
RajaNgocok — Cerita Dewasa Nikmatnya Goyangan Pria Lain — beban pekerjaan dan pikiran yang membuat Ridho (45), yang disetujui sebagai kepala jawatan di sebuah kabupaten yang cukup maju, memutuskan untuk mengajak Siti (35), mengajak bersama dua anak mereka Dika dan Diki, kembar tampilkan 10 tahun, Liburan ke daerah wisata di luar kota selama sepekan. Dua hari menginap di hotel N di kawasan wisata pantai membuat keluarga Ridho tidak perlu hiruk pikuk kota.
Di sana setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama, berenang, latihan menyelam, dan mengabadikan kegembiraan mereka menggunakan kamera foto dan handycam. Tapi di hari ketiga, Siti puas dan tidak ikut suami dan dua lolos bepergian.
Ia memilih diam di kamar hotel untuk istirahat. Pagi-pagi benar, Ridho, dan Dika-Diki berangkat untuk menikmati indahnya pulau-pulau kecil di sekitar kawasan wisata itu yang harus dilewati dengan menyeberang perahu selama setengah hari.
Ya sudah mama tinggal saja di hotel, istirahat .. paling lambat kita sudah balik, kata Ridho saat pergi berangkat.
Ia mengerti benar stamina berbicara kurang cocok jika harus menyeberang menggunakan perahu. Dika dan Diki mencium pipi mamanya sebelum pergi. Hotel N tempat mereka menginap jauh dari pemukiman penduduk.
Tempatnya memang sangat nyaman untuk berlibur menghilangkan suntuk, dengan rindang pepohonan di sekitar hotel dan panorama pantai yang berpasir putih. Hanya saja, keluarga Ridho datang ke sana saat musim liburan, dan hotel liburan memang sedang sepi tamu.
Ini juga yang membuat pengelola hotel merawat keluarga yang ingin menginap lebih lama di sana. Alasan mereka menyewa dua kamar, satu untuk mereka dan hanya untuk anak-anak. Siti bangun sekitar pukul 11 siang, badannya sudah lebih segar dengan istirahat yang cukup. Ia lalu mandi dan menyantap sarapan yang diantar sedari pagi.
Siti tergolong wanita cantik yang berusia 35 tahun lebih suka menggairahkan dari segi seksi. Payudaranya 36D dan badan tinggi montok berisi dengan pantat seksi dibalut kulit putih bersih.
Banyak yang melihat wajah dan perawakan Siti mirip seniman Mona Ratuliu. Setelah menikmati sarapannya, Siti mencoba rileks di sofa menonton televisi. Siti mengenakan kaos oblong putih dan celana pendek agar lebih nyaman.
Tayangan kuliner di televisi hanya membuat Siti yang berbaring di sofa terlelap lagi, tapi ketukan pintu kamar menyadarkannya. Revan (40) dan Bisma (28), dua orang petugas Hotel yang berdiri di depan pintu saat Siti membukanya.
“Maaf pindah bu,” kata Salman Revan. Bisma berdiri di belakang Revan.
“Oh nggak apa .. ada apa ya ?,” tanya Siti.
“Tadi pagi kami memesan pak Revan, disuruh periksa kemari, katanya ada kerusakan di kamar mandi dan saluran pembuangannya ?,” jawab Revan.
Revan lalu mengenalkan diri jika ia dan Bisma adalah petugas hotel yang bertanggung jawab jika ada yang menangani kerusakan fasilitas hotel.
“Ehm .., oh iya. Tadi sempat ke sini ya? Maaf ya saya bangunnya siangan .. ayo silahkan masuk pak, ”Siti baru ingat tadi pagi sempat ngomel-ngomel karena kerusakan di kamar mandi hotel.
Siti menyilakan dua petugas hotel yang masuk. Tidak ada janji tentang bejat dua petugas hotel dan kesempatan yang tersedia di Siti seorang diri, membuat Siti diperkosa di kamar sewaan keluarga
Pengakuan Siti:
Ridho, suami Siti bersama anak mereka, Dika dan Diki kembali ke Hotel N dua hari kemudian setelah menikmati keindahan pulau-pulau kecil di seberang kawasan pariwisata itu. Malam hari setelah Dika dan Diki memasuki kamar mereka dan tidur, Ridho mencari tahu apa yang menyebabkan bermuram muka sejak mereka kembali ke Hotel.
“Mama masih sakit ya ?, kok diam terus dari tadi,” tanyanya pada Siti.
“Nggak papa, mama sudah sehat. Tapi selama papa dan anak-anak pergi …., ”Siti tak melanjutkan ceritanya. Itu tengkurap di tempat tidur dengan raut sedih, sementara Ridho dengan menunggu menunggu jawaban itu.
“Ayo teruskan mama, ada apa sebenarnya ?,” Ridho penasaran.
“Mama diperkosa pa… mama diperkosa oleh dua petugas hotel ini… dan sekarang mereka sudah kabur,” isak Siti menjadi-jadi.
Siti pun bercerita bagaimana dua petugas hotel itu datang ke kamar mandi untuk memperbaiki. Namun saat kamar tertutup, mereka meringkus Siti dan mengikatnya. Mulutnya disumpal kain dan ikatan juga ditutup dengan sapu tangan. Lalu, mereka memperkosa Siti berkali-kali.
“Apa .. ??,” Ridho terkejut bukan hanya mendengar mendengar kata-kata digauli oleh dua petugas hotel. Ia berusaha menghibur Siti agar tidak trauma, dan menunggu segera melaporkan kejadian itu ke kantor polisi.
Rekaman Handycam
Ridho sangat terpukul mendengar cerita mendengar. Setelah meminta Siti dan meminta ia terlelap, Ridho kemudian keluar kamar hotel menuju tepian pantai untuk menyepi sambil memulai melaporkan masalah tersebut esok paginya.
Tapi, sebelum keluar kamar Ridho menemukan handycam milik Dika, lolos tergeletak di dekat pintu kamar hotel. Handycam itu tidak dibawa kompilasi. Ridho bersama dua lolos melancong ke pulau-pulau kecil dua hari lalu. Ia lalu memungut handycam itu dan meminta keluar.
Di tepi pantai yang sepi itu, Ridho melamun panjang nasib nasib berkemah. Pergi berlibur untuk melepaskan beban dari himpitan kerja dan hiruk pikuk kota, mengatasi masalah yang sangat berat dan aib.
Tangannya iseng menghidupkan handycam untuk mengambil gambar bintang di langit malam itu. Namun, demi pita itu, berhasil. Penasaran, Ridho kemudian merewet kaset dan memutarnya untuk melihat isinya.
Mata Ridho terbelalak saat rekaman handycam tertayang di LCD handycam. Ternyata isinya adalah adegan pemerkosaan yang menimpa Siti, berbicara. Siti dalam kesulitan, masing-masing melepaskan diikat di pojok sisi ranjang membuat posisi Siti terlentang dengan kaki terbuka.
Ia hanya mengenakan celana dalam dan bra berwarna biru muda, sementara mata dan mulutnya tertutup dengan ikatan sapu tangan. Tubuh Siti yang putih mulus meronta-ronta di atas ranjang sepertinya butuh dilepaskan. Suaranya hanya ehmmm… ehmmm… suka berteriak, tapi tak bisa lepas karena mulutnya tersumbat.
“Ha .. ha .. ha .. ini dia .. tante girang yang sudah nggak tahan di atas ranjang,” suara seorang pria terdengar dalam rekaman itu.
Ridho kenal suara itu, ya suara itu tak lain dari Bisma, bujangan petugas hotel. Nampak ia memegang Handycam dan mengambil gambar Siti diempatkan.
“Eng .. ing .. eng … ini dia gigolonya …,” kata Bisma, pada saat yang sama muncul gambar Revan petugas hotel lainnya.
Revan hanya menggunakan kolor putih, di belakangnya nampa penisnya yang mulai terbalik tegang. Revan menyeringai di kamera sambil menjilati lidahnya sendiri sambil menikmati makanan enak.
Revan naik ke ranjang di mana Siti berenang. Ia berlutut di antara Siti sambil tanganya mulai mengusapi Siti. Siti memberontak meronta-ronta, teriakan tertahan terdengar keras.
“Eit .. eit … percuma tante … lebih baik tante menerima saja, sebaliknya melawan ntar malah sakit lho .. he..he..he ..,” ejek Revan dengan seringai mesumnya.
Revan terus meraba Siti mulai dari kaki, paha, perut, dan sekarang mulai mulai menjalar ke payudara Siti yang masih terbungkus bra. Siti terus meronta berhasil melawan, tetapi percuma karena ikatan di tangan dan sangat kuat menggunakan tali plastik jemuran, semakin kuat ia meronta kesulitan meningkatkan semakin sulit pada percobaannya. Prediksi Bola
Cerita Seks — “Kurang aj”, pikir Ridho saat menyaksikan adegan itu di handycam, mencoba bergetar memegang amarah.