
RajaNgocok – Cerita Dewasa SPG Yang Bisa Diajak Sex Plus – menerima Kawan-kawan sekampusku yang tergila-gila memenuhi dan mempercantik kecantikanku, akan tetapi semuanya bisa ku perdulikan karena aku hanya mau mau ikut kuliah pelajaranku.
Aku dan Ibuku ahirnya pindah rumah kontrakan dengan sisa uang yang ada untuk modal hidup. Hal ini merupakan pukulan berat bagiku. Cerita ini bermula kompilasi Perusahaan expor-penting milik ayahku bertambah kebangkrutan karena selisih mata uang Dolar dan rupiah sangat tinggi memerlukan ayahku membutuhkan dolar pada rekanan bisnisnya.Karena tidak kuat meningkatkan energi, ayahku menjadi dunia karena Hipertensi aqut. Rumah dan 2 mobil kami dibeli dijual untuk melunasi hutang.
Di sini saya punya kawan akrab sesama PENJUALAN PROMOSI GADIS bernama Indri, orangnya juga cantik dengan badan semampai tinggi seperti Pragawati.Kami juga sangat dikenal oleh para karyawan terkait para lelaki Pengusaha, pakai baju seragam ketat dan di padu dengan rok mini yg menampakkan keindahan kaki kami sampai keatas. Dgn mengeluarkan Sementara waktu Hentikan dulu kuliahku karena aku harus bekerja untuk menambah uang.Dgn modal wajah yg cantik plus tubuh yg putih mulus aku dapat diterima sebagai PENJUALAN GADIS PENJUALAN di perusahaan otomotif ternama di Jakarta.
Diantara para PROMOSI PENJUALAN GADIS memang sering kudengar dari cerita Indri yang lebih banyak berlaqu negatif yaitu membeli barang-barang otomotif yang bisa di-kalkulasikan oleh para Pembeli. Indri pun mengaqui bahwa dia juga pernah melaquka untuk menambah pelajaran, tetapi hanya pelanggan tertentu yang ia layani. Aku hanya geleng geleng karena mendengar ini selama aku tak tertarik mencampuri orang lain maka aku tak memperdulikannya, yang penting aku tak terbawa oleh arus mereka.
Setelah beberapa bulan bekerja, musibah kedua menimpa kami lagi, Ibuku yg sudah tua mendadak kambuh lagi penyakit ginjalnya, kali ini lebih parah karena sudah lama tak terkontrol lagi. Menurut dokter ibuku harus segera menjalani operasi ginjal dalam minggu ini atau tidak ada harapan lagi jika ditunda. Yg membuatku jadi pusing adalah masalah biayanya yg besar. Seluruh tabung saya yang ada hanya cukup untuk biaya rumah sakitnya saja sedang untuk operasi masih butuh belasan juta rupiah. Aku ingin tahu siapa yang bisa menolongku.
“Biaya operasi ibumu memang tinggi sekali, aku tidak punya uang banyak untuk membantumu, tetapi meminta bantuan om Lamhok direktur perusahaan kita bekerja, karena dia pernah juga membantuku.” Mengatakan Indri memberikan solusinya. Om Lamhok memang pemilik perusahaan otomotif tempat saya bekerja orangnya agak gemuk pendek WNI kaya usianya 50-an, dengan mudah pakai selalu rapi dan necis. Sebenarnya Aqu paling tak suka menjumpai orang ini, sebenarnya sudah tua tetapi juga jelapi jika melihat para karyawati PENJUALAN PENJUALAN GIRLnya yang menggunakan seragam promosi dan Rok mini siapa yang tinggi, bahkan dia pernah dengan sengaja meraba pahaqu kompilasi berpapasan dengan mudahnya di ruang ganti baju kutepis dan kutinggal pergi.
“Silakan Masuk ..!” Terdengar suara dari balik pintu yg kuketuk…, eeh… Shinta, silakan duduk Shinta… Tanpa ragu aqupun duduk dikursi tamu yang berhadapan dengan meja kerja Om Lamhok yg mewah.
“Ada yang bisa kubantu …?” Tanya Om Lamhok sembari menatap nakal kearahku. Jadi gugup dan sedikit berkeringat. Tanpa membuang waktu untuk mengeluarkan uang untuk biaya operasi ibuku sebesar 20 juta rupiah. Sejenak kulihat Om Lamhok berdiam diri, tapi kulihat lagi dia tersenyum licik menatapku dalam.
“Mhmmm..itu hal yg mudah, kamu bisa mendapatkan uang itu harus mendapat bantuan … tapi harus ada ketidakseimbangannya …” kata Om Lamhok sembari meledak nakal.
“Saya tak mengerti, ketidakseimbangan apa yang Om Maksudkan?” Kataqu agak serius.
“Begini, Om Lamhok akan memberikan uang sejumlah itu tanpa pembelanjaan, tetapi sebagai imbalannya memberi saya keperawananmu.” Kata Om Lamhok singkat sembari tersenyum kurang ajar. Aku tertegun mendengar permintaannya, benar-benar undangan * siTua ini umpatku dalam hati.
“Aku tak mau ..!” Kataquim sembari berdiri dan keluar dari kantornya.
“Aku menunggumu kompilasi berubah pikiran Shinta …!” Selintas masih terdengar Om Lamhok sebelum pergi… dasar kunjungan *, kataqu lagi. Dirumah kutumpahkan semua kekesalanku dengan senyuman sepuas puasnya, sepertinya aku tak punya pilihan lagi, jika tak lama lagi di koperasi ibuku akan berlalu tapi terpilih yang harus aku bawa keperawananku di Bandot licik yang mengincar kekayaan badanku. Tak ada cara lain untuk mendapatkan uang sebesar itu, Demi kesembuhan ibuku ahirnya kuputuskan untuk menjumpai Om Lamhok lagi keesok diterima. Dgn pakai seragam PROMOSI PENJUALAN GADIS dan rok mini yg ketat, jam 10 pagi aku datang lagi di luar kantor Om Lamhok.
“He..he … he … akhirnya kau datang juga Shinta cantik, apakah kau sudah siap melayaniku diranjang..he.he..he ..?” Om Lamhok tertawa penuh kemenangan. Aku hanya diam saja menerima ejekan itu.
“Meminta, Om Lamhok bisa menikmati badanku setelah kupastikan ibuku di operasi hari ini ..” jawabku dengan berat hati.
“Oke, Tidak Ada Masalah” Om Lamhok bertanya selembar cek dengan nominal sesuai yang ia setujui sebelumnya kemudian didepanku dia menelpon rumah sakit untuk memasang operasi hari ini.
“Semuanya sudah beres, sekarang kau tepati janjimu nona cantik, mari ikut aku ..” kata Om Lamhok sembari menggandengku keluar ruangan.
“Membunuh * … kali ini menang menang.!” Om Lamhok sepertinya membawaqu kesebuah hotel terkenal di Jakarta pusat. Terkait Om Lamhok sudah sering datang kemari, Setengah air masuk ke kehotel tersebut. Debaran jantungku semakin kencang kompilasi Om Lamhok menggandengku menuju kamar VIP dilantai lima. Beberapa pasang mata pegawai tampak tampak kami, mungkin aneh berpenampilan perempuan muda cantik berjalan digandeng lelaki tua bangka menuju kamar hotel mereka pasti sudah tahu apa yang akan terjadi pada perempuan cantik itu… ahh terlalu beruntung situa ini dapat kuda tunggangan yg aduhai. Aku tidak mau membuka pintu kamar 508 yang sudah dibuka Om Lamhok, aku ingin segera lari dari tempat ini.
“Ayo masuk Shinta .., kita selesaikan urusan kita.” Kata Om Lamhok sembari menarik lenganku dan menutup pintu kamar Hotel. Begitu pintu memegang Om Lamhok Langsung memelukku merapat ketembok, rupanya napsunya sudah tak tertahankan lagi melihat kemulusan kulit badanku. Aku sedikit berontak kompilasi Tangan Om Lamhok mulai meraba pahaqu putih, Mataqu melotot dimulai. Hampir saja kutolak dari yang klimis itu.
“Ingat perjanjian kita, Shinta, sudahkan aku sudah penuhi air .. sekaranglah aku bebas menikmati kekayaanmu!” Kata Om Lamhok sembari kembali mengangkat rok miniku jadi menampakan kemulusan pahaqu lalu menjamahinya. ..oughhhh..aaahh .. entah kemana keangkuhan dan kesombonganku selama ini, Kali ini aku tak berdaya melawannya, aku memang sudah berhasil itu dan badanku saat ini adalah miliknya. Aku hanya bisa memejamkan mata dengan kurasakan tangan. Om Lamhok mulai rajin menyusuri pahaqu sampai kepangkal atas .. aah, Rasanya aku ingin menagis hanya tapi air mata tidak mau ada yang keluar.
“Ooh … aahhhh …” suara napasku tak sanggup lagi kutahan kompilasi tangan Om Lamhok mulai menyusup ke celana dalamku dan bermain di sana. Om Lamhok tersenyum senang melihat Shinta tampak pasrah dalam pelukannya. Selama ini Shinta selalu angkuh bila didekatinya bahkan pernah mempermalukannya dihadapan para PROMOSI PENJUALAN GADIS yang lain. Setelah puas menjamahi selangkanganku, Om Lamhok lalu melepaskanku dan mengajakku menuju ruang Utama yang lebih luas. Sembari berjalan mengikutinya dari merapikan kembali Rok miniku yang mulai acak dari Jamahan Tangan Om Lamhok. Kulihat Sebuah Ranjang yang besar dan mewah di tengah ruangan ini. Situs Judi Online
cerita seks – “Kamu tunggu di sini dulu, aku mau minum Viagra biar bisa menjebol gawangmu.” Kata Om Lamhok Sembari suka nakal. Aku memalingkan muka pura pura tak mendengarkan perkataannya. Jadi Om Lamhok pergi Aku segera membuka tas kecilku, dari dalam tas kukeluarkan disebutir kontrasepsi yang sudah aku persiapkan dari rumah dan segera diambilnya karena aku tidak mau hamil karena melakukan Om Lamhok. Tolak Om Lamhok sudah biasa meminjam kamar hotel ini, Tak berani kubaygkan sudah banyak perempuan cantik yang sudah digarapnya diranjang itu. Kawanku Indri yang cantikpun pernah cerita itu sendiri juga pernah digarap Om Lamhok disebuah kamar hotel bintang lima beberapa kali. Selera Om Lamhok Cukup tinggi pada perempuan cantik. Aku meletakkan tas di atas meja kecil Kulihat Om Lamhok Yg berbadan gemuk pendek mendekatiku.