Cerita Dewasa Ketagihan seks dengan suami tetangga | Rajangocok.com
RajaNgocok — Cerita Dewasa Ketagihan seks dengan suami tetangga
— Pak Ilham, kepala sekolah sebuah SMA swasta di empat aku menimba ilmu
di Kota S, rasanya sangat pantas mendapat julukan “Si Kucing Garong”.
Betapa tidak, pria berusia 55 tahun itu, meski memiliki istri yg
menurutku cukup cantik dan terpandang karena memiliki jabatan lumayan
tinggi di sebuah instansi, ia masih gemar menyalurkan hasrat seksnya
kepada wanita lain. Dan anehnya, wanita yg menjadi pelampiasan nafsu
bejatnya adalah Bu Lastri, istri almarhum tukang kebun yg juga pengelola
kantin sekolahku.
Gara-gara
aku sempat memergoki dan menangkap basah kelakuan menyimpangnya, Pak
Ilham kujadikan sumber keuangan sampingan. Dan yg lebih konyol, di
samping aku jadi tukang peras terhadap kepala sekolahku sendiri,
kelakuan “Kucing Garong” Pak Ilham juga menitis padaku. Ikut memangsa
tubuh Bu Lastri yg usianya notabene lebih tua dibanding ibuku. Kisah
skandal yg sepertinya tidak masuk akal namun benar-benar terjadi dlm
hidupku dan masih kujalani hingga sekarang inilah yg hendak kuungkapkan
dlm cerita ini.
Awal
cerita ini ketika suatu malam aku dibuat kelabakan. Kakakku, Astri,
geger mencari-cari laptopnya yg hilang dari tempatnya tersimpan di
kamar. Aku yg memang telah meminjamnya tanpa seijin dia menjadi tak
kalah panik. Sebabnya laptop itu tertinggal di kantin sekolah, tepatnya
di kamar Bu Lastri sang pengelola kantin setelah dipakai nonton film
bokep bareng teman-teman saat istirahat sekolah tadi pagi.
Aku
benar-benar ceroboh dan kena batunya kali ini, pikirku membathin.
Kulirik jam di dinding kamar, sudah menunjukkan pukul 8 malam lebih
sedikit. Aku harus mengambilnya malam ini juga. Kalau tidak, pasti bakal
ketahuan kalau aku yg telah mengambilnya tanpa ijin. Diam-diam kuambil
sepeda motor dan langsung kabur menuju lokasi sekolahk
Aku
dan kelompok teman-temanku memang sangat akrab dengan Bu Lastri.
Mungkin karena kami tak pernah absen nongkrong di kantinnya tiap jam
istirahat sekolah. Dia juga tidak keberatan bila aku dan teman-temanku
masuk ke kamarnya untuk nonton televisi atau ramai-ramai nonton film
bokep. “Kencing saja belum bisa lurus sudah ngelihat film saru
(jorok) ih,” paling komentar seperti itu yg keluar dari mulutnya saat
memergoki kami tengah mengerubuti laptop memutar film mesum.
Bahkan
belakangan kami suka memanggil Bu Lastri dengan julukan Bu Merry bukan
Bu Kantin seperti selama ini. Itu terjadi setelah di satu kesempatan
kami sama menonton film BF yg menggambarkan adegan incest seorang anak
laki-laki menyetubuhi ibunya. Dlm film itu, wanita pemerannya bernama
Merry hingga nama itu diabadikan teman-teman untuk memangganti nama Bu
Lastri.
Konyol
juga sih memang, karena wajah Nyonya Merry di film BF sama sekali nggak
mirip dengan Bu Lastri. Meski lumayan cantik, wajah Bu Lastri khas
wajah wanita Jawa dan kulitnya agak gelap. Tapi untuk potongan dan
bentuk tubuh, sosok Bu Lastri yg tinggi besar memang ada kemiripan.
Bahkan, aku memang belum membuktikan karena belum melihatnya, bisa jadi
bodinya nggak kalah seksi dengan Nyonya Merry di film BF.
Aku
dan teman-teman suka bisik-bisik membicarakan tetek Bu Kantin yg memang
gede. Bahkan diam-diam aku suka mencuri pandang ke busungan buah
dadanya yg agak terbuka saat ia memakai baju yg belahan di bagian
dadanya agak terbuka. Bahkan Bondan, temanku yg dikenal paling badung di
sekolah, pernah sengaja tetap berdiri di pintu kamar Bu Lastri yg
sempat saat wanita itu hendak lewat. Akibatnya tubuh Bondan dan Bu
Lastri menjadi sangat rapat dan saling berdesakan. “Sudah emak-emak tapi toket Bu Merry sangat mantap bro,” kata Bondan setelah itu.
Bondan
mengaku, tetek Bu Lastri yg menyentuh lengannya terasa hangat dan
empuk. Setelah melihat adegan seks di film BF seorang ibu ngentot dengan
anaknya, kalau lagi horny diam-diam aku suka membaygkan Bu Kantin.
Membaygkan nikmatnya meremasi susunya yg gede. Juga membaygkan ngentot
dengan wanita berusia 52, seperti yg dilakukan seorang bocah belasan
tahun bersetubuh dengan Nyonya Merry.
Sejak
kematian Pak Munib, mantan suaminya yg bekerja sebagai tukang kebun dan
penjaga sekolah dua tahun lalu, Bu Lastri tetap menjadi pengelola
kantin dan tinggal di bangunan belakang sekolah. Posisinya sebagai
pengelola kantin memang sempat nyaris tergusur gara-gara ada pihak luar
yg mengajukan diri ke pihak yayasan.
Namun
entah bagaimana ceritanya hingga kini ibu dari satu anak dan tiga orang
cucu yg konon transmigrasi ke luar Jawa itu tetap diperkenankan
menempati rumah dinas penjaga sekolah dan mengelola kantin. Bahkan
penjaga sekolah yg baru tidak mendapat jatah rumah dinas dan dibebaskan
jaga malam hari. Bandar Judi Online
Cerita Seks
— Saat sampai di sekolah, seperti yg kuduga, pintu gerbang depan
sekolah. Satu-satunya jalan masuk lain adalah lewat pintu belakang yg
sengaja dibuat untuk akses keluar masuk Bu Lastri ke dlm kompleks
sekolah bila sudah tidak ada kegiatan belajar. Tapi apa mungkin pintunya
tidak dikunci bila Bu Lastri sudah di dlm rumah? Pikirku membathin.
Cerita Dewasa Sex bahasa indonesia Seks bebas masa remaja | Rajangocok.com
RajaNgocok — Cerita Dewasa Sex bahasa indonesia Seks bebas masa remaja
— Ini dimulai dari seseorang bernama Irwan,ciri-ciriku adalah muka
tampan,.tubuh ramping, kulit sawo matang,dan agak tinggi,umurku adalah
18 tahun. Tapi aku tak kuliah dan memilih untuk mencari pekerjaan untuk
mengjhidupi keluargaku,saat SMA dulu banyak wanita yang menyukaiku
karena aku memang tampan,tetapi jujur tak ada yang dapat meluluhkan
hatiku.Aku baru saja lulus dari SMA dan akan mencari pekerjaan.
Akupun melihat lowongan pekerjaan di Koran,yang menarik perhatianku
adalah sebuah toko pakaian yang baru buka,mereka mencari seorang
pegawai,aku berangkat ke toko itu dengan segera menggunaka sepeda
motorku.
Setelah
30 menit akhirnya aku melihat sebuah toko baju,menurutku toko itu
lumayan besar,akupun masuk ke sana,tak ada seorangpun kecuali seorang
tante yang kira-kira berumur 50 tahunan di tempat kasir,akupun
menghampirinya,aku tersenyum padanya dan dia membalas senyumanku,
“Eh,nyonya,saya mencari pekerjaan”Kataku membuka percakapan “Oh,iya,pegawai kami baru saja keluar,kamu boleh bekerja di sini”
Setelah itu nyonya itu menjelaskan padaku mulai dari peraturan,cara menyapa,cara melayani,dan lain — lain.
“Wah,kamu cepat tangkap,ya?”Kata nyonya itu sambil tersenyum
Akupun
tersenyum kecil saja.Belakangan kuketahui nyonya itu bernama nyonya
Leni,kulitnya berwarna putih,rambut panjang,dan wajahnya agak cantik
menurutku. Dia juga baru saja mengetahui namaku.
“Dengar Irwan,aku mau pergi sebentar,kamu tolong awasi toko ini” “Wah,tapi saya baru bekerja nyonya”
“Tak apa-apa,nanti akan kusuruh putriku turun menemanimu” “Hmmmm,oke,deh”Jawabku tersenyum.
Nyonya Leni pun memanggil nama “Livia,Livia”,dari belakang pintu di sebelah kasir terdengar suara seorang gadis.
Lalu
gadis itu pun keluar,sungguh aku terpesona padanya,gadis bernama Livia
itu sungguh cantik,tubuhnya mungil dan agak montok,payudaranya lumayan
besar,pantatnya montok berisi,kulitnya putih,rambut hitam panjang,dan
senyumannya adalah senyuman termanis yang pernah kulihat,kuakui aku
jatuh cinta pada pandangan pertama padanya.Setelah nyonya Leni
pergi,kuberanikan diri untuk menyapanya
“Hai” “Hai,pegawai baru,ya?”
“Iya”Jawabku tersenyum
Kamipun
berbincang — bincang sebentar,dapat kuketahui Livia sekarang berumur 18
tahun,ibunya adalah seorang wanita sibuk,begitu juga dengan
ayahnya,jadi dia sering membantu menjaga toko,tak lama kemudian seorang
pelanggan datang,akupun melayaninya secepatnya agar bisa berbincang —
bincang dengan Livia,setelah pelanggan itu mendapat barang yang dia
inginkan dan membayar,akupun kembali ke dekat kasir. Bandar Judi Online
Cerita seks— “Kalo jam sekarang masih sepi,Wan,nanti sekitar jam 3 baru ramai” “Ohhh,akupun mengangguk
Cerita Dewasa Perempuan simpanan ku yang bohai | Rajangocok.com
RajaNgocok — Cerita Dewasa Perempuan simpanan ku yang bohai — Ini asli cerita nyata yang kualami sendiri dan bukan karangan atau fiksi, Namaku daniel seorang karyawan sebuah biro perjalanan di Jakarta. Waktu itu aq sedang bersantai di hotel di bilangan semanggi, memanfaatkan jatah menginapku di hotel tersebut yang belum aku gunakan.
Malam hari setelah selesai makan malam aq duduk-duduk santai menikmati suasana di coffe shop. Kulihat seorang cewek sedang duduk sendirian di temani secangkir kopi, sambil sebentar-sebentar melirik jam tanganya dan berkali-kali menengok ke arah pintu masuk. Rupanya dia sedang menunggu seseorang, pikirku.
Cewek itu berwajah manis, rambut sebahu, bibir sensual, berkulit sawo matang dan dadanya cukup berisi meski tidak terlalu besar. Sekian lama kuperhatikan (dia pun kadang melirik melihatku) aq rasanya nakisr juga deh. She is a good looking young lady, Hampir 1 jam lebih, dan tak lama kemudian kulihat dia memanggil waiter untuk membayar minumnya. Rupanya dia sudah akan beranjak pergi, barangkali kesal karena yang ditunggunya tak kunjung tiba. Sungguh sayang kalau tak sempat berkenalan, pikirku. Maka aku segera ambil inisistif menghampirinya dan menyapanya: “Malam, boleh kenalan nggak?” tanyaku, Dia tersenyum dan menjawab.
“Tentu boleh dong…” kuulurkan tanganku sambil menyebut namaku “Daniel” dia menyambutnya dan berkata “Aq puspa”. ” Terima kasih mau kenalan, tapi kayaknya Puspa sedang nunggu seseorang ya?” tanyaku. “Iya Kak, janjian ma temen, katanya mau ketemu di sini, tapi di bohong ditungguin dari tadi nggak nongol-nongol. Dasar cowok brengsek, bikin kesal aja” katanya dengan muka cemberut. “Ya sudah, nggak usah kesal, kalau nggak keberatan aq temeni ya, atau mau buru-buru pulang ya?” tanyaku. “Nggak juga kok Kak.. Puspa sih lagi nggak ada acara, senang juga kalau kita ngobrol-ngobrol” katanya menyambut tawaranku. Selesai membayar minumannya, Puspa pindah duduk di mejaku. Kami ngobol sana sini layakanya orang yang baru kenalan. “Papaku orang Ambon dan mama menado, tapi mama sudah meninggal dua tahun yang lalu. Aq tinggal sama Papa dan istri barunya, Tapi aq nggak cocok denganya dan sering ribut. Maka aq sudah nggak betah tinggal denganya dan sekarang hampir 1 minggu aq tidur ditempat temanku di daerah cikini. Kak Daniel kayaknya baik deh, Puspa senang banget kalau punya Kakak seperti Kak Daniel. Puspa nggak punya kakak laki-laki, kakak beradik Puspa semua lima orang cewek semua” katanya
“Kakak Puspa namanya Dista tinggal di belanda sama suaminya orang bule, dan 1 adik Puspa namanya Karin. Adik Puspa yang di jakarta yaitu Salma yang udah menikah, dan Tiara yang masih kecil, baru 13 thn” Kami berdua terus ngobrol dan suasana semakin hangat dan akrab mengasyikkan. Puspa rupanya sudah melupakan kekesalannya soal teman cowoknya yang tidak memenuhi janji. “Oh iya, Puspa sudah makan belum? Ini kan sudah jam 9 malam” tanyaku. “Puspa masih kenyang kok” sahutnya. Lalu ku usulkan “Gimana kalau kita pesan makanan, apa aja buat temen ngbrol” tanyaku lagi. “Tapi ini kan sudah malem di sini band dan penyanyi sudah mulai ribut, nggak enak juga ngbrolnya Kak. Berisik” kata Puspa “Kalau begitu kita pindah tempat aja ya, keluar cari tempat makan yang enak dan nyaman” kataku Dia diam saja nggak menjawab.
“Oke” kataku. ” Gimana kalau kita ngobrolnya di kamarku aja, kita pesan makanan dan minuman” kataku sambil berdoa, mudah-mudahan dia mengiyakanyaSoalnya aq sudah nggak sabar banget pengen lebih intim lagi bersamanya. Eh.. rupanya Puspa menyambutnya dengan baik. “Iya kak, males juga kalau pergi keluar lagi ya. Oke deh kak, kita lanjutin ngobrolnya di kamar kakak aja, biar bisa lebih santai. Tak lama kemdian setelah aq membayar minuman, ku ajak dia naik lift sampai di lantai enam, terus ke kamarku, kamar 612. “Wahh, enak banget kamarnya kak” katanya “Sekarang kita pesan makanan dan minuman dulu deh, biar cepat di antar. Pupsa mau pesan apa? Aq sih mau pesan lamb chop ama bintang dingin” kataku. “Emm,, enaknya pesen apa ya? gumanya. ” Pupsa melon juice aja deh kak, dan kalau boleh sama spagheti. Pupsa suka banget.” Maka aku segera menelpon room service untuk pesan makanan dan minuman “Kak, Pupsa mau ke kamar mandi bentar ya… pengen pipis” katanya. Aq mengangguk sambil melangkah untuk membantu menyalakan lampu kamar mandi. Tak lama kemudian, Puspa keluar dari kamar mandi dan menghampiri rak di mana ada tersedia termos elektrik dengan gelas-gelas dan kopi _ teh dan gula. “Puspa bikinin kopi ya Kak” katanya Aq mengiyakan dan Puspa menyalakan termos listrik dan tak lama kemdian 2 cangkir kopi sudah di seduhnya. Sementara itu aq sedang duduk bersandarkan bantal di atas bed sambil menonton tv. Puspa meghampiriku, lalu dia berkata, “Puspa ikutan dong” dan dia langsung meloncat naik ke atas ranjang dan duduk disampingku, ambil bantal lalu diganjalkan ke punggungnya.
Bau wangi tubuhnya langsung menyergap penciumanku, membuat kemaluanku terangsang dan mulai mengeras. Kugenggam tanganya dan kuicum punggung tanganya dengan lembut. Puspa tersenyum dan mendekat ke wahaku lalu mencium pipiku. Tiba-tiba di berkata. “Kak Daniel sayang nggak sama Pupsa” tanyanya. Aq tiba-tiba bingung juga dengan pertanyaanya karena baru beberapa menit kenalan, tapi dalam hatiku aq suka juga pada cewek ini. Aq mengangguk sambil tersenyum “Yang Puspa butuhin kasih sayang kak” Puspa nggak butuh apa-apa dari kak Daniel, asal kak Daniel sayang sama aq” sambungnya. “Kak Daniel juga suka sama Puspa, dan rasanya kita akan terus bersama deh” kataku. Pupsa berkata lagi, “Janji ya kak, Puspa aka jadi kekasih Kak Daniel, dan Puspa juga sayang sama kak Daniel” katanya. “Tapi, Puspa merasa nggak pantes deh sama kak Daniel dan belum tentu kak Daniel mau sama Puspa. Puspa merasa kotor, selama ini main sex bebas. Tapi biar giamana pun Puspa bukan cewek bisnis lho” katanya. ” Tapi, pokoknya sekarang Puspa mau jadi milik kak Daniel, dan Puspa janji nggak akan sama cowok lain lagi. Puspa udah mantep sama kak Daniel” sambungnya. Agen Judi Online
Cerita seks— Kali ini Puspa sudah bangkit dan duduk menunggangi badanku yang setengah berbaring, sambil bibirnya melumat bibirku yang tentu saja ku sambut dengan semangat. Kubalas lumatanya dan kukulum lembut lidahnya yang menggairahkan. Hembusan nafasnya yang keluar dari hidungnya terasa harum ,merangsang. Yang tentunya membuat kemaluanku tegang mengeras habis-habissan sehingga kelihatan menonjol dari balik celanaku. Rupanya Puspa juga merasakannya, lalu dia berkata, “Penis kak Daniel kok udah keras ya… hehehe..” yang langsung ku balas “Kemaluan Puspa juga pasti sudah becek deh… yakin” kataku. Tubuhku mulai terasa kepanansan, meskipun ac menghembus udara sejuk. Tiba-tiba bel pintu berdering, room boy mengantarkan pesanan kami. Aq bangkit dan beranjak membukakan pintu sementara Puspa merapikan duduknya. Setelah makanan dan minuman tersaji di meja, aq berkata, “Puspa, kita makan dulu yuk, keburu dingin kan nggak enak nanti: Puspa mengangguk sambil berkata, “Kak Daniel udah lapar lagi ya? Tadi kan katanya udah makan” “Nggak terlalu sih, tapi kan Puspa yang belum makan. Kak Daniel temenin deh. Laginya lamb chop ini kan nggak terlalu berat, dan kalau di tambah bir akan cukup nerkhasiat buat nanti” kataku Puspa tersenyum sambil berkata, “Emangnya kak Daniel nanti mau ngapain sih?” ..
RajaNgocok — Cerita Dewasa Rekan Bisnisku Memilik Anak Gadis Bahenol
— Aku adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi di
Bandung, dan sekarang sudah tingkat akhir. Untuk saat ini aku tidak
mendapatkan mata kuliah lagi dan hanya mengerjakan skripsi saja. Oleh
karena itu aku sering main ke tempat abangku di Jakarta.
Suatu
hari aku ke Jakarta. Ketika aku sampai ke rumah kakakku, aku melihat
ada tamu, rupanya ia adalah teman kuliah kakakku waktu dulu. Aku
dikenalkan kakakku kepadanya. Rupanya ia sangat ramah kepadaku. Usianya
40 tahun dan sebut saja namanya Boneng. Ia pun mengundangku untuk main
ke rumahnya dan dikenalkan pada anak-istrinya. Istrinya, Herry, 7 tahun
lebih muda darinya, dan putrinya, Lisa, duduk di kelas 2 SMP.
Kalau
aku ke Jakarta aku sering main ke rumahnya. Dan pada hari Senin, aku
ditugaskan oleh Boneng untuk menjaga putri dan rumahnya karena ia akan
pergi ke Malang, ke rumah sakit untuk menjenguk saudara istrinya.
Menurutnya sakit demam berdarah dan dirawat selama 3 hari. oleh karena
itu ia minta cuti di kantornya selama 1 minggu. Ia berangkat sama
istrinya, sedangkan anaknya tidak ikut karena sekolah.
Setelah
3 hari di rumahnya, suatu kali aku pulang dari rumah kakakku, karena
aku tidak ada kesibukan apapun dan aku pun menuju rumah Boneng. Aku pun
bersantai dan kemudian menyalakan VCD. Selesai satu film. Saat melihat
rak, di bagian bawahnya kulihat beberapa VCD porno. Karena memang
sendirian, aku pun menontonnya. Sebelum habis satu film, tiba-tiba
terdengar pintu depan dibuka. Aku pun tergopoh-gopoh mematikan televisi
dan menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.
“Hallo, Oom Ryan..!” Lisa yang baru masuk tersenyum. “Eh, tolong dong bayarin Bajaj.. uang Lisa sepuluh-ribuan, abangnya nggak ada kembalinya.” Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan Bajaj yang cuma dua ribu rupiah.
Saat
aku masuk kembali.., pucatlah wajahku! Lisa duduk di karpet di depan
televisi, dan menyalakan kembali video porno yang sedang setengah jalan.
Mia memandang kepadaku dan tertawa geli. “Ih! Oom Ryan! Begitu, tho, caranya..? Lisa sering diceritain temen-temen di sekolah, tapi belon pernah liat.” Gugup aku menjawab, “Lisa.. kamu nggak boleh nonton itu! Kamu belum cukup umur! Ayo, matiin.” “Aahh, Oom Ryan. Jangan gitu, dong! Tu, liat.. cuma begitu aja! Gambar yang dibawa temen Lisa di sekolah lebih serem.”
Tak
tahu lagi apa yang harus kukatakan, dan khawatir kalau kularang Lisa
justru akan lapor pada orangtuanya, aku pun ke dapur membuat minum dan
membiarkan Lisa terus menonton. Dari dapur aku duduk-duduk di beranda
belakang membaca majalah. Agen Judi Online
Cerita seks
— Sekitar jam 7 malam, aku keluar dan membeli makanan. Sekembalinya, di
dalam rumah kulihat Lisa sedang tengkurap di sofa mengerjakan PR, dan..
astaga! Ia mengenakan daster yang pendek dan tipis. Tubuh mudanya yang
sudah mulai matang terbayang jelas. Paha dan betisnya terlihat putih
mulus, dan pantatnya membulat indah. Aku menelan ludah dan terus masuk
menyiapkan makanan.
Cerita Dewasa Hilang Keperawananku Saat Menstruasi | Rajangocok.com
RajaNgocok — Cerita Dewasa Hilang Keperawananku Saat Menstruasi
— Sebut saja namaku (mona) umurku bru 17+ aku msh sekolah di salah satu
SMA di jakarta, aku asli dari medan tinggak di jakarta bersama nenekku,
untuk biaya skolah tiap bulan slalu dpt trnsperan dari ortu. “….Awal mula cerita,aku bertemu seorang cwok ganteng sebut saja namanya (aldo),dia kuliah di univ,di jkrt.
Saat
itu aku pulang skolah pas pertama ktemu aku mau tertabrak mobil yg di
tumpanginya,untung aku gk knapa” cuma kesenggol bgian skutku saja. “…ckiiiittt”mobil yg di tumpangi aldo ngerem mendadak. “….aduh”aku kget dan mrintih kesakitan. “..aldo langsung keluar dri mobil dan lngsung menghampiriku. “…Mba gak knapa-napa??tanyanya.. …aku hanya trdiam dan kesakitan. “…Aku anter ke rumah sakit ya??ujarnya. “…hmmpp!!jwbku simpel. …Aku langsung di bpong ke dalam mobilnya. “…sesampainya di rumah sakit,aku langsung di perban yah untung cuma luka lecet saja. “…mba aku minta maaf ya,gak sengaja?ujarnya. …aku hanya terdiam,pdhl dlam hatiku mash marah tp aku coba untuk tenang. “…Ya udahlah gpp,ini jg gk knapa-napa ko cuma lecet ja..”jwbku. “..iya tp aku gk enak nich,tlong jangan di tuntut ya??aldo smbil memelas. “…iya..iya gak.”jwbku. “..ya udah aku anter pulang ya!”tawarnya. “..hmmm,boleh deh..”jwbku.
“..aku langsung di anter pulang,selama di jalan menuju pulang aku
ngobrol bnyak smbl kenalan,sling tkar no hp,kmipun lngsung akrb. “…beberapa saat kemudian,akupun sampai di rumahku. “..owh,dah smpai ya? Tanyanya. “..iya,mampir dlu yuk di rumah cuma ada neneku aja..”jwbku. “..lain x ja ya,alya aku tkut di marahin nenek kamu..”ujarnya. “..ya gak lach neneku orngnya baik gk prnh marah..”jwbku. “…ya udah..”blaznya. Agen judi Online
Cerita seks— Diapun mampir dan ngbrol sma nenekku dan meminta maaf atas kejadian yg menimpaku. …”Beberapa saat kemudian aldo pamitan untuk pulang.
Cerita Dewasa Mesum dengan Ibu Berjilbab | Rajangocok.com
RajaNgocok — Cerita Dewasa Mesum dengan Ibu Berjilbab
— Perkenalkan namaku Andi umur 30 tahun sekarang aku bekerja di
perusahaan swasta, ciri2 tubuhkan yahh untuk postur Indonesia udah cukup
di perhitungkan neh..heheheh…
Besok
aku mo pulang ke Jakarta setelah mengikuti kegiatan dari Perusahaan di
Kota ini di ujung Timur Indonesia neh…aku mo naik kapal laut aja
dech…karena selama ini kalau bepergian aku belum pernah naik kapal
laut…so akan aku coba aja dech walaupun itu di tempuh dng lama
perjalanan 1 minggu…
setelah
membeli Tiket kapal laut kelas 1 aku langsung berkemas-kemas untuk
persiapan besoknya berangkat. Tiba saat nya aku menuju pelabuhan…setelah
segala macam proses pemeriksaan tiket dan bercampur aduk dengan para
penumpang..so akhirnya aku naik dan masuk ke kamarku yang kelas 1 dan
tentunya kamar kelas 1 aku yang sendiri menempatinya.
Setelah meletakkan barang bawaan, aku berjalan-jalan di Dek kapal sambil menunggu sebentar lagi kapal akan berangkat..
wahhh..kalo selama 1 minggu diatas kapal tidak ada yang bisa bikin buat seger…jadi tambah pusing neh”pikirku
Mataku
tertuju pada seorang ibu muda berjilbab kira-kira berumur 27 tahunan
bersama anak nya yang kira-kira 5 tahunan lah dan sebelahnya di antar
seorang lelaki yang kemudian mencium kening ibu itu dan anaknya.
setelah
itu mereka berdua naik ke kapal dan tak lama kemudian kapal berangkat
meninggalkan pelabuhan dan lelaki itu melambaikan tanganya kepada ibu
dan anaknya. setelah kapal menjauh dari pelabuhan, hmmm aku mulai
mendekati ibu muda itu dan mulai berkenalan…”nama ku Andi, aku tujuan
Jakarta “ujarku.
Ibu
itu sekilas melihat aku dan senyumnya mengembang di bibirnya yang
tipis. Tak lama kemudian dia berkata: namaku Lia’ ini anakku tujuan sama
ke Jakarta juga”ucapnya. Akhinya kita saling ngobrol2 dan ternyata tadi
adalah suaminya yang bekerja di kota ini dan Lia setiap 6 bulan sekali
datang bersama anaknya untuk melepas rindu kepada sang suami.
Besok
pagi disaat waktu makan pagi aku melihat Lia bersama anaknya sedang
menuju ruang makan..aku melihat dari belakang…hmmmm berisi juga neh
pantatnya, padahal sudah di tutupi gaun yang menutupi sampai mata kaki
neh’ujarku dalam hati…langsung aku menemuinya dan kita makan
bersama-sama 1 meja..
ambil
aku ngelirik ke arahnya…wow…sempat aku melihat bentuk payudaranya yang
ditutupi oleh jilbab dan bajunya …lumayan mengkal neh…waduh jadi pikiran
kotor neh…Lia, di kelas 1 juga yach”tanyaku…”tidak mas aku ambil di
kelas 2 aja kok”jawabnya sambil senyumnya mengembang dari bibirnya yang
tipis dan basah..”ooohhh kalo aku di kelas 1, abis sendirian aja
sih…pengen tenang dan rileks aja”ucapku sekenanya..
Lia
juga sendiri kok, dari tadi malam belum ada penumpang yang sekamar
dengan lia, jadinya lia Cuma ditemani anakku aja neh’sahutnya..oh gitu
yach…brarti aku bisa dong main2 ke kamarmu”tanyaku.
“bisa aja kok, kita khan di satu gang..tadi malam mas khan sempat keluar aku melihat kok”ujarnya
Oh ya…aku mo cari rokok tuch semalam”sahutku lagi. Agen Judi online
cerita seks—
Setelah selesai makan pagi, kita bersama-sama jalan di koridor kapal
sambil bercerita dan diiringi guyonan kecil-kecil..karena di luar
koridor..angin cukup kencang…maka saat aku berjalan disampingnya…hmmm
aku mencium bau wangi yang sangat harum dan melihat putihnya leher ibu
berjilbab ini…oh seandainya aku dapat menidurinya…”bisikku di dalam
hati.
Cerita Dewasa Terbaru Tante Kesepian Enak Dientot | Rajangocok.com
RajaNgocok — Cerita Dewasa Terbaru Tante Kesepian Enak Dientot
— Setelah sepulang sekolah bisanay aku disuruh untuk menjaga took milik
tante girang, dia adalah teman dari ibuku yang saudaranya jauh sekali,
aku mulai menjaga took ini 3 minggu yang lalu, yang beli biasanya ibu iu
rumah tangga karena yang disediakan disini adalah menjual sembakao,
Toko milik tante Lina berdempetan dengan toko tante girang.
Dia
biasanya saling omong-omong, bersenda gurau dengan Tante Girang xxx,
dan apabila telah begini tentu lama sekali selesainya. Dan seperti
biasanya, aku pulang duluan ke rumah karena Tante Girang xxx biasanya
dijemput oleh suaminya atau anaknya.
Tapi
suatu saat, ketika mau pulang aku teringat bahwa harus mengantarkan
Indomie ke pelanggan, aku cepat-cepat balik ke toko. Dan memang toko
sudah sepi, pintu pun hanya ditutup tanpa dikunci. Aku pun langsung
masuk menuju tempat penyimpanan Indomie.
Ternyata
aku menyaksikan peristiwa yang tidak kuduga sama sekali, kulihat Tante
Girang xxx dengan posisi tetelentang di antara tumpukan karung beras
sedang dioral kemaluannya oleh Bu Lina. Tante Girang xxx sangat
menikmati dengan rintihannya yang ditahan-tahan dan tangannya memegang
kepala Bu Lina untuk dirapatkan ke selangkangannya.
Karena
terkejut atas kedatanganku, maka keduanya pun berhenti dengan
memperlihatkan wajah sedikit malu-malu. Tapi tidak sampai lima detik,
mereka pun tersenyum dengan penuh artii
“Kamu
belum pulang to Her (Hery namaku), kebetulan lho kita bisa rame-rame,
ya kan Bu Lina..?” ucap Tante Girang xxx sambil menariktangan Bu Lina ke
arah kedua dadanya yang terbuka.
“Ayo sini Her.., jangan malu, ughh, ahh..!” desah Tante Girang xxx lagi, kali ini tangannya melambai ke arahku.
Dan
aku pun sempat bingung tidak tahu harus berbuat apa, tapi karena kedua
wanita dalam keadaan tanpa pakaian seperti itu memanggilku, nafsu
kelelakianku bangkit walaupun aku belum pernah merasakan sebelumnya.
Perlahan
aku mendekati keduanya sambil melihat mereka berdua. Seperti seorang
raja aku pun disambut, mereka yang tadinya telentang dan menindih kini
mereka bangkit dan duduk sambil menata rambutnya masing-masing.
Hanya lima langkah aku pun sampai di hadapanya, dan dengan lihai mereka berdua langsung meremas selangkanganku.
“Her, ini pernah masuk ke sarangnya belum..?” tanya Tante Girang xxx manja.
“Be.., belum Tante..!” jawabku polos sambil menahan rasa geli yang begitu nikmat.
“Wah..,
hebat dong belum pernah. Pertama kali langsung dapat dua lubang..!”
canda Bu Lina, sementara tangannya menarik lepas celanaku hingga aku
benar-benar telanjang di hadapan mereka.
Dan
sesaat kemudian aku merasakan kehangatan padabatang kemaluanku.
Terdengar srup, srup ahh. Tante Girang xxx dan Bu Lina seakan ingin
berebut untuk menikmati batang kemaluanku yang berukuran normal-normal
saja.
“Ayo Bu.., hisap yang lebih kenceng biar keluar isinya..!”
“Iya Bu.., ini kontol kok enak banget sih..?”
“Cupp.., crupp..!” kata mereka berdua saling menyahut.
Aku hanya pasrah menikmati perlakuannya dan sesekali kuusap pipi-pipi kedua Tante-Tante itu dengan nafsu juga.
Tidak
sampai 10 menit, aku merasakan sesuatu kenikmatan luar biasa yang
biasanya terjadi dalam mimipi, badanku menegang, mataku terpejam untuk
merasakan sesuatu yang keluar dari kemaluanku. Tumpahan maniku memuncrat
mengenai wajah Bu Lina dan Tante Girang xxx, dan dengan serta merta
Tante Girang xxx mengalihkan lumatan dari punyaku ke wajah Bu Lina.
Dengan
buas sekali mereka saling berciuman bibir, berebutan untuk menelan air
kenikmatan punyaku. Aku pun berjongkok dan membuka paha Tante Girang
xxx, Tante Girang xxx hanya menurut.
“Mau apa kau Sayang..?” desah Tante Girang xxx.
Aku
hanya diam saja dan mengarahkan wajahku ke arah selangkangannya yang
berbau anyir dan tampak mengkilap karena sudah basah. Aku mencoba untuk
melakukan seperti di film-film. Kumasukkan lidahku ke dalam
rongga-rongga vaginanya serta menyedot-nyedot klitorisnya yang kaku itu.
Kurasakan
ketika aku menyedot benda kecil Tante Girang xxx, Tante Girang xxx
selalu menggelinjang dan mengangkat pantatnya, sehingga kadang hidungku
ikut mencium benda kecil itu.
“Her.., kamu kok pinter banget sih, terus, terus uggh.. ughh.. ahhh, ehh, aahhh..!” ceracau Tante Girang xxx.
“Terus
Her, terus..! Beri Tantemu surga kenikmatan, ayo Her..!” ucap Bu Lina
yang memilin dan mengemut puting susu Tante Girang xxx.
“Terus Bu..! Her.., aku mau muncrat! Ayo Her.., sedot yang keras lagi..!” pinta Tante Girang xxx.
Aku
pun semakin liar memainkan vaginanya, dan dengan teriakan Tante Girang
xxx, “Aghh.., ughh..!” lidahku merasakan ada cairan kental keluar dari
vagina Tante Girang xxx. Aku cepat-cepat menangkapnya dan sedikit ragu
untuk menelannya.
“Her,
sudah Her.., Tante sudah puas nih..! Kamu gantian dengan Bu Lina ya..!”
ucapnya sambil tangannya mengusap cairannya yang keluar dari liang
senggamanya.
Aku pun tidak sadar bahwa batang kemaluanku sudah bangun lagi, tegak dengan sempurna walaupun sedikit terasa ngilu.
“Bentar Her.., kamu disini dulu ya..!” pinta Bu Lina sambil keluar ke tempat tumpukan koran dan mengambil beberapa lembar.
Kemudian
Bu Lina masuk ke gudang lagi dengan menggelar koran yang dibawanya.
Setelah kira-kira cukup, Bu Lina menelentangkan tubuhnya dan
memanggilku, “Ayo sekarang giliran saya dong Her..!” katanya sambil
tangannya meremas susunya sendiri. Bandar Judi Online
Cerita seks
— Aku pun langsung mengangkanginya dan kedua tangan pun mengganti
tangannya untuk meremas susu-susunya yang masih kenyal. Lembut, halus,
enak rasanya memegang payudara orang dewasa.RajaNgocok — Cerita Dewasa Terbaru Tante Kesepian Enak Dientot
— Setelah sepulang sekolah bisanay aku disuruh untuk menjaga took milik
tante girang, dia adalah teman dari ibuku yang saudaranya jauh sekali,
aku mulai menjaga took ini 3 minggu yang lalu, yang beli biasanya ibu iu
rumah tangga karena yang disediakan disini adalah menjual sembakao,
Toko milik tante Lina berdempetan dengan toko tante girang.
Dia
biasanya saling omong-omong, bersenda gurau dengan Tante Girang xxx,
dan apabila telah begini tentu lama sekali selesainya. Dan seperti
biasanya, aku pulang duluan ke rumah karena Tante Girang xxx biasanya
dijemput oleh suaminya atau anaknya.
Tapi
suatu saat, ketika mau pulang aku teringat bahwa harus mengantarkan
Indomie ke pelanggan, aku cepat-cepat balik ke toko. Dan memang toko
sudah sepi, pintu pun hanya ditutup tanpa dikunci. Aku pun langsung
masuk menuju tempat penyimpanan Indomie.
Ternyata
aku menyaksikan peristiwa yang tidak kuduga sama sekali, kulihat Tante
Girang xxx dengan posisi tetelentang di antara tumpukan karung beras
sedang dioral kemaluannya oleh Bu Lina. Tante Girang xxx sangat
menikmati dengan rintihannya yang ditahan-tahan dan tangannya memegang
kepala Bu Lina untuk dirapatkan ke selangkangannya.
Karena
terkejut atas kedatanganku, maka keduanya pun berhenti dengan
memperlihatkan wajah sedikit malu-malu. Tapi tidak sampai lima detik,
mereka pun tersenyum dengan penuh artii
“Kamu
belum pulang to Her (Hery namaku), kebetulan lho kita bisa rame-rame,
ya kan Bu Lina..?” ucap Tante Girang xxx sambil menariktangan Bu Lina ke
arah kedua dadanya yang terbuka.
“Ayo sini Her.., jangan malu, ughh, ahh..!” desah Tante Girang xxx lagi, kali ini tangannya melambai ke arahku.
Dan
aku pun sempat bingung tidak tahu harus berbuat apa, tapi karena kedua
wanita dalam keadaan tanpa pakaian seperti itu memanggilku, nafsu
kelelakianku bangkit walaupun aku belum pernah merasakan sebelumnya.
Perlahan
aku mendekati keduanya sambil melihat mereka berdua. Seperti seorang
raja aku pun disambut, mereka yang tadinya telentang dan menindih kini
mereka bangkit dan duduk sambil menata rambutnya masing-masing.
Hanya lima langkah aku pun sampai di hadapanya, dan dengan lihai mereka berdua langsung meremas selangkanganku.
“Her, ini pernah masuk ke sarangnya belum..?” tanya Tante Girang xxx manja.
“Be.., belum Tante..!” jawabku polos sambil menahan rasa geli yang begitu nikmat.
“Wah..,
hebat dong belum pernah. Pertama kali langsung dapat dua lubang..!”
canda Bu Lina, sementara tangannya menarik lepas celanaku hingga aku
benar-benar telanjang di hadapan mereka.
Dan
sesaat kemudian aku merasakan kehangatan padabatang kemaluanku.
Terdengar srup, srup ahh. Tante Girang xxx dan Bu Lina seakan ingin
berebut untuk menikmati batang kemaluanku yang berukuran normal-normal
saja.
“Ayo Bu.., hisap yang lebih kenceng biar keluar isinya..!”
“Iya Bu.., ini kontol kok enak banget sih..?”
“Cupp.., crupp..!” kata mereka berdua saling menyahut.
Aku hanya pasrah menikmati perlakuannya dan sesekali kuusap pipi-pipi kedua Tante-Tante itu dengan nafsu juga.
Tidak
sampai 10 menit, aku merasakan sesuatu kenikmatan luar biasa yang
biasanya terjadi dalam mimipi, badanku menegang, mataku terpejam untuk
merasakan sesuatu yang keluar dari kemaluanku. Tumpahan maniku memuncrat
mengenai wajah Bu Lina dan Tante Girang xxx, dan dengan serta merta
Tante Girang xxx mengalihkan lumatan dari punyaku ke wajah Bu Lina.
Dengan
buas sekali mereka saling berciuman bibir, berebutan untuk menelan air
kenikmatan punyaku. Aku pun berjongkok dan membuka paha Tante Girang
xxx, Tante Girang xxx hanya menurut.
“Mau apa kau Sayang..?” desah Tante Girang xxx.
Aku
hanya diam saja dan mengarahkan wajahku ke arah selangkangannya yang
berbau anyir dan tampak mengkilap karena sudah basah. Aku mencoba untuk
melakukan seperti di film-film. Kumasukkan lidahku ke dalam
rongga-rongga vaginanya serta menyedot-nyedot klitorisnya yang kaku itu.
Kurasakan
ketika aku menyedot benda kecil Tante Girang xxx, Tante Girang xxx
selalu menggelinjang dan mengangkat pantatnya, sehingga kadang hidungku
ikut mencium benda kecil itu.
“Her.., kamu kok pinter banget sih, terus, terus uggh.. ughh.. ahhh, ehh, aahhh..!” ceracau Tante Girang xxx.
“Terus
Her, terus..! Beri Tantemu surga kenikmatan, ayo Her..!” ucap Bu Lina
yang memilin dan mengemut puting susu Tante Girang xxx.
“Terus Bu..! Her.., aku mau muncrat! Ayo Her.., sedot yang keras lagi..!” pinta Tante Girang xxx.
Aku
pun semakin liar memainkan vaginanya, dan dengan teriakan Tante Girang
xxx, “Aghh.., ughh..!” lidahku merasakan ada cairan kental keluar dari
vagina Tante Girang xxx. Aku cepat-cepat menangkapnya dan sedikit ragu
untuk menelannya.
“Her,
sudah Her.., Tante sudah puas nih..! Kamu gantian dengan Bu Lina ya..!”
ucapnya sambil tangannya mengusap cairannya yang keluar dari liang
senggamanya.
Aku pun tidak sadar bahwa batang kemaluanku sudah bangun lagi, tegak dengan sempurna walaupun sedikit terasa ngilu.
“Bentar Her.., kamu disini dulu ya..!” pinta Bu Lina sambil keluar ke tempat tumpukan koran dan mengambil beberapa lembar.
Kemudian
Bu Lina masuk ke gudang lagi dengan menggelar koran yang dibawanya.
Setelah kira-kira cukup, Bu Lina menelentangkan tubuhnya dan
memanggilku, “Ayo sekarang giliran saya dong Her..!” katanya sambil
tangannya meremas susunya sendiri. Bandar Judi Online
Cerita seks
— Aku pun langsung mengangkanginya dan kedua tangan pun mengganti
tangannya untuk meremas susu-susunya yang masih kenyal. Lembut, halus,
enak rasanya memegang payudara orang dewasa.
Cerita Dewasa Sedarah Main Dengan Tante Sendiri | Rajangocok.com
RajaNgocok — Cerita Dewasa Sedarah Main Dengan Tante Sendiri
— Cerita panas sedarah ini bermula ketika seorang lelaki yang terlibat
cerita seru dengan tantenya sendiri dan tentunya cerita ini amat sangat
banyak sekali mengandung cerita panas dengan unsur kisah seorang dewasa
seperti halnya dengan artikel cerita dewasa lainnya, dengan demikian
cerita panas sedarah ini akan lebih seru untuk anda baca dari komputer
anda.
Pada
dasarnya cerita panas sedarah ini saya dapatkan dari situs
hasratseks.org dan sengaja saya bagikan untuk anda semua, namun yang
perlu diperhatikan bahwa cerita ini khusus bagi anda yang sudah dewasa
dan jika anda masih dibawah umur atau masih abg saya harap untuk tidak
membaca cerita ini ada baiknya jika anda membaca artikel yang lain saja
di situs ini.
Nah
tanpa banyak basa basi lagi silakan saja anda baca sendiri ceritanya
dibawah ini. Cerita seks ini adalah sebuah pengalaman sekaligus jalan
hidupku yang penuh liku. Aku yang saat itu masih smp dan ingin sekolah
dijakarta ternyata diijinkan oleh kedua orang tuaku. Akhirnya aku pergi
kerumah tanteku yang ada di jakarta. Saat didesa dulu aku tidak pernah
tahu tentang apa itu seks dan cerita seks. Tapi saat beranjak dewasa aku
mulai tahu tentang banyak hal tentang seks dirumah tanteku yani.
Mulai
dari majalah porno, video bokep sampai dengan foto-foto cewek bugil
semua aku tahu. Memang saat dijakarta menjadi sebuah kenangan manis
sekaligus kenakalan masa remajaku. mulai tahu ngentot dan belajar
ngentot sama perawan maupun ngentot sama tante girang. Sudah
berpuluh-puluh kali aq ngentot sama tante girang dan semua berakhir
dengan kontolku yang lemas gemulai. Tapi gapapa deh yang penting aku
puas. Eh kok ngalor ngidul ga jelas.
mending
kita mulai saja yuk cerita seks indonesia kali ini selamat menyimak
pembaca yang budiman. dan selalu ingat website HASRATSEKS.ORG. Aku ke
Jakarta atas seizin orang tuaku, bahkan merekalah yang mendorongnya.
Pada mulanya aku sebenarnya enggan meninggalkan keluargaku, tapi ayahku
menginginkan aku untuk melanjutkan sekolah ke STM.
Agen Bola
— Aku lebih suka kerja saja di Purwokerto. Aku menerima usulan ayahku
asalkan sekolah di SMA (sekarang SMU) dan tidak di kampung. Dia memberi
alamat adik misannya yang telah sukses dan tinggal di bilangan Tebet,
Jakarta. Ayahku sangat jarang berhubungan dengan adik misannya itu.
Paling hanya beberapa kali melalui surat, karena telepon belum masuk ke
desaku.
Kabar
terakhir yang aku dengar dari ayahku, adik misannya itu, sebut saja Oom
Ton, punya usaha sendiri dan sukses, sudah berkeluarga dengan satu anak
lelaki umur 4 tahun dan berkecukupan. Rumahnya lumayan besar.
Jadi,
dengan berbekal alamat, dua pasang pakaian, dan uang sekedarnya, aku
berangkat ke Jakarta. Satu-satunya petunjuk yang aku punyai: naik KA
pagi dari Purwokerto dan turun di stasiun Manggarai. Tebet tak jauh dari
stasiun ini.
Stasiun
Manggarai, pukul 15.20 siang aku dicekam kebingungan. Begitu banyak
manusia dan kendaraan berlalu lalang, sangat jauh berbeda dengan suasana
desaku yang sepi dan hening. Singkat cerita, setelah ?berjuang? hampir 3
jam, tanya ke sana kemari, dua kali naik mikrolet (sekali salah naik),
sekali naik ojek yang mahalnya bukan main, sampailah aku pada sebuah
rumah besar dengan taman yang asri yang cocok dengan alamat yang kubawa.
Berdebar-debar
aku masuki pintu pagar yang sedikit terbuka, ketok pintu dan menunggu.
Seorang wanita muda, berkulit bersih, dan .. ya ampun, menurutku cantik
sekali (mungkin di desaku tidak ada wanita cantik), berdiri di depanku
memandang dengan sedikit curiga.
Setelah
aku jelaskan asal-usulku, wajahnya berubah cerah. ?Tarto, ya ? Ayo
masuk, masuk. Kenalkan, saya Tantemu.? Dengan gugup aku menyambut
tangannya yang terjulur. Tangan itu halus sekali. ?Tadinya Oom Ton mau
jemput ke Manggarai, tapi ada acara mendadak. Tante engga sangka kamu
sudah sebesar ini. Naik apa tadi, nyasar, ya ?? Cecarnya dengan ramah.
?Maaar, bikin minuman!? teriaknya kemudian.
Tak
berapa lama datang seorang wanita muda meletakkan minuman ke meja
dengan penuh hormat. Wanita ini ternyata pembantu, aku kira keponakan
atau anggota keluarga lainnya, sebab terlalu ?trendy? gaya pakaiannya
untuk seorang pembantu. Sungguh aku tak menduga sambutan yang begitu
ramah.
Menurut
cerita yang aku dengar, orang Jakarta terkenal individualis, tidak
ramah dengan orang asing, antar tetangga tak saling kenal. Tapi wanita
tadi, isteri Oomku, Tante Yani namanya (?Panggil saja Tante,? katanya
akrab) ramah, cantik lagi.
Tentu
karena aku sudah dikenalkannya oleh Oom Ton. Aku diberi kamar sendiri,
walaupun agak di belakang tapi masih di rumah utama, dekat dengan ruang
keluarga. Kamarku ada AC-nya, memang seluruh ruang yang ada di rumah
utama ber-AC. Ini suatu kemewahan bagiku.
Dipanku
ada kasur yang empuk dan selimut tebal. Walaupun AC-nya cukup dingin,
rasanya aku tak memerlukan selimut tebal itu. Mungkin aku cukup
menggunakan sprei putih tipis yang di lemari itu untuk selimut.
Rumah
di desaku cukup dingin karena letaknya di kaki gunung, aku tak pernah
pakai selimut, tidur di dipan kayu hanya beralas tikar. Aku diberi
?kewenangan? untuk mengatur kamarku sendiri. Aku masih merasa canggung
berada di rumah mewah ini. Petang itu aku tak tahu apa yang musti
kukerjakan.
Selesai
beres-beres kamar, aku hanya bengong saja di kamar. ?Too, sini, jangan
ngumpet aja di kamar,? Tante memanggilku. Aku ke ruang keluarga. Tante
sedang duduk di sofa nonton TV. ?Sudah lapar, To ?? ?Belum Tante.? Sore
tadi aku makan kue-kue yang disediakan Si Mar. ?Kita nunggu Oom Ton ya,
nanti kita makan malam bersama-sama.? Oom Ton pulang kantor sekitar jam
19 lewat. ?Selamat malam, Oom,? sapaku. ?Eh, Ini Tarto ? Udah gede
kamu.? ?Iya Oom.? ?Gimana kabarnya Mas Kardi dan Yu Siti,? Oom
menanyakan ayah dan ibuku. ?Baik-baik saja Oom.? Di meja makan Oom
banyak bercerita tentang rencana sekolahku di Jakarta.
Aku
akan didaftarkan ke SMA Negeri yang dekat rumah. Aku juga diminta untuk
menjaga rumah sebab Oom kadang-kadang harus ke Bandung atau Surabaya
mengurusi bisnisnya. ?Iya, saya kadang-kadang takut juga engga ada
laki-laki di rumah,? timpal Tante. ?Berapa umurmu sekarang, To ?? ?Dua
bulan lagi saya 16 tahun, Oom.? ?Badanmu engga sesuai umurmu.? ***
Hari-hari baruku dimulai. Aku diterima di SMA Negeri 26 Tebet, tak jauh
dari rumah Oom dan Tanteku.
Ke
sekolah cukup berjalan kaki. Aku memang belum sepenuhnya dapat melepas
kecanggunganku. Bayangkan, orang udik yang kuper tamatan ST (setingkat
SLTP) sekarang sekolah di SMA metropolitan. Kawan sekolah yang biasanya
lelaki melulu, kini banyak teman wanita, dan beberapa diantaranya
cantik-cantik. Cantik ? Ya, sejak aku di Jakarta ini jadi tahu mana
wanita yang dianggap cantik, tentunya menurut ukuranku.
Dan
tanteku, Tante Yani, isteri Oom Ton menurutku paling cantik,
dibandingkan dengan kawan-kawan sekolahku, dibanding dengan tante
sebelah kiri rumah, atau gadis (mahasiswi ?) tiga rumah ke kanan.
Cepat-cepat kuusir bayangan wajah tanteku yang tiba-tiba muncul. Tak
baik membayangkan wajah tante sendiri.
Cerita Dewasa Terupdate Skandal Ngentot Dengan Anak Kost Mbak Sus | Rajangocok.com
RajaNgocok — Cerita Dewasa Terupdate Skandal Ngentot Dengan Anak Kost Mbak Sus
— Seperti sebagian besar teman senasib, saat menjadi mahasiswa saya
menjadi anak kos dengan segala suka dan dukanya. Mengenang masa-masa
sekitar lima belas tahun lalu itu saya sering tertawa geli. Misalnya,
karena jatah kiriman dari kampung terlambat, padahal perut keroncongan
tak bisa diajak kompromi, saya terpaksa mencuri nasi lengkap dengan
lauknya milik keluarga tempat saya kos. Masih banyak lagi kisah-kisah
konyol yang saya alami. Namun sebenarnya ada satu kisah yang saya simpan
rapat-rapat, karena bagi saya merupakan rahasia pribadi. Kisah rahasia
yang sangat menyenangkan.
Keluarga
tempat kos saya memiliki anak tunggal perempuan yang sudah menikah dan
tinggal di rumah orang tuanya. Mbak Sus, demikian kami anak-anak kos
memanggil, berumur sekitar 35 tahun. Tidak begitu cantik tetapi memiliki
tubuh bagus dan bersih. Menurut ibu kos, anaknya itu pernah melahirkan
tetapi kemudian bayinya meninggal dunia. Jadi tak mengherankan kalau
bentuk badannya masih menggiurkan. Kami berlima anak-anak kos yang
tinggal di rumah bagian samping sering iseng-iseng memperbincangkan Mbak
Sus. Perempuan yang kalau di rumah tak pernah memakai bra itu menjadi
sasaran ngobrol miring.
“Kamu tahu nggak, kenapa Mbak Sus sampai sekarang nggak hamil-hamil?” tanya Robin yang kuliah di teknik sipil suatu saat.
“Aku tahu. Suaminya letoi. Nggak bisa ngacung” jawab Krus, anak teknik mesin dengan tangkas.
“Apanya yang nggak bisa ngacung?” tanya saya pura-pura tidak tahu.
“Bego! Ya penisnya dong”, kata Krus.
“Kok tahu kalau dia susah ngacung?” saya mengejar lagi.
“Lihat saja. Gayanya klemar-klemer kaya perempuan. Tahu nggak? Mbak Sus sering membentak-bentak suaminya?” tutur Krus.
“Kalian
saja yang nggak tanggap. Dia sebenarnya kan mengundang salah satu, dua,
atau tiga di antara kita, mungkin malah semua, untuk membantu”, kata
Robin.
“Membantu? Apa maksudmu?” tanyaku tak paham ucapannya.
Robin
tertawa sebelum berkata, “Ya membantu dia agar segera hamil. Dia
mengundang secara tidak langsung. Lihat saja, dia sering memamerkan
payudaranya kepada kita dengan mengenakan kaus ketat. Kemudian setiap
usai mandi dengan hanya melilitkan handuk di badannya lalu-lalang di
depan kita”
“Ah kamu saja yang GR. Mungkin Mbak Sus nggak bermaksud begitu”, sergah Heri yang sejak tadi diam.
“Nggak percaya ya? Ayo siapa yang berani masuk kamarnya saat suaminya dinas malam, aku jamin dia tak akan menolak. Pasti”
Diam-diam
ucapan Robin itu mengganggu pikiranku. Benarkah apa yang dia katakan
tentang Mbak Sus? Benarkah perempuan itu sengaja mengundang birahi kami
agar ada yang masuk perangkapnya?
Selama
setahun kos diam-diam aku memang suka menikmati pemandangan yang tanpa
tersadari sering membuat penisku tegak berdiri. Terutama payudaranya
yang seperti sengaja dipamerkan dengan lebih banyak berkaus sehingga
putingnya yang kehitam-hitaman tampak menonjol. Selain payudaranya yang
kuperkirakan berukuran 36, pinggulnya yang besar sering membuatku
terangsang. Ah betapa menyenangkan dan menggairahkan kalau saja aku bisa
memasukkan penisku ke selangkangannya sambil meremas-remas payudaranya.
Setelah
perbincangan iseng itu aku menjadi lebih memperhatikan gerak-gerik Mbak
Sus. Bahkan aku kini sengaja lebih sering mengobrol dengan dia. Kulihat
perempuan itu tenang-tenang saja meski mengetahui aku sering mencuri
pandang ke arah dadanya sambil menelan air liur. Bandar Judi Online
Cerita Seks — Suatu waktu ketika berjalan berpapasan tanganku tanpa sengaja menyentuh pinggulnya.
“Sengaja juga nggak apa-apa kok dik”, jawabnya sambil mengerlingkan matanya.
Dari
situ aku mulai menyimpulkan apa yang dikatakan Robin mendekati
kebenaran. Mbak Sus memang berusaha memancing, mungkin tak puas dengan
kehidupan seksualnya bersama suaminya.
Makin
lama aku bertambah berani. Beberapa kali aku sengaja menyenggol
pinggulnya. Eh dia cuma tersenyum-senyum. Aksi nakal pun kutingkatkan.
Bukan menyenggol lagi tetapi meremas. Sialan, reaksinya sama saja. Tak
salah kalau aku mulai berangan-angan suatu saat ingin menyetubuhi dia.
Peluang itu sebenarnya cukup banyak. Seminggu tiga kali suaminya dinas
malam. Dia sendiri telah memberikan tanda-tanda welcome. Cuma aku masih
takut. Siapa tahu dia punya kelainan, yakni suka memamerkan perangkat
tubuhnya yang indah tanpa ada niat lain. Namun birahiku rasanya tak
tertahankan lagi. Setiap malam yang ada dalam bayanganku adalah menyusup
diam-diam ke kamarnya, menciumi dan menjilati seluruh tubuhnya, meremas
payudara dan pinggulnya, kemudian melesakkan penis ke vaginanya. Bandar Judi online
Cerita Seks–
Suatu hari ketika rumah sepi. Empat temanku masuk kuliah atau punya
kegiatan keluar, bapak dan ibu kosku menghadiri pesta pernikahan
kerabatnya di luar kota, sedangkan suami Mbak Sus ke kantor. Aku
mengobrol dengan dia di ruang tamu sambil menonton televisi. Semula
perbincangan hanya soal-soal umum dan biasa. Entah mendapat dorongan
dari mana kemudian aku mulai ngomong agak menyerempet-nyerempet.
Cerita Dewasa Terbaru Nikmatnya Kehangatan Tubuh Milik Istri Bosku | Rajangocok.com
RajaNgocok — Cerita Dewasa Terbaru Nikmatnya Kehangatan Tubuh Milik Istri Bosku
— Ini berawal dikala saya berprofesi di Semarang, ditengah lingkungan
orang-orang Chinese yang kebanyakan perempuan, Saya berumur 35 tahun
melainkan belum menikah dan telah punya pacar yang jauh tempatnya. Istri
bossku itulah yang merenggut keperjakaanku.
Suaminya
affair dengan seorang perempuan marketing dari Jakarta. Memang saya
apabila memandang istri bossku, saya jadi kasihan. Walau telah punya 3
buah hati tetapi kulihat akhir-akhir ini makin tambah seksi khususnya
kedua buah dadanya yang membesar. Saya tahu ia turut fitness rutin dan
body building di salah satu studio senam. Mungkin untuk mengimbangi WIL
suaminya yang memang amat seksi dan suaranya apabila telepon, meminta
ampun, merdu sekali. Makanya bossku hingga klepek-klepek seperti burung
tidak berdaya. Bossku orang amat kasar, senantiasa menang sendiri dan
tiranis pada istrinya. Tak malu ia memarahi istrinya di depan
karyawannya. Namun anehnya saya cukup diandalkan. Itu ditunjukkan dikala
bossku menyenangi cerita soal keluarganya, buah hati-si kecilnya juga.
Saya yang paling diandalkan boleh masuk di rumah, malahan di ruang
pribadinya. Wah, hebat sekali. Kapan saya punya kamar seperti ini,
daerah tidur yang luks dan nikmat sekali.
Saya
berprofesi di kantor, di komponen ekspor dan komputer. Soal komputer
saya paling piawai dan berkat keahlianku inilah yang membuatku berhasil
mendekati wanita yang paling cantik dan paling seksi di kantorku. Terus
jelas saya kini punya affair dengan manager keuangan, paling indah ia di
kantorku. Seksi? Bolehlah. Namun saya amat berharap merasakan seks
dengan Cik Sasa. Wuah, saya menyenangi membayangkan menggumuli tubuhnya
yang seksi. Apalagi apabila saya memandang dari belakang. Paling
membuatku tak bendung. Habis, Cik Sasa punya bokong yang wahai amat
merangsangku. Apalagi apabila ia menerapkan celana panjang. Wuah..
kejantananku ini tegang meminta ampun hingga maksimum (15 cm dengan
diameter 3.5 cm). Saya menyenangi membayangkan mengerjakan senggama
dengannya dari belakang dengan menungging.
Saya
juga berharap merasakan seks dengan adik ipar istri bossku, Cik Nina.
Saya terobsesi merasakan tubuhnya yang amat seksi. Adik ipar bossku ini
lebih seksi segalanya diperbandingkan Cik Sasa dan Ima (manager
keuangan). Sekiranya ke kantor.. wah senantiasa berpakaian seksi dan
ketat. Porsi Tubuhnya sungguh luar biasa cantik ditambah buah dada
besarnya yang berukuran 36 kali. Wah saya ngiler apabila ia menemuiku
dan bicara soal dunia online dan komputer. Bebauan tubuh dan polah
tingkahnya amat menantangku. Saya juga berharap merasakan tubuh Cik Nia.
Cik Nia karyawan di komponen pemasaran. Saya baru hingga
pegang-pegangan tangan saja dengan Cik Nia. Rambutnya sebahu, saya
paling menyenangi dengan kedua buah dadanya yang besar juga.
Dengan
Ima, saya baru hingga pegang paha dan cubit komponen atas buah dadanya
dan ia membisu saja atau membalas manja apabila kami naik kendaraan
beroda empat. Dengan Cik Sasa, saya baru hingga pada tahap pegang-pegang
tangan dan pinggang dikala saya membenarkan bajunya yang seksi (meski
saya pengen mengatur pinggang dan tubuhnya) tiga pekan lalu. Cik Sasa
yaitu peragawati di kantorku. Namun bak duren ambrol, saya bahkan dapat
merasakan tubuh istri bossku yang tidak pernah kuduga. Dengan
kekasihku kini, saya belum pernah mengerjakan relasi seks. Paling
bercinta hingga saya telanjang dan ia tinggal CD-nya saja. Kuharap ini
kekasihku yang terakhir. Terus jelas saya berharap menikahinya. Makanya
saya bendung seksku padanya hingga pernikahan nanti. Agen Judi Online
cerita seks—
Dua bulan lalu, kaprah-kaprah jam 9 malam, saya ditelepon istri bossku
untuk menemuinya di hotel Santika. Dari suaranya, pasti ada dilema
dengan suaminya. Hampir jam 10 malam saya baru hingga di lobby hotel.
Dari lobby, saya kontak Cik Ling dan memberi anjuran saya melewati lift
dari basement dan segera masuk ke kamarnya. Saya turun ke bawah
(basement) dan dari sana saya dengan lift naik ke lantai 6. Saya
memencet bel kamarnya dan dibuka oleh Cik Ling sendiri yang menerapkan
t-shirt dengan bukaan rendah dan celana pendek. Wah, saya terkesiap
memandang bukaan dadanya yang makin montok sehingga membuatku berdaya
upaya yang bukan-bukan dengannya. Di kantor, apabila saya menghadapnya
(Cik Ling juga direktur keuangan) saya seolah diizinkannya memandang
belahan dadanya. Bukannya ditutup (mestinya dapat) dengan blasernya,
tetapi blaser diregakkan saja dan dibuka lagi seolah mengizinkan kedua
belahan dadanya untuk kunikmati. Belahannya putih agak kecoklatan dengan
leher panjang. Wah.. saya menelan ludahku sendiri.