Cerita Dewasa Aku Selingkuh Dengan Istri Temanku

RajaNgocok – Cerita Dewasa Aku Selingkuh Dengan Istri Temanku – Cik Nina Duduk di depanku. kaosnya dan celana jeansnya yang super ketat terlihat lekukan benar-benar terlihat seakan tidak pakai busana dalam lamunanku, aku di kejutkan Velisa yang masuk keruanganku tanpa mengetuk.

Setelah selesai berbicara dengan Cik Nina, Cik Nina keluar dengan sedikit pandangan lain kepadaku dan membuatku kelabakan. Aku sempat berpikir, Apakah Cik Ling ngobrol dengan Cik Nina ya? Ahh, aku membayangkan yang, ya ya ya, dengan Cik Nina dan Cik Ling lagi.

Lima belas menit kira-kira, Velisa masuk lagi ke ruanganku, lalu ditutupnya. Ruanganku ber-AC dan Velisa dengan sedikit akting memarahiku. Kupikir Velisa ini cemburu. Dan aku mendapatkan jalan lapang menikmati tubuh Velisa. “Iya, iya, aku minta maaf. Mau memaafkan nggak? Entar tak terima hadiah, ”kataku pada Velisa. Velisa mengangguk.

Velisa memang sayang sama aku, hampir setiap hari Velisa membawakanku kue. Velisa tahu jika aku suka menghabiskan sebelum makan siang. Dari situ, aku bisa lebih dekat dengan Velisa, istri Mas Heru ini. Mengapa Velisa rela memperhatikanku ya? Ada yang tak beres hubungan mereka berdua. Velisa sudah punya dua anak yang masih balita dan dia baru berumur 26 tahun.

Akhirnya, sesuai janjiku, aku memberikan sesuatu untuk Velisa. Daster hitam. Aku terus terang sudah membayangkan Velisa memakai daster hitam ini dan aku menyetubuhinya. Ahh, aku jadi ingat Cik Ling yang banyak mengajariku soal persetubuhan. 
“Velisa, ini buatmu ya?” Velisa tersenyum sambil menerima kadoku. 
“Bagaimana kabar rumah Velisa?” Tanyaku melanjutkan. 
“Baik Jo,” katanya agak disetujui.

“Kemana Mas Heru hari ini?” Kataku memberanikan lebih dalam. 
“Oooh, baru pergi ke Bogor, ada seminar dan pelatihan di sana,” katanya. 
Wah, ini peluang buatku. 
“Maukah Velisa menemuiku nanti sakit? tanyaku. 
Sementara aku biasa karena teman-teman kantor di luar bisa melihatku di dalam ruangan berkaca ini. Velisa diam saja.

“Oke, kalau Velisa mau bertemu aku di sini,” kutuliskan nama hotel berbintang di dekat Rumah, “Lebih dulu ya, sejam setelah pulang kantor, dan kuharap Velisa mau pakai apa yang mau mau itu,” kataku merayu.Keluar dari luarku, hatiku berkecamuk. Mau tidak dia ya? Pikir dan anganku. Yaa, hanya hotel paling murah saja. Segera saya telepon hotel dan saya memesan kamar 617 (lantai 6 kamar 17). Aku pesan yang menghadap ke selatan, sehingga bisa melihat bukit-bukit di selatan kotaku. Saya telepon dan meminta nomor kamarku. Velisa diam saja. Aku makin gelisah.

Aku pulang sejam lebih awal. Mobil kutinggalkan di parkir Mall di hotel dan saya naik taksi ke hotel. Dengan jantung yang semakin lama semakin menunggu Velisa datang. Akhirnya ada ketukan di kamarku dan yaa, hatiku melonjak karena Velisa datang. Ahh, senyumnya malu-malu dan segera kutarik ke dalam, kukunci pintu. Kami berpandangan dan akhirnya kami berpelukan, aku mendekap Velisa sekuatku dan kuciumi kuat bibirnya yang manja. Ahh Velisa, kau benar-benar menjadi milikku sakit ini.

“Velisa bawa daster hitam yang aku beri?” Dia mengangguk. Dan aku memintanya untuk dipakai sekarang. Biarkan aku mandi, sementara aku melucuti pakaianku sendiri sampai ketinggalan. Aku berdiri agak bersembunyi. Aku ingin menikmati Velisa, bagaimana dia berjalan. Aku mengelusi pembunuhan saya sendiri. Ahh, tunggu ya, tunggu ya, kataku dalam hati pada kemenanganku.

Lama sekali Velisa di kamar mandi. Sekitar 15 menit kemudian, kamar mandi dibuka Velisa dan amboi .. kuperhatikan dia berjalan dari belakang dan dia mencariku kompilasi hingga dekat tempat tidur. Akhirnya dia tahu persembunyianku. Aku keluar dengan tubuhku yang pendek, dengan batang kemenanganku yang menegang kuat penuh. Velisa terhenyak melihatku, terpaku menjalari tubuhku dan terakhir melihat membunuhku. Batang labaanku jika tegang maksimum kira-kira 15 cm dan 4, Diameternya 5 cm. Lalu kupanggil pindah dia mendekat dan aku juga bergerak mendekat. Seksi sekali Velisa dengan daster hitam yang kuberikan. Pundaknya hanya menggunakan tali hitam kecil. Ahh, Velisa sudah tidak pakai BH lagi, buah dadanya tampak menggunung dan bergerak-gerak kompilasi dia berjalan. Situs Judi Casino Online

cerita seks – Ooh, kedua bukitnya kurasakan nikmat di dadaku. Kupandangi dia kompilasi kami berdekapan. Tanganku bergerilya di bagian belakang dikembalikan dan ke pantatnya indah ditutup daster hitam. Aku kaget karena dibalik daster hitam itu sudah tak ada lagi BH dan celana dalam. Dengan sekali sentak pasti Velisa sudah ketinggalan di dekapanku. Pikiranku berubah. Aku ingin menyetubuhi anusnya dulu dengan Velisa masih memakai daster. Lalu, transisi transisi. Velisa menyandarkan diterima di dada kiriku. Wajahnya menghadapku dari samping. Ahh, benar-benar menggairahkan dimiliki. Buah dadanya yang besar menantangku, semuanya juga, semuanya. Dengan manja dan meminta, aku memaguti mulutnya, menguluminya. Tanganku bergerak meraba leher, kepala, telinganya.

CERITA SELANJUTNYA DISINI:

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started