Cerita Dewasa Ngentot gadis SPG Elektronik yang putih mulus

Cerita Dewasa Ngentot gadis SPG Elektronik yang putih mulus | Rajangocok.com

RajaNgocokCerita Dewasa Ngentot gadis SPG Elektronik yang putih mulus — Perkenalkan namaku Tony saat ini aku berusia 27 tahun dan berprofesi sebagai wirausaha kecil-kecilan, Aku menuliskan sebuah cerita sex nyata yang pernah aku alami sendiri disitus ini karena kebetulan aku teman admin web situs dewasa ini. Kisah sex ini terjadi pada tahun 2008 akhir ketika aku masih kuliah di sebuah universitas pariwisata yang ada dibandung.

Tahun 2008 akhir adalah semester awal aku masuk kuliah, sebagai anak laki-laki yang berasal dari kabupaten kuliah dibandung adalah suatu kebanggaan tersendiri, apalagi teman-teman satu angkatanku tidak ada yang kuliah dibandung seperti aku. Aku sangat senang sekali bisa kuliah dibandung, karena selain cuacanya yang dingin disana ceweknya cantik-cantik dan putih bersih.

Dibandung aku tinggal disebuah kost yang letak kostnya hanya 300 meter dari kampusku. Jadi kalau berangkat kekampus aku hanya cukup berjalan kaki. Awal kuliah memang sangat menyenangkan, namun lama kelamaan aku menjadi bosan. Semua mahasiswa yang kuliah dikampusku memakai seragam yang sama, yang membedakan hanyalah warna jas-nya saja.
Kuliah kampusku ini memanglah sangat ketat, selain harus memakai seragam aku juga harus berangkat tepat waktu yaitu pukul 07.15. Tidak hanya itu bahkan dikampusku senioritas sangatlah penting, jika bertemu kakak kelas harus menyapa dengan panggilan “Kak”. Membosankan buka para pembaca ??? padahal sewaktu SMA dulu aku orang yang tidak bisa diatur.
Dan semasa sekolah dulu aku sering membolos,hha. Tapi yasudahlah itu demi kebaikan dan demi merubah nasibku. Tidak terasa kuliah yang membosankan itu-pun berlalu, dan tibalah waktu liburan semester. Liburan semester bagiku adalah suatu surga dunia bagiku. Liburan smester-pun datang, tanpa menunda-nunda lagi aku segera berkemas lalu menuju kestasiun dan segera membeli tiket untuk pulang kampung.

Tiket kereta exekutif-pun aku beli pagi itu, setelah membeli tiket aku-pun masuk kedalam kereta dan duduk dikursi,
“ Tuttttttttttt…. Tuttttttttttt…. Tuttttttttttt…., ” suara klakson kereta, itu tanda kereta-pun berjalan.
“ Akhirnya aku-pun pulang kampung, yesss… bey kampus meyebalkan, hahaha…, ” gumamku didalam kereta dengan girangnya.

Singkat cerita, aku-pun telah sampai dirumah, seampainya dirumah karena sudah sore aku-pun segera mandi. Beberapa menit mandi aku-pun selesai lalu segera memakai kaos dan celan pendek berbahan. Stretch. Aku yang saat itu kebetulan jomblo, selama liburan yang aku lakukan hanyalah nongkrong bersama teman-teman lamaku dulu.Tidak terasa sudah satu bulan aku dirumah, dan masa-masa membosankan dikampus 2 hari lagi akan datang lagi. Karena 2 hari lagi sudah msuk kuliah pagi itu-pun aku meminta kakak-ku mengantarku kestasiun tawang lagi, sesampainya distasiun kakak-kupun pulang kembali kerumah karena dia harus menjalani aktifitasnya sebagai wirausaha lagi.

Seperti biasa untuk membeli sebuah tiket kita pasti harus antri dulu, huh… sungguh membosankan. Ditengah panjangnya antrian tiket saat itu aku tidak sengaja melihat seorang wanita bertubuh mungil yang usianya kira-kira 24 tahun yang posisinya berada didepan 2 baris. Oh iya saat itu dulu usiaku baru 18 tahun. Dari belakang wanita itu terlihat mungil dan tubuhnya berisi sekali.

Pantatnya dari belakang terlihat bulat, semok, dan pinggangnya terlihat ramping sekali. Hal itu membuatku penasaran, dalam hatiku bertanya-tanya, dibalik tubuhnya yang sintal itu apakah dia cantik???. Beberapa saat aku mengunggu dia untuk melihat kearah belakang antrian. Tidak kusangka harapanku itu terkabul, saat itu dia-pun menengok kearah belakang.
Perfect girl man… gila para pembaca ternyata dia cantik dan kulitnya putih sekali, wow… ketika sudah melihat wajahnya seketika itu aku-pun berangan-angan,

“ Andai saja dia bisa duduk dibangku yang sama denganku, pasti tidak akan aku biarkan dia lepas dari pesona asmaraku, hhe, ” ucap dalam hatiku.

Antrian demi antrian-pun telah berlalu, pada akhirnya aku-pun mendapatkan tiket kereta itu. Kubaca tiketku ternyata aku mendapat gerbong no 3 dan kursi paling belakang samping kamar mandi kereta. Setelah itu-pun aku segera masuk kedalam kereta karena kakiku terasa sedikit pegal setelah antri tiket kereta tadi. Sembari memegang tiket aku-pun berjalan sembari melihat nomer kereta.

Dan apa yang terjadi setelah aku sampai pada tempat duduku. Astaga, benar-benar terkabul harapanku tadi, gadis bertubuh mungil,sexy dan semok itu ternyata satu bangku denganku, Yesss. Sesampainya disana aku-pun segera menaruh tasku dibagasi kereta yang letaknya diatas bangku wanita idamanku itu. Saat itu karena kami satu bangku akupun mulai duduk sembari berbasa-basi,

“ Eh Mbak, mbakkan yang antri tiket didepanku tadi yah, hhe…, ” ucapku menyapanya.
“ Oh begitu ya mas, iya sih kyaknya mas, soalnya aku tadi juga sempet lihat mas dibelakang aku, hhe.. Oh iya ngomong-ngomong mas mau kemana nih, ” tanyanya aktif padaku.
Wah benar-benar asik nih orangnya, selain cantik,sexy, dan semok dia juga ramah sama orang,

“ Oh ini mbak aku mau kebandung, kalau mbak sendiri mau kemana yah???, ” tanyaku balik.
“ Lah sama dong mas aku juga mau kebandung ketempat saudaraku di daerah setiabudhi, ” ucapnya.
“ Wah kebetulan banget mbak tujuan kita sama, aku juga mau ke setiabudhi, soalnya kampusku berada didaerah san, hhe… barengan aja kita nanti mbak naik taxy-nya, hhe.., ” kataku.

Memang kalau jodoh tuh nggak kemana, hhe,
“ Wah boleh juga tuh mas, oh iya ngomong-ngomong nama mas siapa ? kan nggak enak mas kalau ngobrol nggak tahu namanya, hhe, ” ucapnya sembari tersenyum manis sekali.
Nih cewek perfect banget sih, udah cantik, rmah, payudara montok, tubuhnya sexy, beuhhh… tipe aku banget deh, ucapku dalam hati, Agen Judi Online

Cerita seks — “ Bener banget tuh mbak, namaku Tony mbak, ” kataku.
“ Oh Mas Tony, kenalin namaku aku Sinta mas, ” ucapnya dengan seyuman yang menggoda.
Setelah saling berkenalan kami-pun mengobrol banyak sepanjang perjalan kami. Kami dengan cepatnya akrab hingga obrolan kami-pun menjadi nyaman. Selama kami mengorol sering sekali aku mencuri-curi pandang kearah dadanya, Wuihh… sunggguh putih sekali belahan buah dadanya. Aku bisa melihat belahan dadanya karena memang saat itu memakai kaos dengan bentuk leher baju V-neck.

BACA CERITA KELANJUTANNYA DISINI :

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started