidak ada kesibukan apapun dan aku pun menuju rumah Firman. Aku pun bersantai dan kemudian menyalakan VCD. Selesai satu film. Saat melihat rak, di bagian bawahnya kulihat beberapa VCD porno. Karena memang sendirian, aku pun menontonnya. Sebelum habis satu film, tiba-tiba terdengar pintu depan dibuka. Aku pun tergopoh-gopoh mematikan televisi dan menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.
“Hallo, Oom Ryan..!” Rina yang baru masuk tersenyum.
“Eh, tolong dong bayarin Bajaj.. uang Rina sepuluh-ribuan, abangnya nggak ada kembalinya.”
Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan Bajaj yang cuma dua ribu rupiah.
Saat
aku masuk kembali.., pucatlah wajahku! Rina duduk di karpet di depan
televisi, dan menyalakan kembali video porno yang sedang setengah jalan.
Mia memandang kepadaku dan tertawa geli.
“Ih! Oom Ryan! Begitu, tho, caranya..? Rina sering diceritain temen-temen di sekolah, tapi belon pernah liat.”
Gugup aku menjawab, “Rina.. kamu nggak boleh nonton itu! Kamu belum cukup umur! Ayo, matiin.”
“Aahh, Oom Ryan. Jangan gitu, dong! Tu, liat.. cuma begitu aja! Gambar yang dibawa temen Rina di sekolah lebih serem.” Judi Bola Online
Cerita seks — Tak tahu lagi apa yang harus kukatakan, dan khawatir kalau kularang Rina justru akan lapor pada orangtuanya, aku pun ke dapur membuat minum dan membiarkan Rina terus menonton. Dari dapur aku duduk-duduk di beranda belakang membaca majalah.
Cerita Dewasa mandi Bersama Tante Reni Yang Sange

RajaNgocok — Cerita Dewasa mandi Bersama Tante Reni Yang Bohai — Kini aku inginkan langsung kisah pengalamanku ketika aku masih duduk ruang belajar 1 SMP namun aku masih ingat betul ceritanya.
Namaku “Rendi “. Dalam cerita keduaku setelah kisah kak Linda, aku hendak berbagi lagi pengalamanku. sekiranya belum membaca, aku berkeinginan memperkenalkan jati diriku. Aku menetap dikota S Jawa Tengah, tinggiku 169 cm dan berat badanku 52 kg. Aq ketika ini kuliah di salah 1 universitas ternama diJateng.
Disana aku dititipkan dirumah pamanku, om Hari. Dia orang yang paling kaya raya. Rumah nya paling megah namun terletak disebuah desa pinggir kota. Saat Aq lulus di SD aku mendapat nilai yang paling memuaskan. Seperti janji ayah ku bila nilaiku baik aku bakal dikirim di luar kota yang pendidikannya lebih baik.
Rumahnya ada dua lantai dan di lengkapi pun kolam renang yang cukup besar selama ukuranya 25 meter kali 20 meter. Om Hari orang nya paling sibuk, dia memiliki istri yang paling cantik namanya Tante Reni, wajah nya serupa dengan Amara. Dia memiliki anak yang masih kecil. Tante Reni rajin mengasuh tubuh nya, walapun dia sudah memiliki satu anak tubuhnya tetap padat mengandung di tunjang dengan payudara yang paling montok kira kira 34B menjadikan semua w lelaki terbelalak melihatnya. Hal tersebut yang membuatku tertarik bakal keindahan serta anugrah dari seorang wanita.
Sesampainya dirumah Om Hari. Aq menginjak pintu lokasi tinggal yang besar. Disana aku di sambut oleh Om Hari dan istrinya. Om Hari menjabat tanganku sementara Tante menciumku. Aku agak sungkan dengan perlakuan laksana itu. Pembantu disana diajak membawa kan tasku dan mengirimkan sampai di kamarku.
Setelah tersebut Aq berkeliling lokasi tinggal melihat empang renang serta sempat menyaksikan kamar mandi yang tak terbayang olehku. Disana terdapat lokasi cuci tangan dengan cermin yang besar wc, bathup, dan dua shower yang satu dengan kaca buram sedangan yang satu dengan kain yang diputar kan menyusun 1/4 lingkaran (sorry aku nggak tahu namanya). Tempat tersebut masih dalam satu ruangan tanpa penyekat.
Sore hari, aku duduk ditepi kolam. Om Hari datang mendekat ku dia bilang inginkan pergi terbit kota. Dia pun mohon maaf tidak dapat menemaniku. Kami pun mengirimkan sampai pagar rumah. Setelah tersebut Aq pulang duduk merasakan suasana empang renang. Tiba mendarat dari belakang hadir sosok yang paling menawan. Tante dengan baluatan piyama mendekat ku.
“Ren anda suka nggak ama lokasi tinggal ini”
“Suka banget Tante, kayak nya aku betah banget dengan lokasi tinggal ini tiap sore dapat renang”
“Kamu suka renang, yuk anda renang bareng, pas masa-masa ini udara paling panas
Wahhh kebetulan Aq dapat renang ama Tante bahenol. Waktu bertemu kesatu kali aku cuma dapat membayangkan format tubuhnya masa-masa renang dengan balutan swimsuit.Tapi saat dia berdiri. Dia membuka piyamanya. Kontan Aq tersedak saat dia melulu memakai Bikini yang paling sexy dengan warna yang coklat muda. Model bawahannya G-String.
“Huhuuk k k… Aduh Tante aku kira Tante inginkan telanjang”
“Enak aja bila kamu, Om bilang anda suka bercanda”
“Tante nggak malu dilihatin ama satpam Tante, Tante pake bikini laksana ini”
“Ihh ini telah biasa Tante pake bikini kadang terdapat orang dusun ngintip Tante”
“Benar Tante… Tapi sayang Aq tak sempat bawa celana renang”
“Ah… Nggak apa apa pake aja dulu celana dalam kamu. Nanti aku suruh bi’
Imah suruh beli bikin kamu, yuk nyebur…” segera Tante menyeburkan diri.
Dengan malu malu Aq membuka bajuku namun belum buka celana. Aku malu
ama Tante. Lalu dia naik dari kolam. Dia memdekatiku.
“Ayo cepet… Malu ya ama Tante nggak apa apa. Kan anda keponakan Tante. Jadi sama dengan kakak wanita kamu.”
Waktu dia mendekatiku tampak jelas putingnya menonjol keluar. Maklum nggak terdapat bikini pake busa. Aq melirik unsur payudaranya. Dia melulu tersenyum.
Setelah tersebut dia pulang menarikku. Tanpa basa basi dengan muka tertunduk aku melorotkan celana dalamku. Yang Aq takutkan kepala adikku keliha tan bila lagi tegang menyembul dibalik celana dalamku. Setelah melepas celanaku langsung Aq berenang bareng Tante.
Setelah puas renang aku naik dan segera kekamar mandi yang besar. Aku masuk disana saat Aq hendak menutupnya, tidak terdapat kuncinya jadi bila ada orang masuk bermukim buka aja. Aku segera bergegas lokasi dengan penutup kain. Aku tanggal kan seluruh yang terbelakang ditubuh ku dan Aq membilas dengan air dingin. Ketika berkeinginan menyabuni tubuhku. Terdengar suara pintu terbuka, aku mengintip ternyata Tanteku yang masuk. Kontan aku kaget Aq berusaha supaya tidak ketahuan. Ketika dia membuka tidak banyak tempatku aku spontan kaget segera aku menghadap ke belakang.
“Ehhh… Maaf ya Ren aku nggak tahu bila kamu terdapat didalam. Habis nggak terdapat suara sih”
Langsung segera wajahku memerah. Aq baru sadar bila Tante sudah mencopot bikini unsur atasnya. Dia segera menutupinya dengan telapak tangannya. Aku tahu masa-masa tubuhku menghadap kebelakang namun kepalaku lagi menoleh kepadanya.
“Maaf… Juga Tante… Ini salahku” jawabku yang seolah terbius apa yang Aq lakukan. Yang lebih unik telapak tangan Tante tidak lumayan menutupi seluruh bagiannya. Disana ada puting kecil berwarna cokelat serta paling kontras dengan besarnya payudara Tante.
“Tante tutup dong tirainya, akukan malu”
Segera diblokir tirai itu. Dg keras shower Aq hidup kan seolah olah aku sedang mandi. Segera aku intip Tanteku. Ternyata dia masih diluar belum masuk lokasi shower. Dia berdiri didepat cermin. Disana dia sedang mencuci muka, terlihat payudaranya bergoyang goyang menggairahkan sekali. Dengan sengaja aku tidak banyak membuka tirai agar aku bisa melihatnya.
Aku bermain dengan adikku yang langsung keras. Kukocok dengan sabun cair kepunyaan Tante. Ketika aku intip yang kedua kali dia mengoles kan cairan disekujur tubuhnya. Aku menyaksikan tubuh Tante mengkilap sesudah diberi cairan itu. Aku tidak tahu cairan apa itu. Dia mengoleskan disekitar payudaranya agak lama. Sambil diputar putar kadang supaya diremas kecil. Ketika selama 2 menit kayaknya dia mendesis membuka tidak banyak mulutnya sambildia memejamkan mata. Sambil merasakan pemandangan aku konsentrasikan pada kocokanku dan akhirnya… Crot crot…
Air maniku tumpah seluruh ke CD bekas aku renang tadi. Yang aku kaget kan nggak terdapat handuk, tak sempat aku ambil dari dalam tasku. Aku bingung. Setelah sejumlah saat aku tidak menyaksikan Tante di depan cermin, namun dia telah berada di depan shower yang satunya. Aku terheran-heran waktu dia melorot kan CDnya dengan perlahan lahan dan membuang CDnya kekeranjang dan masuk ke shower. Setelah sejumlah kemudian dia keluar. Aku sengaja tidak terbit menunggu Tanteku pergi. Tapi dia menghampiriku.
“Ren koq lama banget mandinya. Hayo ngapain di dalam” Judi Casino Online
Kemudian aku menerbitkan kepala ku saja di balik tirai. Aku kaget dia
terdapat dihadapanku tanpa satu busanapun yang menempel ditubuhnya.
Langsung aku tutup kembali. TERBARU
Cerita Seks — “Rendi malu ya, nggak usah malu akukan masih Tantemu. Nggak papalah? ” ( tante sange )”
“Anu Tante aku tak sempat bawa handuk jadi aku malu bila harus keluar”
“Aku pun lupa bawa handuk, udahlah anda keluar dulu aja. Aku inginkan ambilkan handukmu.”
Cerita Dewasa Adik Pacarku Yang Masih Perawan

RajaNgocok — Cerita Dewasa Adik Pacarku Yang Masih Perawan — Kejadian ini terjadi pas hari sabtu, saat aku lagi nonton Tv tiba — tiba terdengar dering Hp ku di kasur, ternyata si Intan menyuruh aku kerumah dia untuk menganter adik nya yang bernama Dewi kerumah tantenya buat menginap karena Intan dan orangtuanya sedang pergi ke solo. Dan adik nya sendiri dirumah. Kenalkan nama saya Leko, saya kuliah di kota A semester akhir. Saya mempunyai kekasih bernama Intan dia satu semester dengan saya. Dan ini adalah cerita pengalaman yang tak bisa aku lupakan hingga kini yaitu Ngentot dengan adik pacarku.
Sampai dirumah Intan aku agak kaget, Dewi membukakan pintu mengunakan singlet yang ketat tanpa mengunakan dalaman sama sekali sehinga bentuk toket dan pentilnya terpangpang menyeplak di singletnya dan celana pendek yang hampir sependek cd nya. Pandangan seakan terhipnotis untuk melihat pemandangan yang indah ini.
” Hai Dewi kamu masih belum bersiap — siap? ” aku langsung menyapanya.
” iya nih , baru pulang dari sekolah, ini mau siap — siap mandi ” ” kak Leko mau minum apa ntar Dewi bikinin “
” Yang ada aja Dewi ” dengan agak malu aku berbicara sambil melirik bentuk payudaranya dan pentilnya yang masih kecil.
Sunggu bentuk tubuh Dewi sangat mengoda, dengan bentuk payudara yang tidak besar akan tetapi pas buat ukuran anak SMU. Di tambah dengan kulitnya yang putih, halus dan wangi, sama sepertin Intan. Cuma perbedaan nya terletak di toket nya.
” Ini kak Leko “
” Iya Dewi terima kasih ya “
Intan pun langsung duduk di sofa dendan kedua kaki di lipat ke sofa. Jantungku seakan copot melihat pemandanga pahanya yang putih dengan cd yang berwarna pink.
” Dewi kamu tidak mandi dan ganti baju? “
” Belum kak, bentar lagi masih berkeringat “
Aku buru — buru memalingkan pandangan takut Dewi curiga kalau aku memandangi dirinya.
” Kak Leko kenapa? “
” kaga kenapa — kenapa Dewi cuma mata kak Leko dari tadi pengin nya lihat Dewi ” sambil tersenyum malu aku menjawab dalam hati bisa mendapat yang lebih.
” Jangan bilang kalau anu kak Leko sudah tegang ” Dewi langsung tertawa
Entah kerasukan setan apa, aku pun berdiri dan menunjukan kontol aku yang sudah mengeras dari tadi ” Tuh dah tegak gara — gara Dewi pakainya nya begitu “
Dewi tersenyum dan memegang tangan ku ” Kak Leko Mumpung sepi ” Dewi langsung menaruh tanganku di toket nya dan meremas — remas toketnya dengan tanganku. Aku pun kaget ” Dewi jangan begini ” Dewi pun semakin lebih berani dengan membuka baju dan celananya.
” Kak Leko ga usah takut Dewi sering lihat kok kalau Kak Intan dan kak Leko suka Ngentot dikamar kak Intan ” Aku pun kaget ternyata Dewi sering mengintip aku saat ngentot dengan Intan.
” Kak Leko ajarin Dewi Dong, Dewi perhatiin kak Intan kayanya keenakan dan menikmati jadi Dewi mau coba ” Dewi pun memasukan tanganku kedalam CD nya, ternyata memeknya sudah basah dari tadi. dalam hati aku berkata duh…. mimpi apa aku nih.. si otong semakin tegang tangan pun semakin bermain dengan memeknya. Tanpa buang — buang waktu langsung kucium dan ku baringkan di sofa.
aku membuka semua baju aku hingga bugil Judi Online
cerita seks — Tanganku yang sudah basah oleh cairan memeknya ku cium ” hm…. wamginya ” aku pun langsung ke arah toket kecilnya, ku emut, kutarik, dan ku gigit — gigit pelan pentilnya yang masih kecil, tidak lupa kedua tangan ku meremas — remas toketnya ” Akh….Kak …pelan..pelan…”. ciuman ku pun menurun ke CDnya, sedikit ku mainkan lidah ku di atas cdnya sambil kutusuk — tusuk lidah ku. Harum memek dan cairan khas wanita nya membuat aku kesakitan menahan kontol yang terhalang cd dan celana.
Cerita Dewasa SPG Yang Bisa Diajak Sex Plus

RajaNgocok – Cerita Dewasa SPG Yang Bisa Diajak Sex Plus – menerima Kawan-kawan sekampusku yang tergila-gila memenuhi dan mempercantik kecantikanku, akan tetapi semuanya bisa ku perdulikan karena aku hanya mau mau ikut kuliah pelajaranku.
Aku dan Ibuku ahirnya pindah rumah kontrakan dengan sisa uang yang ada untuk modal hidup. Hal ini merupakan pukulan berat bagiku. Cerita ini bermula kompilasi Perusahaan expor-penting milik ayahku bertambah kebangkrutan karena selisih mata uang Dolar dan rupiah sangat tinggi memerlukan ayahku membutuhkan dolar pada rekanan bisnisnya.Karena tidak kuat meningkatkan energi, ayahku menjadi dunia karena Hipertensi aqut. Rumah dan 2 mobil kami dibeli dijual untuk melunasi hutang.
Di sini saya punya kawan akrab sesama PENJUALAN PROMOSI GADIS bernama Indri, orangnya juga cantik dengan badan semampai tinggi seperti Pragawati.Kami juga sangat dikenal oleh para karyawan terkait para lelaki Pengusaha, pakai baju seragam ketat dan di padu dengan rok mini yg menampakkan keindahan kaki kami sampai keatas. Dgn mengeluarkan Sementara waktu Hentikan dulu kuliahku karena aku harus bekerja untuk menambah uang.Dgn modal wajah yg cantik plus tubuh yg putih mulus aku dapat diterima sebagai PENJUALAN GADIS PENJUALAN di perusahaan otomotif ternama di Jakarta.
Diantara para PROMOSI PENJUALAN GADIS memang sering kudengar dari cerita Indri yang lebih banyak berlaqu negatif yaitu membeli barang-barang otomotif yang bisa di-kalkulasikan oleh para Pembeli. Indri pun mengaqui bahwa dia juga pernah melaquka untuk menambah pelajaran, tetapi hanya pelanggan tertentu yang ia layani. Aku hanya geleng geleng karena mendengar ini selama aku tak tertarik mencampuri orang lain maka aku tak memperdulikannya, yang penting aku tak terbawa oleh arus mereka.
Setelah beberapa bulan bekerja, musibah kedua menimpa kami lagi, Ibuku yg sudah tua mendadak kambuh lagi penyakit ginjalnya, kali ini lebih parah karena sudah lama tak terkontrol lagi. Menurut dokter ibuku harus segera menjalani operasi ginjal dalam minggu ini atau tidak ada harapan lagi jika ditunda. Yg membuatku jadi pusing adalah masalah biayanya yg besar. Seluruh tabung saya yang ada hanya cukup untuk biaya rumah sakitnya saja sedang untuk operasi masih butuh belasan juta rupiah. Aku ingin tahu siapa yang bisa menolongku.
“Biaya operasi ibumu memang tinggi sekali, aku tidak punya uang banyak untuk membantumu, tetapi meminta bantuan om Lamhok direktur perusahaan kita bekerja, karena dia pernah juga membantuku.” Mengatakan Indri memberikan solusinya. Om Lamhok memang pemilik perusahaan otomotif tempat saya bekerja orangnya agak gemuk pendek WNI kaya usianya 50-an, dengan mudah pakai selalu rapi dan necis. Sebenarnya Aqu paling tak suka menjumpai orang ini, sebenarnya sudah tua tetapi juga jelapi jika melihat para karyawati PENJUALAN PENJUALAN GIRLnya yang menggunakan seragam promosi dan Rok mini siapa yang tinggi, bahkan dia pernah dengan sengaja meraba pahaqu kompilasi berpapasan dengan mudahnya di ruang ganti baju kutepis dan kutinggal pergi.
“Silakan Masuk ..!” Terdengar suara dari balik pintu yg kuketuk…, eeh… Shinta, silakan duduk Shinta… Tanpa ragu aqupun duduk dikursi tamu yang berhadapan dengan meja kerja Om Lamhok yg mewah.
“Ada yang bisa kubantu …?” Tanya Om Lamhok sembari menatap nakal kearahku. Jadi gugup dan sedikit berkeringat. Tanpa membuang waktu untuk mengeluarkan uang untuk biaya operasi ibuku sebesar 20 juta rupiah. Sejenak kulihat Om Lamhok berdiam diri, tapi kulihat lagi dia tersenyum licik menatapku dalam.
“Mhmmm..itu hal yg mudah, kamu bisa mendapatkan uang itu harus mendapat bantuan … tapi harus ada ketidakseimbangannya …” kata Om Lamhok sembari meledak nakal.
“Saya tak mengerti, ketidakseimbangan apa yang Om Maksudkan?” Kataqu agak serius.
“Begini, Om Lamhok akan memberikan uang sejumlah itu tanpa pembelanjaan, tetapi sebagai imbalannya memberi saya keperawananmu.” Kata Om Lamhok singkat sembari tersenyum kurang ajar. Aku tertegun mendengar permintaannya, benar-benar undangan * siTua ini umpatku dalam hati.
“Aku tak mau ..!” Kataquim sembari berdiri dan keluar dari kantornya.
“Aku menunggumu kompilasi berubah pikiran Shinta …!” Selintas masih terdengar Om Lamhok sebelum pergi… dasar kunjungan *, kataqu lagi. Dirumah kutumpahkan semua kekesalanku dengan senyuman sepuas puasnya, sepertinya aku tak punya pilihan lagi, jika tak lama lagi di koperasi ibuku akan berlalu tapi terpilih yang harus aku bawa keperawananku di Bandot licik yang mengincar kekayaan badanku. Tak ada cara lain untuk mendapatkan uang sebesar itu, Demi kesembuhan ibuku ahirnya kuputuskan untuk menjumpai Om Lamhok lagi keesok diterima. Dgn pakai seragam PROMOSI PENJUALAN GADIS dan rok mini yg ketat, jam 10 pagi aku datang lagi di luar kantor Om Lamhok.
“He..he … he … akhirnya kau datang juga Shinta cantik, apakah kau sudah siap melayaniku diranjang..he.he..he ..?” Om Lamhok tertawa penuh kemenangan. Aku hanya diam saja menerima ejekan itu.
“Meminta, Om Lamhok bisa menikmati badanku setelah kupastikan ibuku di operasi hari ini ..” jawabku dengan berat hati.
“Oke, Tidak Ada Masalah” Om Lamhok bertanya selembar cek dengan nominal sesuai yang ia setujui sebelumnya kemudian didepanku dia menelpon rumah sakit untuk memasang operasi hari ini.
“Semuanya sudah beres, sekarang kau tepati janjimu nona cantik, mari ikut aku ..” kata Om Lamhok sembari menggandengku keluar ruangan.
“Membunuh * … kali ini menang menang.!” Om Lamhok sepertinya membawaqu kesebuah hotel terkenal di Jakarta pusat. Terkait Om Lamhok sudah sering datang kemari, Setengah air masuk ke kehotel tersebut. Debaran jantungku semakin kencang kompilasi Om Lamhok menggandengku menuju kamar VIP dilantai lima. Beberapa pasang mata pegawai tampak tampak kami, mungkin aneh berpenampilan perempuan muda cantik berjalan digandeng lelaki tua bangka menuju kamar hotel mereka pasti sudah tahu apa yang akan terjadi pada perempuan cantik itu… ahh terlalu beruntung situa ini dapat kuda tunggangan yg aduhai. Aku tidak mau membuka pintu kamar 508 yang sudah dibuka Om Lamhok, aku ingin segera lari dari tempat ini.
“Ayo masuk Shinta .., kita selesaikan urusan kita.” Kata Om Lamhok sembari menarik lenganku dan menutup pintu kamar Hotel. Begitu pintu memegang Om Lamhok Langsung memelukku merapat ketembok, rupanya napsunya sudah tak tertahankan lagi melihat kemulusan kulit badanku. Aku sedikit berontak kompilasi Tangan Om Lamhok mulai meraba pahaqu putih, Mataqu melotot dimulai. Hampir saja kutolak dari yang klimis itu.
“Ingat perjanjian kita, Shinta, sudahkan aku sudah penuhi air .. sekaranglah aku bebas menikmati kekayaanmu!” Kata Om Lamhok sembari kembali mengangkat rok miniku jadi menampakan kemulusan pahaqu lalu menjamahinya. ..oughhhh..aaahh .. entah kemana keangkuhan dan kesombonganku selama ini, Kali ini aku tak berdaya melawannya, aku memang sudah berhasil itu dan badanku saat ini adalah miliknya. Aku hanya bisa memejamkan mata dengan kurasakan tangan. Om Lamhok mulai rajin menyusuri pahaqu sampai kepangkal atas .. aah, Rasanya aku ingin menagis hanya tapi air mata tidak mau ada yang keluar.
“Ooh … aahhhh …” suara napasku tak sanggup lagi kutahan kompilasi tangan Om Lamhok mulai menyusup ke celana dalamku dan bermain di sana. Om Lamhok tersenyum senang melihat Shinta tampak pasrah dalam pelukannya. Selama ini Shinta selalu angkuh bila didekatinya bahkan pernah mempermalukannya dihadapan para PROMOSI PENJUALAN GADIS yang lain. Setelah puas menjamahi selangkanganku, Om Lamhok lalu melepaskanku dan mengajakku menuju ruang Utama yang lebih luas. Sembari berjalan mengikutinya dari merapikan kembali Rok miniku yang mulai acak dari Jamahan Tangan Om Lamhok. Kulihat Sebuah Ranjang yang besar dan mewah di tengah ruangan ini. Situs Judi Online
cerita seks – “Kamu tunggu di sini dulu, aku mau minum Viagra biar bisa menjebol gawangmu.” Kata Om Lamhok Sembari suka nakal. Aku memalingkan muka pura pura tak mendengarkan perkataannya. Jadi Om Lamhok pergi Aku segera membuka tas kecilku, dari dalam tas kukeluarkan disebutir kontrasepsi yang sudah aku persiapkan dari rumah dan segera diambilnya karena aku tidak mau hamil karena melakukan Om Lamhok. Tolak Om Lamhok sudah biasa meminjam kamar hotel ini, Tak berani kubaygkan sudah banyak perempuan cantik yang sudah digarapnya diranjang itu. Kawanku Indri yang cantikpun pernah cerita itu sendiri juga pernah digarap Om Lamhok disebuah kamar hotel bintang lima beberapa kali. Selera Om Lamhok Cukup tinggi pada perempuan cantik. Aku meletakkan tas di atas meja kecil Kulihat Om Lamhok Yg berbadan gemuk pendek mendekatiku.
Cerita Dewasa Aku Ketagihan Berselingkuh

RajaNgocok — Cerita Dewasa Aku Ketagihan Berelingkuh — Sebelum aku menceritakan tentang Cerita Sex ku ,akan kuperkenalkan terlebih dahulu diriki ku , Aku seorang ibu rumah tangga biasa namaku Delia setiap hari aku berada di rumah, akhirnya akupun mencari kesibukan dengan banyak berkumpul dengan para wanita sosialita.
Sebenarnya hidupku tidak sepi-sepi amat karena aku tinggal di rumah keluarga suamiku, ada kedua mertuaku yang masih sibuk bekerja juga di perusahaannya sendiri. Juga anakku yang kini sudah dua orang Nana 3 tahun dan Dika 12 tahun.
Akupun memiliki suami mas Imran yang bertanggung jawab pada keluarga, diapun begitu hot memuaskan aku di dalam melakukan hubungan intim layaknya dalam adegan cerita seks paling hot, tapi akupun menghianatinya juga. Mungkin aku terbawa pergaulan dengan teman-temanku yang menganggap selingkuh sudah di anggap hal yang biasa bahkan katanya membuat kita lebih bergairah menjalani kehidupan ini.
Tepat di usia pernikahanku yang ke 12 tahun aku menghianati suamiku, dan bukan dengan orang lain melainkan dengan orang rumah juga. Meskipun dia tidak ada hubungan darah dengan keluarga suamiku tapi dia tinggal di rumah besar ini juga. Namanya mas Soni dia merupakan sopir keluarga, setiap hari kerjanya mengantar orang rumah ke kantor dan kembali lagi ke rumah sampai tenaganya di butuhkan.
Oleh karena itu mas Soni selalu berada di rumah setiap hari, karena aku selalu sibuk dengan arisan dan juga acara kumpul-kumpul dengan teman-temanku akhirnya mas Soni yang sering mengantarku. Awal mula aku tertarik padanya ketika aku meminta dia untuk masuk kedalam ruangan tempat kami mengadakan acara, saat itu dia membawakan barang yang akan aku bawa.
Tapi di dalam semua pada heboh bilang “Aduuh jeng Delia suaminya cakep banget jeng..” Aku kaget dan hendak mengklarifikasi tapi ketika semua berkata seperti itu akhirnya akupun hanya tersenyum saja “Mas boleh kenalan tidak..?” Kata jeng Vika pada mas Soni dan aku lihat mas Soni begitu tersipu malu di buatnya dan ketika aku melihatnya dengan seksama dia memang begitu cakep dan gagah. Judi Online
Cerita Seks — Sejak hari itu aku selalu memperhatikan mas Soni bahkan aku seperti wanita yang kesepian, yang haus akan adegan Cerita Sex. Padahal kehidupan seks dengan suamiku masih sama seperti dulu, tapi akhir-akhir ini aku sering melamunkan mas Soni bahkan tidak jarang aku membayangkan melakukan adegan cerita hot bersamanya. Aku benar-benar terhipnotis pada mas Soni.
Cerita Dewasa Arisan Tante -Tante Mendapatkan Gigolo

RajaNgocok — Cerita Dewasa Arisan Tante -Tante Mendapatkan Gigolo— Ini adalah pengalaman Terlucu dan Menegangkan pertama ku mungkin kalau di bikin judul cerita bisa ya di bikin cerita Pengalaman Kumpulan Tante Menyewa Gigolo.
Setelah sekian lama aku menunggu kabar dari Fahri kemudian aku mendapatkan nomor telepon seorang Gigolo tak lama langsung aku minta untuk datang di tempat kami dikirimkanlah 3 orang pria yang memang sudah pengalaman di bidangnya, setelah janjian kami chek in hotel Sahid selang beberapa waktu datanglah cowok 3 yang macho abis.
Kira kira umurnya 25–27 tahun ketiganya terlihat ateletis dan menggoda sungguh tampan tampan wajahnya gigolo tersebut, aku pilih diantara ketiga cowok tersebut dan terpilih 2 karena satunya tingginya kurang maksimal, jujur saja pertama aku agak sedikit nerves karena baru pertama ini aku ingin bercinta dengan cowo gigolo.
Setelah berpikir sejenak akhirnya aku menyuruh mereka bertiga untuk telanjang di hadapan kami, sesaat mereka ragu, tapi akhirnya mau juga setelah kupancing dengan membuka baju atasku hingga terlihat bra merahku.
Dari pandangan matanya aku tahu bahwa mereka tertarik denganku, bahkan tanpa dibayar pun aku yakin mereka mau melakukannya. Kupikir hanya orang gila saja yang tidak tertarik dengan postur tubuhku yang putih seperti Cina, tinggi semampai, sexy, dan wajah cantik, paling tidak itulah yang sering dikatakan laki-laki.
“Oke, yang tidak terpilih, kalian boleh memegang buah dadaku ini sebelum pergi asal mau telanjang di depanku sekarang.” kataku menggoda, dengan demikian aku dapat melihat kejantanan mereka saat tegang, itulah yang menjadi pertimbanganku.
Serempak mereka melepas pakaiannya secara bersamaan, telanjang di depanku. Hasilnya cukup mengejutkanku, ternyata disamping memiliki tubuh yang atletis, ternyata mereka mempunyai alat kejantanan yang mengagumkan, aku dibuat takjub karenanya.
Rata-rata panjang kejantanan mereka hampir sama, tapi besar diameter dan bentuk kejantanan itu yang berbeda, kalau tidak ‘malu’ dengan Fahri mungkin kupilih keduanya langsung. Pandanganku tertuju pada yang di ujung, alat kejantanannya yang besar, aku membayangkan mungkin mulutku tidak akan cukup untuk mengulumnya, hingga akhirnya kuputuskan untuk memilih dia.
Namanya Hasim, mahasiswa semester akhir di perguruan tinggi swasta di Jakarta.
“Kamu tinggal di sini, lainnya mungkin lain kali.” kataku mengakhiri masa pemilihan. Setelah pilihan diambil, maka dua lainnya segera berpakaian dan menghampiri aku yang masih tidak berbaju.
Mula-mula si pendek mendekatiku dan memelukku, tingginya hanya setelingaku. Diciumnya leherku dan tangannya meremas lembut buah dadaku, lalu wajahnya dibenamkan ke dadaku, diusap-usap sejenak sambil tetap meremas-remas menikmati kenyalnya buah dadaku, lalu dia pergi.
Berikutnya langsung meremas-remas buah dadaku, jari tangannya menyelinap di balik bra, mempermainkan sejenak sambil mencium pipiku.
“Mbak mempunyai buah dada dan puting yang bagus.” bisiknya, kemudian dia pergi, hingga tinggal kami bertiga di kamar, aku, Hasim dan Fahri yang dari tadi hanya memperhatikan, tidak ada komentar dari dia kalau setuju atas pilihanku
“Rio, temenin aku mandi ya, biar segar..!” kataku, sebenarnya agak ragu juga bagaimana untuk memulainya.
“Ayo Tante, entar Hasim mandiin.” jawabnya.
“Emang aku udah Tante-Tante..?” jawabku ketus,
“Panggil aku Lily.” lanjutku sambil menuju kamar mandi, meninggalkan Fahri sendirian. Sesampai di kamar mandi, Hasim langsung mencium tengkukku, membuatku merinding.
Dipeluknya aku dari belakang sambil ciumannya berlanjut ke belakang telingaku hingga leher. Kedua tangannya mulai meraba-raba buah dadaku yang masih terbungkus bra merahku.
“Rio, kamu nakal..!” desahku sambil tanganku meraba ke belakang mencari pegangan di antara kedua kaki Hasim yang masih telanjang.
“Abis Mbak menggoda terus sih,” bisiknya disela-sela ciumannya di telinga. Tangannya diturunkan ke celana jeans-ku, tanpa menghentikan ciumannya, dia membuka celana jeans-ku, hingga sekarang aku tingal bikini merahku.
Ciumannya sudah sampai di pundak, dengan gigitan lembut diturunkan tali bra-ku hingga turun ke lengan, begitu pula yang satunya, sepertinya dia sudah terlatih untuk menelanjangi wanita dengan erotis dan perlahan, semakin perlahan semakin menggoda.
Perlahan tapi pasti aku dibuatnya makin terbakar birahi. Hasim mendudukkan tubuhku di meja toilet kamar mandi, dia berlutut di depanku, dicium dan dijilatinya betis hingga paha.
Perlahan dia menarik turun celana dalam merah hingga terlepas dari tempatnya, jilatan Hasim sungguh lain dari yang pernah kualami, begitu sensual, entah pakai metode apa hingga aku dibuat kelojotan.
Kepalanya sudah membenam di antara kedua pahaku, tapi aku belum merasakan sentuhan pada daerah kewanitaanku, hanya kurasakan jilatan di sekitar selangkangan dan daerah anus, aku dibuat semakin kelojotan.
Sepintas kulihat Fahri berdiri di pintu kamar mandi melihat bagaimana Hasim menservisku, tapi tidak kuperhatikan lebih lanjut karena jilatan Hasim semakin ganas di daerah kewanitaanku, hingga kurasakan jilatan di bibir memek ku
Lidahnya terasa menari-nari di pintu kenikmatan itu, kupegang kepalanya dan kubenamkan lebih dalam ke memek ku, entah dia dapat bernapas atau tidak aku tidak perduli, aku ingin mendapat kenikmatan yang lebih.
Jilatan lidah Hasim sudah mencapai vaginaku, permainan lidahnya memang tiada duanya, saat ini the best dibandingkan lainnya, bahkan dibandingkan dengan suamiku yang selalu kubanggakan permainan sex-nya.
Hasim berdiri di hadapanku, kejantanannya yang besar dan tegang hanya berjarak beberapa centimeter dari vaginaku. Sebenarnya aku sudah siap, tapi lagi-lagi dia tidak mau melakukan secara langsung, kembali dia mencium mulutku dan untuk kesekian kalinya kurasakan permainan lidahnya di mulutku terasa meledakkan birahiku, sementara jari tangannya sudah bermain di liang kenikmatanku menggantikan tugas lidahnya.
Aku tidak mau melepaskan ciumannya, benar-benar kunikmati saat itu, seperti anak SMU yang baru pertama kali berciuman, tapi kali ini jauh lebih menggairahkan. Ciuman Hasim berpindah ke leherku, terus turun menyusuri dada hingga belahan dadaku.
Dengan sekali sentil di kaitan belakang, terlepaslah bra merah dari tubuhku, membuatku telanjang di depannya. Aku siap menerima permainan lidah Hasim di buah dadaku, terutama kunantikan permainan di putingku yang sudah mengencang.
Dan aku tidak perlu menunggu terlalu lama untuk itu, kembali kurasakan permainan lidah Hasim di putingku, dan kembali pula kurasakan sensasi-sensasi baru dari permainan lidah. Aku benar-benar dibuat terbakar, napasku sudah tidak karuan, kombinasi antara permainan lidah di puting dan permainan jari di vaginaku terlalu berlebihan bagiku, aku tidak dapat menahan lebih lama lagi, ingin meledak rasanya.
“Rio, pleassee, sekarang ya..!” pintaku sambil mendorong tubuh atletisnya.
“Pake kondom Mbak..?” tanyanya sambil mengusap-usapkan kepala kejantanannya di bibir vaginaku yang sudah basah, sah, sah, sah.
Aku tidak tahu harus menjawab apa, biasanya aku tidak pernah pakai kondom, tapi karena kali ini aku bercinta dengan seorang gigolo, aku harus berhati-hati, meskipun dengan lainnya belum tentu lebih baik.
Kalau seandainya dia langsung memasukkan kejantannya ke vaginaku, aku tidak akan keberatan, tapi dengan pertanyaan ini aku jadi bingung.
Kulihat ke arah Fahri yang dari tadi memperhatikan, tapi tidak kudapat jawaban dari dia. Tidak ada waktu lagi, pikirku. Maka tanpa menjawab, kutarik tubuhnya dan dia mengerti isyaratku. Perlahan didorongnya kejantanannya yang sebesar pisang Ambon itu masuk ke liang kenikmatanku, vaginaku terasa melar.
Makin dalam batang kejantanannya masuk kurasakan seolah makin membesar, vaginaku terasa penuh ketika Hasim melesakkan seluruhnya ke dalam.
“Aagh.. yess.. ennak Sayang..!” bisikku sambil memandang ke wajah Hasim yang ganteng dan macho, expresinya dingin, tapi aku tahu dia begitu menikmatinya.
“Pelan ya Sayang..!” pintaku sambil mencengkeramkan otot vaginaku pada kejantanannya. Kulihat wajaah Hasim menegang, tangan kanannya meremas buah dadaku sedang tangan kirinya meremas pantatku sambil menahan gerakan tubuhku.
Kurasakan kejantanan Hasim pelan-pelan ditarik keluar, dan dimasukkan lagi saat setengah batangnya keluar, begitu seterusnya, makin lama makin cepat.
“Oohh.. yaa.., truss..! Yes.., I love it..!” desahku, menerima kocokan kejantanan Hasim di vaginaku.
Hasim dengan irama yang teratur memompa vaginaku, sambil mempermainkan lidahnya di leher dan bibirku. Aku tak bisa lagi mengontrol gerakanku, desahanku semakin berisik terdengar. Hasim mengangkat kaki kananku dan ditumpangkan di pundaknya, kurasakan penetrasinya semakin dalam di vaginaku, menyentuh relung vagina yang paling dalam.
Kocokan Hasim semakin cepat dan keras, diselingi goyangan pantat menambah sensasi yang kurasakan.
“Sshhit.., fuck me like a dog..!” desahanku sudah ngaco, keringat sudah membasahi tubuhku, begitu juga dengan Hasim, menambah pesona sexy pada tubuhnya.
Aku hampir mencapai puncak kenikmatan ketika Hasim menghentikan kocokannya, dan memintaku untuk berdiri, tentu saja aku sedikit kecewa, tapi aku percaya kalau dia akan memberikan yang terbaik.
“Mau dilanjutin di sini atau pindah ke ranjang..?” tanyanya terus menjilati putingku.
Tanpa menjawab aku langsung membelakanginya dan kubungkukkan badanku, rupanya dia sudah tahu mauku, langsung mengarahkan kejantanannya ke vaginaku. Kuangkat kaki kananku dan dia menahan dengan tangannya, sehingga kejantanannya dapat masuk dengan mudah.
Dengan sedikit bimbingan, melesaklah batang kejantanan itu ke vaginaku, dan Hasim langsung menyodok dengan keras, terasa sampai menyentuh dinding dalam batas terakhir vaginaku, terdongak aku dibuatnya karena kaget. Prediksi Bola
Cerita Seks — “Aauugghh.., yes.., teruss.., yaa..!” teriakku larut dalam kenikmatan. Sodokan demi sodokan kunikmati, Hasim menurunkan kakiku, dan kurentangkan lebar sambil tanganku tertumpu pada meja toilet, tangan Hasim memegang pinggulku dan menariknya saat dia menyodok ke arahku, begitu seterusnya.
BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI:
Cerita Dewasa Desahan Babysister Orgasme

RajaNgocok — Cerita Dewasa Desahan Babysitter Saat Orgasme — Pemilik rumah tergolong elite dan termasuk sibuk dengan bisnisnya, dan istrinya juga bekerja disebuah salah satu bank swasta. lokasinya di Makassar dan aku pernah kost dirumah mewah ini.
Panggil saja Nyonya rumah Mbak Wulandari, setelah dia melahirkan seorang bayi, maka Mbak Wulandari membuka lowongan kerja buat untuk mengasuh bayinya. Seorang BabySister bernama Eva sedang melamar untuk bekerja setelah lihat iklan dari koran lowongan kerja untuk posisi babysister. Setelah di inteview sama Mbak Wulandari maka Eva diterima bekerja sebagai pengasuh bayi mereka. Aqu pandangi terus itu baby sitter, wah…setelah pakai baju putih kelihatan sexy banget, guratan celana dalamnya tampak samar-samar…. esoknya, ketika aqu mau berangkat kekantor, tiba-tiba ibu kost ku mengenalkan si Eva kepadaqu, sekilas kulihat buah dadanya yg terbungkus bajuputih dibalik BH wow…seru…kira-kira 36 lah..
Si Eva berumur sekitar 30 tahun, sedangkan ibu kost ku (ibunya si bayi baru sekitar 26 tahun, suaminya kira-kira 30 tahun). Bang…tolong ya..ikut awasin rumah karena ada penghuni baru ( maksudnya baby sitter) sementara aqu sudah harus masuk kerja lagi, maklum kerja di swasta cutiku melahirkan cuma 1 bulan, ucapnya kepada ku…
Baik Mba, saya jagain lah…
setelah sekitar 1 minggu si Eva tinggal di rumah kost bersama aqu dan pemilik rumah, aqu mulai curiga dgn gerak-gerik suami Wulandari beberapa hari terakhir ini, Aqu sering melihat dari sela pintu kamar kost ku, sang suami panggilannya mas Adi suka mencuri pandang tubuh si Eva yg sedang ngurus bayi di Box bayi, tentunya tubuhnya membungkuk posisi hampir nungging sehingga guratan CD nya semakin tampak jelas dan bentuk pinggul serta betis yg bikin mupeng semua lelaki, ternyata di usia 30 tahun, si Eva justru bikin gairah lelaki meningkat.
Suatu hari, Wulandari tak pulang, dia tugas ke jakarta untuk 3 hari, mas adi kelihatannya seneng banget ditinggal isterinya, semakin saja dia menggoda si Eva, dan sempat mengelus punggung si Eva sambil berkata ” emh kasihan Mbak ya…kok masih cantik jadi janda…” si Eva cuma menjawab ” ya nasib mas…” sambil tersenyum. aqu terus mengintip dari celah pintu kamar kost ku apa yg dilaqukan mas adi, dia mulai melaqukan jurusnya karena sudah ber bulan2 tak ketemu lobang kemaluan Wulandari, maklum hamil besar dan baru melahirkan.
” Mbak Eva anaknya berapa? tanya mas adi, 1 mas…jawab Eva. sudah berapa tahun menjada..? tanya adi lagi, yah sudah 3 tahunan lah mas…. jawab Eva.
Mas Adi duduk di sofa dekat box bayi anaknya, sementara tangan kanannya mulai menggosok-gosok batang kemaluannya dibalik training spak yg dia gunakan, sementara si Eva masih tetap membungkuk membelakangi mas adi memberi susu botol kepada sang bayi.
Tiba-tiba terdengar suara mas adi memanggil aqu,seakan mengajakku untuk nonton TV seperti biasanya, aqu pura-pura tidur dgn pintu tetap ku buka satu senti untuk mengintai apa yg terjadi, lalu mas Adi manggil si-mbok pembantunya yg sudah diatas 50 tahun, ya…den..kata simbok, bikinkan saya kopi terus mbok tidur aja ya istirahat, ya..den…jawab simbok. setelah kopi dihidangkan, keMbali Adi menggosok-gosok batang kemaluannya dibalik training spaknya, aqu terus mengintai dgn lampu kamar yg aqu matikan, setelah si bayi tertidur, adi ngajak Eva untuk duduk disofa sambil lihat TV, si Eva menolak, malu mas…kata si Eva, gak apa-apa ….kata Adi.
Kamu kan ngerti dong saya sudah 3 bulan tak bersentuhan dgn wEvata, sini…..ajak adi lagi. dgn ragu-ragu si Eva mulai duduk dilantai dekat sofa tempat adi duduk, aqu semakin nilik-nilik mereka, Eva…sususmu kok masih kencang ya…ucap Adi, ah…masa mas, masih bagus punya Mbak Wulandari dong…jawab Eva, kenapa mas bilang begitu…? tanya Eva. ah…enggak cuma pingin tau aja kalau susu yg sudah pernah di isep bayi berubah bentuk atau tak…? kilah Adi. ya..tergantung perawatan…kata Eva. boleh aqu raba susumu ni…tanya adi. ah…jangan mas…saya kan sudah tua, juga saya malu….jawab Eva.
Aqu mulai yakin pasti jurus si Adi mengena. sini geser duduknya…kata adi, ah…sudah disini saja mas… kata Eva.gak apa-pa…sini… saya penasaran dgn susu yg sudah di isep bayi, pingin lihat…kata adi lagi, jangan mas ah… malu, nanti Mbak Wulandari tau aqu dimarahin… kata Eva, tak ada yg tau, semua sudah tidur. kata adi, lalu adi menarik lengan si Eva, dan mulai meraba susu Eva dgn halus, si Eva kelihatan berigidig-an, adi terus gencar berusaha memegang susu Eva, sementara Eva terus menangkis tangan adi, ketika si Eva sibuk menangkis tangan adi, aqu melihat kedua paha si Eva yg kadang terkangkang karena sibuk menangkis tangan adi, wow…mulus pahanya, aqu mulai jreng juga, karena ruang tengah cukup terang sehingga sering banget aqu melihat CD Eva yg berwarna ungu muda, dan gundukan kemaluan dibalik CD yg begitu menggiurkan membuat aqu jadi keasyikan nonton dar celah pintu kamar.
Akhirnya si Eva menyerah di tangan Adi, dan membiarkan tangan adi meng-griliya susunya, dan si Eva pun mulai kegelian sehingga pahanya semakin jelas kulihat karena Eva sudah tak kontrol cara duduknya. Prediksi Bola
Cerita Seks — Aqu mulai terangsang melihat tangan adi dibalik baju putih Eva bergerak-gerak, kebayg empuk dan halus susu yg sedang diobok. kemaluan ku mulai tegang, si Eva semakin meringis dgn sesekali membungkukkan punggunya, kegelian. adi mulai memetik kancing baju si Eva, maka terlihat susu si Eva dibungkus BH warna merah jambu karena si Eva menghadap kamarku dan Adi dibelakang si Eva. tangan adi kemudian mengeluarkan sebelah susu Eva dari BHnya, aqu semakin tegang karena aqu melihat susu yg begitu mulus, puntingnya coklat muda, bahkan aqu lebih terfokus ke celah paha si Eva yg sudah semakin jelas karena rok putihnya sudah sediki demi sedikit tersingkap. kelihatannya si Eva sudah mulai terangsang karena aqu melihat bagian celah kemaluan pada CD si Eva sudah mulai berwarna ungu tua, berarti sudah basah. ketika si Eva agak bergeser duduknya aqu melihat tangan Adi yg kiri memegang kemaluannya yg sudah tegang banget, sementara tangan kanannya mulai meremas halus susu Eva, kelihatannya adi bukan pemain sex brutal, dia mempermainkan susu si Eva begitu lembut sehingga si Eva mulai mendesah dan tangannya mulai mencengkram tangan Adi yg sedang mengelus susu nya.
Cerita Dewasa Nikmatnya Jeritan Tante Ciindy

RajaNgocok — Cerita Dewasa Nikmatnya Jeritan Tante Ciindy — Aku Tinggal bersama neneku sejak aku masih kecil dan di rumah nenek juga di tinggal sama om-omku dan tante-tanteku (anak-anak dari nenekku). Tanteku bernama Ciindy. Dia adalah istri dari omlu yang ketiga. Tante Ciindy seorang wanita yang sangat cantik dan tubuhnya cukup sexy dan orangnya mudah bergaul, terutama denganku.
sedangkan dengan nama saya adalah Dharma, Saya masih sekolah di salah satu SMA. Semula Omku tinggal bersama kami, dan saat itu aku baru berusia 16 tahun sering melihat tante Ciindy sedang bercumbu dengan suaminya, dan kadang-kadang di depanku Tante Ciindy mengusap penis omku, sebut saja Om Wahyu. Batang kemaluanku yang saat itu sedang remaja-remajanya langsung menjadi tegang, dan setelah itu aku melakukan onani membayangkan sedang bersetubuh dengan Tante Ciindy.
Setelah mereka menikah 1 tahun, akhirnya mereka pindah dari tempat nenek kami dan membeli rumah sendiri yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah nenek kami. Kalau Tante Ciindy hendak pergi, biasanya dia memanggilku untuk menjaga rumahnya, takut ada maling. Suatu hari aku dipanggil oleh Tante Ciindy untuk menjaga rumahnya.
Ketika aku datang, dia sedang ada di kamar dan memanggilku, “Dharma, masuk ke kamar..!” teriaknya.
“Ya Tante..” jawabku.
Ternyata di dalam kamar, tante sedang memakai BH dan celana dalam saja, aku disuruh mengaitkan tali BH-nya. Dengan tangan gemetaran aku mengaitkan BH-nya. Rupanya Tante Ciindy tahu aku gemetaran.
Dia bertanya, “Kenapa Dharma gemetaran..?”
“Enggak Tante,” jawabku.
Tapi tante cepat tanggap, dipeluknya tubuhku dan diciumnya bibirku sambil berkata, “Dharma, Tante ada perlu mau pergi dulu, ini Tante kasih pendahuluan dulu, nanti kalau Tante pulang, Tante akan berikan yang lebih nikmat.”
“Ya Tante.” jawabku.
Kepalaku terasa pusing, baru pertama kali aku menyentuh bibir seorang wanita, apalagi wanita cantik seperti Tante Ciindy. Lalu aku ke kamar mandi melakukan onani sambil membayangkan tubuh Tante Ciindy.
Kira-kita jam 3 sore, tante pulang dan aku menyambutnya dengan penuh harap. Tante Ciindy langsung masuk kamar, sedangkan aku menunggu di ruang tamu, kira-kira 10 menit kemudian, dia memanggil pembantunya untuk disuruh ke supermarket untuk membeli sesuatu, jadi tinggallah di rumah aku dan Tante Ciindy saja.
Setelah pembantunya pergi, Tante Ciindy menutup pintu dan menggandengku untuk masuk ke kamarnya.
Lalu Tante Ciindy berkata, “Dharma, seperti yang kujanjikan, aku akan meneruskan pendahuluan tadi.”
Aku diam saja, gemetar menahan nafsu.
Tiba-tiba Tante Ciindy mencium bibirku, dan berkata, “Balaslah Dharma, hisap bibirku..!” judi online DaunEmas
Aku menghisapnya, dan terasa bibirnya sangat enak dan bau tubuhnya wangi, karena dia memakai parfum Avon yang merangsang, aku menjadi salah tingkah.
cerita seks — Tiba-tiba dia memegang batang kemaluanku, aku sangat kaget.
“Wah punyamu sudah tegang dan besar Dharma,” sahut Tante Ciindy.
Lalu Tante Ciindy berkata lagi, “Apakah kamu pernah berhubungan sex dengan wanita?”
Aku menjawab sambil gemetar, “Jangankan berhubungan sex, mencium wanita saja baru kali ini.”
Tante Ciindy tersenyum dan berkata, “Hari ini Tante akan ajarkan cara berhubungan sex dengan seorang wanita.”
Lalu Tante Ciindy membuka bajunya sehingga telanjang bulat, lalu dipegangnya tanganku dan dibawanya ke buah dadanya yang cukup besar.
Cerita Dewasa Aku Selingkuh Dengan Istri Temanku
RajaNgocok – Cerita Dewasa Aku Selingkuh Dengan Istri Temanku – Cik Nina Duduk di depanku. kaosnya dan celana jeansnya yang super ketat terlihat lekukan benar-benar terlihat seakan tidak pakai busana dalam lamunanku, aku di kejutkan Velisa yang masuk keruanganku tanpa mengetuk.
Setelah selesai berbicara dengan Cik Nina, Cik Nina keluar dengan sedikit pandangan lain kepadaku dan membuatku kelabakan. Aku sempat berpikir, Apakah Cik Ling ngobrol dengan Cik Nina ya? Ahh, aku membayangkan yang, ya ya ya, dengan Cik Nina dan Cik Ling lagi.
Lima belas menit kira-kira, Velisa masuk lagi ke ruanganku, lalu ditutupnya. Ruanganku ber-AC dan Velisa dengan sedikit akting memarahiku. Kupikir Velisa ini cemburu. Dan aku mendapatkan jalan lapang menikmati tubuh Velisa. “Iya, iya, aku minta maaf. Mau memaafkan nggak? Entar tak terima hadiah, ”kataku pada Velisa. Velisa mengangguk.
Velisa memang sayang sama aku, hampir setiap hari Velisa membawakanku kue. Velisa tahu jika aku suka menghabiskan sebelum makan siang. Dari situ, aku bisa lebih dekat dengan Velisa, istri Mas Heru ini. Mengapa Velisa rela memperhatikanku ya? Ada yang tak beres hubungan mereka berdua. Velisa sudah punya dua anak yang masih balita dan dia baru berumur 26 tahun.
Akhirnya, sesuai janjiku, aku memberikan sesuatu untuk Velisa. Daster hitam. Aku terus terang sudah membayangkan Velisa memakai daster hitam ini dan aku menyetubuhinya. Ahh, aku jadi ingat Cik Ling yang banyak mengajariku soal persetubuhan.
“Velisa, ini buatmu ya?” Velisa tersenyum sambil menerima kadoku.
“Bagaimana kabar rumah Velisa?” Tanyaku melanjutkan.
“Baik Jo,” katanya agak disetujui.
“Kemana Mas Heru hari ini?” Kataku memberanikan lebih dalam.
“Oooh, baru pergi ke Bogor, ada seminar dan pelatihan di sana,” katanya.
Wah, ini peluang buatku.
“Maukah Velisa menemuiku nanti sakit? tanyaku.
Sementara aku biasa karena teman-teman kantor di luar bisa melihatku di dalam ruangan berkaca ini. Velisa diam saja.
“Oke, kalau Velisa mau bertemu aku di sini,” kutuliskan nama hotel berbintang di dekat Rumah, “Lebih dulu ya, sejam setelah pulang kantor, dan kuharap Velisa mau pakai apa yang mau mau itu,” kataku merayu.Keluar dari luarku, hatiku berkecamuk. Mau tidak dia ya? Pikir dan anganku. Yaa, hanya hotel paling murah saja. Segera saya telepon hotel dan saya memesan kamar 617 (lantai 6 kamar 17). Aku pesan yang menghadap ke selatan, sehingga bisa melihat bukit-bukit di selatan kotaku. Saya telepon dan meminta nomor kamarku. Velisa diam saja. Aku makin gelisah.
Aku pulang sejam lebih awal. Mobil kutinggalkan di parkir Mall di hotel dan saya naik taksi ke hotel. Dengan jantung yang semakin lama semakin menunggu Velisa datang. Akhirnya ada ketukan di kamarku dan yaa, hatiku melonjak karena Velisa datang. Ahh, senyumnya malu-malu dan segera kutarik ke dalam, kukunci pintu. Kami berpandangan dan akhirnya kami berpelukan, aku mendekap Velisa sekuatku dan kuciumi kuat bibirnya yang manja. Ahh Velisa, kau benar-benar menjadi milikku sakit ini.
“Velisa bawa daster hitam yang aku beri?” Dia mengangguk. Dan aku memintanya untuk dipakai sekarang. Biarkan aku mandi, sementara aku melucuti pakaianku sendiri sampai ketinggalan. Aku berdiri agak bersembunyi. Aku ingin menikmati Velisa, bagaimana dia berjalan. Aku mengelusi pembunuhan saya sendiri. Ahh, tunggu ya, tunggu ya, kataku dalam hati pada kemenanganku.
Lama sekali Velisa di kamar mandi. Sekitar 15 menit kemudian, kamar mandi dibuka Velisa dan amboi .. kuperhatikan dia berjalan dari belakang dan dia mencariku kompilasi hingga dekat tempat tidur. Akhirnya dia tahu persembunyianku. Aku keluar dengan tubuhku yang pendek, dengan batang kemenanganku yang menegang kuat penuh. Velisa terhenyak melihatku, terpaku menjalari tubuhku dan terakhir melihat membunuhku. Batang labaanku jika tegang maksimum kira-kira 15 cm dan 4, Diameternya 5 cm. Lalu kupanggil pindah dia mendekat dan aku juga bergerak mendekat. Seksi sekali Velisa dengan daster hitam yang kuberikan. Pundaknya hanya menggunakan tali hitam kecil. Ahh, Velisa sudah tidak pakai BH lagi, buah dadanya tampak menggunung dan bergerak-gerak kompilasi dia berjalan. Situs Judi Casino Online
cerita seks – Ooh, kedua bukitnya kurasakan nikmat di dadaku. Kupandangi dia kompilasi kami berdekapan. Tanganku bergerilya di bagian belakang dikembalikan dan ke pantatnya indah ditutup daster hitam. Aku kaget karena dibalik daster hitam itu sudah tak ada lagi BH dan celana dalam. Dengan sekali sentak pasti Velisa sudah ketinggalan di dekapanku. Pikiranku berubah. Aku ingin menyetubuhi anusnya dulu dengan Velisa masih memakai daster. Lalu, transisi transisi. Velisa menyandarkan diterima di dada kiriku. Wajahnya menghadapku dari samping. Ahh, benar-benar menggairahkan dimiliki. Buah dadanya yang besar menantangku, semuanya juga, semuanya. Dengan manja dan meminta, aku memaguti mulutnya, menguluminya. Tanganku bergerak meraba leher, kepala, telinganya.
